Aplikasi Android yang Harus Dihindari

Aplikasi Android yang Harus Dihindari – Android merupakan sistem operasi smartphone sejuta umat yang memiliki pengguna cukup banyak di berbagai belahan dunia.

Dan di dalam sistem operasi Android terdapat Google Play yang memiliki jutaan aplikasi di dalamnya dan siap untuk diunduh oleh pengguna Android di seluruh dunia.

Menurut statistik terbaru, Google Play Store menawarkan 4.483.774 aplikasi untuk pengguna Android.

Tapi jangan salah, ada sekitar 15% (222.566) juga ditandai sebagai aplikasi “berkualitas rendah” yang tidak boleh dipasang di Android kalian.

Karena, tidak semua pengembang aplikasi memiliki niat baik, beberapa program dapat mengambil data penting, membawa virus, dan sangat berbahaya bagi perangkat.

Aplikasi Android Berbahaya yang Harus Dihindari

Aplikasi Android yang Harus Dihindari

Berikut ini kami bahas 5 jenis aplikasi Android berbahaya yang sebaiknya kalian hindari.

1. Aplikasi Antivirus Abal-Abal

Android sering disebut sebagai sistem operasi yang sangat rentan terhadap virus, dan salah satu cara untuk melakukannya adalah dengan mengunduh dan menginstal aplikasi antivirus di perangkat kalian.

Namun pada kenyataannya 99% Android aman dari serangan selama kalian mengunduh aplikasi antivirus yang berasal dari toko resmi Google Play, bukan dari web atau forum.

Intinya, lupakan antivirus atau anti-malware yang bukan dari developer mapan seperti AVG, Avast, Avira, Kaspersky, McAfee, Symantec, Quihoo dan sejenisnya. Ada pilihan yang cukup bagus, jadi kalian tidak perlu mencari aplikasi palsu.

2. Aplikasi Penambah RAM

Kalian mungkin pernah mendengar tentang aplikasi ini atau bahkan menginstalnya di perangkat kalian. Padahal tidak ada efek sama sekali dari aplikasi.

RAM dirancang untuk menjadi sangat cepat, dan hanya akan menjadi lebih baik dengan generasi baru chip LPDDR4 yang akan tersedia di perangkat unggulan yang akan datang.

Anda tidak perlu menginstal aplikasi untuk mengoptimalkan RAM, Android akan melakukannya secara otomatis, jadi berhentilah membuang-buang kuota!

3. Aplikasi Defragmenting Memori

Perangkat Android saat ini menggunakan flash NAND atau penyimpanan berbasis SSD (bukan hard disk) yang memiliki pengontrol bawaan yang berfungsi penuh waktu untuk mengatur data dengan rapi sehingga tidak ada gunanya mendefragmentasinya.

Faktanya, defragging hanya menurunkan umur dengan beberapa ribu siklus baca yang terbuang. Jadi, lain kali kalian melihat aplikasi defrag Android, abaikan saja.

4. Aplikasi Penghemat Baterai

Aplikasi penghemat baterai terdengar seperti sesuatu yang penting bukan?

Sebenarnya cara kerja aplikasi ini adalah dengan menghapus file batterystats.bin di android untuk memaksa sistem menahan indikator baterai dan agar terlihat meyakinkan fungsi ini dibalut dengan tampilan yang cantik agar terlihat menarik.

5. Aplikasi Penguat Sinyal / Jaringan Internet

Sebisa mungkin hindari aplikasi ini untuk mempercepat jaringan internet kalian, nyatanya aplikasi tersebut tidak berpengaruh sama sekali terhadap kecepatan internet kalian.

Ini adalah cara licik bagi developer untuk menghasilkan uang dengan sejumlah iklan di dalam aplikasi.

Baca juga:

Kesimpulan

Nah, itulah 5 aplikasi Android yang sebaiknya harus dihindari bagi kalian pengguna smartphone dengan OS Android.

Karena mungkin saja dengan memasang aplikasi di atas, alih-alih meningkatkan kinerja sistem, justru malah membahayakan.

Jadi, tetap berhati-hati dalam memilih aplikasi, dan pastikan untuk membaca iijin apa yang diminta oleh aplikasi sebelum menginstall. Semoga bermanfaat!