Home Berita Nasional Berita Internasional Berita dan Budaya China Bisnis dan Ekonomi Kehidupan Kesehatan Iptek Entertainment Wisata dan Keluarga Serba Serbi Video Youmaker

Page : << 1 2 3 4 5 ... 6 >>

Share:   Lintas Berita     Facebook     Google     Digg     del.icio.us

 Cetak    Email    Komentar

Kamis, 26 Maret 2009
SHEN YUN HADIR KALI KETIGA DI PARIS


Penari Shen Yun, Huang Zhihao dan Huang Zhili dua bersaudara yang besar di Paris, pada 26 Pebruari foto bersama di lapangan kebebasan dan hak asasi manusia Paris. (THE EPOCHTIMES)
Penari Shen Yun, Huang Zhihao dan Huang Zhili dua bersaudara yang besar di Paris, pada 26 Pebruari foto bersama di lapangan kebebasan dan hak asasi manusia Paris. (THE EPOCHTIMES)
(Epochtimes.co.id)

26 Pebruari 2009 Shen Yun Performing Arts New York tiba di kota seni Paris ibu kota Perancis, dan mengadakan pertunjukan di Paris selama tiga hari untuk empat kali pertunjukan mulai 27 Pebruari. Ini merupakan lanjutan pertunjukan setelah dari Frankfurt Jerman dan Antwertpen Belgia,  ini merupakan pemberhentian ketiga dari Shen Yun  yang mengadakan pertunjukan tur keliling Eropa, juga merupakan ketiga kalinya berturut-turut Shen Yun  mengadakan pertunjukan dalam skala besar di gedung konferensi international Paris yang sangat ternama itu.

Paris memiliki tempat-tempat peninggalan sejarah dan pemandangan indah serta benda-benda seni berharga. Seni bagaikan nafas kehidupan masyarakat Paris, sepertinya itu sudah merupakan bagian dari udara yang mereka hirup setiap harinya, dan  hal tersebut nampak jelas dari banyaknya orang-orang Paris yang antusias terhadap kesenian.

Krisis finansial walaupun menciptakan keterpurukan ekonomi dan bertambahnya orang yang kehilangan pekerjaan, namun di depan gedung-gedung kesenian yang berada di kota Paris arus manusia yang berlalu-lalang sedikitpun tidak nampak berkurang.

Menikmati kebudayaan membawakan kegembiraan di dalam hidup, merupakan bagian yang tak terpisahkan di dalam kehidupan orang Paris.

Di dalam kota Paris terdapat gedung-gedung kesenian opera sejumlah 120 gedung, diantaranya ada 62 gedung yang bisa dipergunakan untuk pertunjukan kesenian panggung, setiap hari ada daftar judul opera yang berbeda sedang dipertunjukkan.

Kultur atmosfer Paris yang pluralisme dan bertoleransi, juga menakdirkan orang-orang Paris mengerti bagaimana menikmati dan mengenal kesenian, bahkan mereka telah menyerap kesenian dari berbagai bangsa, negara yang memiliki ciri khas yang berbeda.

Pertunjukan Shen Yun di Paris pada 2007 dan 2008, telah mendapatkan gema yang amat keras dari para penonton di Paris, “Indah sekali, tiada bandingannya, begitu anggun, menyemangatkan orang, sempurna, menakjubkan, kenikmatan seni yang luar biasa”, ini merupakan perasaan yang umum dirasakan oleh penonton setelah mereka menonton  pertunjukan Shen Yun.

Tahun lalu, Shen Yun mengadakan pertunjukan tour keliling di tiga belas Negara Eropa dan telah pentas sebanyak 45 kali, anotasi Shen Yun terhadap kebudayaan warisan dewa Tiongkok, telah secara mendalam menggetarkan hati para penonton seluruh Eropa yang datang dari segala lapisan masyarakat dan dari berbagai bangsa yang berbeda. Kebudayaan Tiongkok mempunyai makna menjelujur, mulai dengan menjunjung tinggi Langit (Tuhan), percaya pada takdir , serta berbuat bajik dan mengutamakan kebajikan, tujuan pokok dari Shen Yun  adalah mewarisi dan memprakarsai kebudayaan ortodoks manusia, memunculkan kembali sari pati kebudayaan warisan dewa dari tanah timur.

Yang dipersembahkan Shen Yun  bagi para penonton adalah sebuah pesta pentas dari kebudayaan manusia yang ortodoks, Shen Yun dari sudut pandang yang sama sekali baru telah menganotasikan kegemilangan sejarah bangsa Tionghoa. Tema pementasannya juga berhubungan dengan cerita dongeng dan legenda, masih ada juga tarian dari daerah dan berbagai suku yang lain, yang memiliki ciri khas yang berbeda-beda. Acara ini merupakan pentas seni musik dan seni tari yang dikumpulkan dikemas menjadi satu, juga dilengkapi dengan orkestra.

Belum lama ini, di Amerika utara meskipun sedang dilanda oleh krisis ekonomi, tetapi Shen Yun  New York telah menciptakan mitologi dalam penjualan tiket yaitu “Selalu penuh setiap kali pertunjukan, sangat sulit mendapatkan tiket pertunjukan”, ketika Shen Yun  pentas di gedung kesenian Kennedy Washington muncul tiket berdiri yang sangat jarang sekali dijumpai.

Para bintang yang cemerlang semuanya terkumpul di dalam grup kesenian ini, di antaranya ada peraih mendali emas dari pertangdingan seni suara untuk orang Tionghoa seluruh dunia, Hong Ming suara tenor pria yang disebut-sebut oleh para penonton melebihi Pavarotti , Chen Yong Jia peraih mendali emas pria dari pertandingan seni tari Tiongkok untuk orang Tionghoa seluruh dunia, Ren Feng Wu peraih mendali emas wanita dari pertandingan seni tari Tiongkok untuk orang Tionghoa seluruh dunia, dan lain-lain pemain inti.

Ketika wartawan menanyakan mereka peran apa yang paling mereka sukai selama dua tahun mereka bergabung dengan Shen Yun  tur keliling dunia, secara serempak mereka mengatakan, adalah acara “Kera Emas menaklukkan siluman” yang ada dalam tour keliling dunia Shen Yun  2009. Huang Zhi Li menyatakan dia senang ketika memerankan Tang Sen dalam acara itu, sedangkan Huang Zhi Hao menyatakan dia senang ketika memerankan Sha He Shang dalam acara yang sama. Dia berpendapat, dalam usaha mengambil suttra Buddha, Tang Sen telah mengalami kesukaran dan pahit getir, dapat membawa suttra Buddha ini ke Tiongkok merupakan hal yang sangat penting dalam kebudayaan warisan dewa, bisa berperan sebagai Tang Sen dan sebagai Sha He Shang yang melindungi Tang Sen, mereka merasakan sangat bangga dan beruntung.

Dua bersaudara ini menyatakan, kali ini mereka bisa kembali ke Perancis hal yang paling ingin mereka lakukan adalah, berharap bisa memainkan yang terbaik atas peran yang diberikan kepada mereka, agar lebih banyak lagi orang yang memahami kebudayaan ortodoks Tiongkok ; Sudah tentu mereka juga berharap bisa kumpul dengan keluarga. (The Epoch Times/lin)



   Kembali ke atas

 
 

Divine Performing Arts

 
 


  About Us | Redaksi | Pasang Iklan | Contact Us | e-Paper | Mobile | Radio | TV | Sitemap | RSS Feeds  
 
Bahasa :
 
 
Copyright 2008 The Epoch Times Indonesia
Ketentuan Penggunaan | Disclaimer