Home Berita Nasional Berita Internasional Berita dan Budaya China Bisnis dan Ekonomi Kehidupan Kesehatan Iptek Entertainment Wisata dan Keluarga Serba Serbi Video Youmaker

Percetakan dan Souvenir
Page : << 1 2 3 4 5 ... 56 >>

Share:   Lintas Berita     Facebook     Tweet     Google     Digg     del.icio.us

 Cetak    Email    Komentar

Jumat, 20 Juli 2012
AWAM MELIHAT EURO CUP, SENJATA PAMUNGKAS JUARA SPANYOL


Penyerang Italia, Balotelli, yang tampil gemilang di semifinal, sama sekali tak berkutik di hadapan para pemain Spanyol. (AFP/GETTY IMAGES)
Penyerang Italia, Balotelli, yang tampil gemilang di semifinal, sama sekali tak berkutik di hadapan para pemain Spanyol. (AFP/GETTY IMAGES)
(Epochtimes.co.id)

Penulis bukanlah penggemar bola, tapi terkesima dengan para penggemar bola, orang lain yang menonton bola, penulis menonton penonton bola. Suatu ajang Euro Cup, seperti sebuah panggung sandiwara besar, gegap gempita masing-masing pemeran memainkan perannya, sangat spektakuler, layak untuk ditonton.

Tim Jerman yang dijagokan kalah oleh Italia, hal ini membuat pendukung Jerman sangat terpukul. Seorang teman sekantor suami saya yang juga penggemar bola sudah tidak pernah menampakkan diri selama seminggu, tidak diketahui pasti apakah karena kalah taruhan bola. Tadinya para penggemar bola sudah memperhitungkan, setiap 16 tahun Jerman akan memenangkan satu kali pertandingan besar, dan selang waktu dari digondolnya Piala Euro di London tepat telah 16 tahun lamanya. Siapa sangka, takdir berkata lain.

Faktanya, setiap kali Jerman duel dengan Italia selalu saja mengalami kekalahan, Italia adalah satu-satunya negara yang tidak pernah bisa dikalahkan oleh Jerman di ajang kejuaraan akbar kaliber dunia, sehingga dijuluki sebagai sang penjegal bagi Jerman. Oleh karena itu tidak sedikit pula penggemar bola yang berharap agar Inggris mampu mengalahkan Italia, sehingga Jerman dapat menghindar dari sang penjegal.

Namun dilihat dari kekuatannya, Jerman telah menyelesaikan tahap terlahir kembali, dengan sekumpulan jagoan muda, sementara tim Italia masih didominasi pemain tua. Apalagi sebelum duel dengan Italia, sudah memiliki catatan 15 kali kemenangan tanpa sekalipun kalah yang dipandang cukup membanggakan, semangat tim sedang berada di puncak, sehingga tim Jerman pun dijagokan banyak orang.

Usai pertandingan, tim Jerman tetap tak mampu membendung Italia. Awal pertandingan sudah dikuasai oleh Italia dengan 2:0, seketika itu juga semangat tim Jerman pun terhempas, meskipun ada perlawanan hebat di babak kedua, tapi tidak bisa diselesaikan dengan baik di depan gawang, dan harus menerima kekalahan 2:1. Sebelum pertandingan tim Italia sudah sesumbar timnya telah tahu persis kelemahan tim Jerman. Menurut suami saya, pelatih Jerman seharusnya mengerahkan seluruh tim cadangan, karena para pemain baru tidak ada beban mental dalam menghadapi Italia, mereka tidak akan ketakutan, bahkan akan membuat tim Italia kebingungan.

Tanpa kehadiran Jerman di ajang final Euro Cup, sorotan kamera TV terhadap penonton pun berkurang. Tapi prakiraan pemenang tetap menjadi topik utama pemberitaan dan perbincangan hangat. Suami saya menjagokan Italia, sementara putra kami dan saya sependapat Spanyol akan menjadi juara, karena putra saya sangat menyukai tim Spanyol, sementara saya merasa Spanyol memiliki senjata pamungkas, sehingga pasti bisa menjadi juara.

Saat Spanyol menghantam telak Italia dengan 4:0 dan sukses meraih gelar juara Piala Euro, stasiun TV Jerman pun tiada hentinya menganalisa, dimanakah letak kunci kemenangan Spanyol, dan apa yang menjadi senjata pamungkasnya.

Hasil analisa stasiun TV Jerman pun tidak pernah diketahui. Menurut saya, senjata rahasia Spanyol untuk dapat memenangkan setiap pertandingan bola dunia sama sekali tidak ada hubungannya dengan sepak bola itu sendiri, namun ada hubungannya dengan suatu peristiwa besar yang terjadi pada 19 November 2009.

Hari itu, Pengadilan Negeri Spanyol mengeluarkan suatu putusan, yakni menuntut 5 orang pejabat PKT yang merupakan dalang penindasan Falun Gong yaitu Jiang Zemin, Luo Gan, Bo Xilai, Jia Qinglin, dan Wu Guanzheng dengan tuduhan tindak pidana “genosida” dan “penyiksaan” terhadap para praktisi Falun Gong, serta telah menerbitkan surat dakwaan terhadap mereka, dan mereka diminta untuk menjelaskan kejahatan genosida yang telah dilakukan dengan cara pengambilan organ tubuh praktisi Falun Gong secara paksa. Jika dalam waktu 4 – 6 minggu Jiang dan kawan-kawan tidak memberikan balasan, maka Pengadilan Negeri Spanyol dapat menjatuhkan vonis secara sepihak walau sidang tidak dihadiri oleh terdakwa, dan kelima terdakwa itu akan diburon secara internasional dan akan diekstradisi ke Spanyol, untuk menjalani hukuman 20 tahun penjara.

Meskipun dalam proses pengadilan ini menemui banyak hambatan, dan saat ini masih menggantung, namun Pengadilan Negeri Spanyol telah menerobos tekanan dan hambatan yang berasal dari pihak PKT, dan membuat putusan tuduhan tersebut, hal ini sudah menjadi suatu batu loncatan baru dalam sejarah manusia, menandakan hukum alam semesta selalu ada, dalang yang menindas Falun Gong telah ditindak secara hukum.

Pengadilan Negeri Spanyol memberanikan melakukan hal ini, telah memberikan kartu pas bagi Spanyol, sehingga tim sepak bolanya terus meraih kemenangan bertahun-tahun. Hal ini sama sekali tidak ada hubungannya dengan sepak bola, tapi Yang Maha Kuasa ada di atas sana, siapa yang bisa mengatakan hal ini benar-benar tidak ada hubungannya dengan sepak bola.  (Huang Qin / The Epoch Times / sud)



 
 


   Berita / Artikel Terkait :
  17-5-2013 08:51:00 Aksi Damai Falun Gong di Surabaya Hadapi Intervensi - Ada Apa di Balik Itu?
  15-5-2013 21:12:43 Dosen Harvard: RRT dan Rusia Tak Paham Arti Soft Power
  13-5-2013 21:37:35 Hal Paling Mengerikan bagi PKT Sedang Terjadi - Fakta Tentang Penindasan Falun Gong Kian Bermunculan
  12-5-2013 08:36:20 Pawai Merayakan Hari Falun Dafa Sedunia Ke-21 Dihambat Polisi Surabaya
  11-5-2013 20:29:11 Tahun 1999 Kedubes RRT di Yugoslavia Dibom, Intrik Apa yang Dimainkan Jiang?

   Kembali ke atas
 
 
Klik di sini untuk melihat Foto2 Produk Kami di Facebook
 
Epochtimes Indonesia e-paper
 
NTDTV Live Streaming
 
 
 
 
 
   


  About Us | Redaksi | Pasang Iklan | Contact Us | e-Paper | Mobile | Radio | TV | Sitemap | RSS Feeds  
 
Bahasa :
 
 
Copyright 2008 The Epoch Times Indonesia
Ketentuan Penggunaan | Disclaimer