Home Berita Nasional Berita Internasional Berita dan Budaya China Bisnis dan Ekonomi Kehidupan Kesehatan Iptek Entertainment Wisata dan Keluarga Serba Serbi Video Youmaker

Percetakan dan Souvenir
Page : << 1 2 3 4 5 ... 61 >>

Share:   Lintas Berita     Facebook     Tweet     Google     Digg     del.icio.us

 Cetak    Email    Komentar

Sabtu, 14 Juli 2012
STASIUN SEMUT SURABAYA 2014 AKAN KEMBALIKAN FUNGSI


Stasiun Semut Surabaya, riwayatmu dulu. (nat)
Stasiun Semut Surabaya, riwayatmu dulu. (nat)
(Epochtimes.co.id)

 

 

Surabaya _  Stasiun Surabaya Kota yang lebih dikenal dengan nama Stasiun Semut secara resmi mulai dipugar (direstorasi). Pencanangan restorasi ini ditandai dengan penekanan tombol oleh Komisaris PT. KAI, Yahya Ombara, pada Jumat (13/07) lalu.

Acara ini dihadiri jajaran direksi dan manajemen PT. KAI kantor pusat, dewan komisaris, Dirjen KA, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Surabaya, Dinas Cipta Karya, Dinas Perhubungan, BP3 Trowulan, tim cagar budaya, Bappeko, sejumlah camat dan pihak terkait lainnya.

Menurut Manager Humas Daop 8, Sri Winarto, biaya restorasi mencapai Rp.12 Miliar yang direncanakan selesai pada Juni 2014 dengan berbagai tahapan pekerjaan. Restorasi dilaksanakan PT. Senopati Perkasa sebagai penanggung jawab proyek, pembiayaan dan tim enginnering.

“Rencananya Stasiun Semut akan dikembalikan dalam bentuk aslinya dan tetap berfungsi sebagai stasiun pada umumnya,” ujarnya.

Stasiun Semut berada di Bongkaran, Pabean Cantikan, Surabaya. Letaknya di sebelah utara Stasiun Surabaya Gubeng dan merupakan stasiun tujuan terakhir di Surabaya dari jalur kereta api selatan Jawa yang menghubungkan Surabaya denganYogyakarta dan Bandung serta Jakarta.

Berdasarkan sejarahnya, Stasiun Semut dibangun ketika jalur kereta api Surabaya-Malang dan Pasuruan mulai dirintis sekitar 1870. Tujuannya untuk mengangkut hasil bumi dan perkebunan dari daerah pedalaman Jatim, khususnya dari Malang ke Pelabuhan Tanjung Perak yang juga mulai dibangun sekitar tahun itu.

Bangunan ini diresmikan pada 16 Mei 1878. Dengan meningkatnya penggunaan kereta api, pada 11 November 1911, bangunan stasiun mengalami perluasan hingga ke bentuknya sekarang.

Pada 2002, Stasiun Semut dibongkar. Hal ini melanggar ketentuan sehingga harus dilakukan pemugaran kembali ke bentuk semula.

Stasiun tersebut merupakan bangunan cagar budaya berdasarkan Peraturan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata No PM 23/PW007/MKP/2007 tentang Penetapan Stasiun Kereta Api Semut Surabaya sebagai Bangunan Cagar Budaya yang dilindungi Undang-Undang No.11 Tahun 2010.

Setelah melalui proses prosedur cagar budaya yang difasilitasi oleh pemkot Surabaya dan musyawarah para pihak terkait serta dirampungkannya studi teknis pemugaran oleh Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Jatim, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, maka dicapai kesepakatan untuk memulai pelaksanaan pemugaran Stasiun Semut pada hari ini.

Yahya mengatakan pemugaran Stasiun Semut ini ditekankan pada pengembalian fungsi bangunan sebagai stasiun, menanamkan nilai heritage-nya sebagai bangunan cagar budaya pada generasi mendatang dan mengamankan aset yang dimiliki PT KAI.

Ia menambahkan, pemugaran tersebut juga menjadi contoh bagi stasiun lainnya yang termasuk bangunan cagar budaya.

Menurut Yahya, sudah ada pembagian tugas bahwa PT KAI mengembalikan Stasiun Semut ke sebagai stasiun kereta api, sedangkan PT Senopati akan mengelola kawasan bisnisnya.

Selain Stasiun Semut, imbuh Yahya, ada empat stasiun lain di Jatim yang juga akan dipugar yaitu Stasiun Kota Lama Malang, di Blitar, di Madiun dan di Jember. (Amelia/humasda8/Epochtimes)

 



 
 


   Berita / Artikel Terkait :
  17-5-2013 08:51:00 Aksi Damai Falun Gong di Surabaya Hadapi Intervensi - Ada Apa di Balik Itu?
  16-5-2013 20:58:33 Garden Palace Hotel Sambut Ultah Surabaya dengan 31 Jenis Kuliner Tradisional
  13-5-2013 08:59:16 Pianis Cilik Kaliber Internasional Asal Surabaya
  12-5-2013 08:36:20 Pawai Merayakan Hari Falun Dafa Sedunia Ke-21 Dihambat Polisi Surabaya
  11-5-2013 09:21:05 Spa Aroma Jeruk untuk Relaxasi di Ten Eleven Spa Santika Surabaya

   Kembali ke atas
 
 
Klik di sini untuk melihat Foto2 Produk Kami di Facebook
 
Epochtimes Indonesia e-paper
 
NTDTV Live Streaming
 
 
 
 
 
 


  About Us | Redaksi | Pasang Iklan | Contact Us | e-Paper | Mobile | Radio | TV | Sitemap | RSS Feeds  
 
Bahasa :
 
 
Copyright 2008 The Epoch Times Indonesia
Ketentuan Penggunaan | Disclaimer