(Epochtimes.co.id)Gangguan pendengaran mudah diabaikan karena tidak berada dalam daftar “Hal yang Harus Dilakukan Segera”. Banyak orang yang menderita gangguan pendengaran tidak menyadari bahwa dirinya telah kehilangan begitu banyak. Lainnya berpikir bahwa mereka masih bisa menanganinya dengan cukup baik serta tingkat kerugian yang mereka alami tidak buruk.
Apa yang tidak diketahui adalah berapapun jumlah penurunan pendengaran akan berkaitan langsung dengan hasil yang negatif, seperti kehilangan pendapatan, kehilangan pekerjaan, kehilangan hubungan, mengurangi kesehatan mental, depresi, dan kualitas hidup yang lebih rendah.
Banyak orang yang menghindari mencari bantuan yang diperlukan agar dapat mendengar dunia di sekitar mereka karena tidak memahami dampak negatif akibat gangguan pendengaran pada kehidupan dan masa depan mereka.
Jika Anda mengetahui seseorang yang Anda cintai mengabaikan masalah ini, mungkin diperlukan lebih banyak usaha untuk mendorong mereka mencari penanganan. Dengan mengikuti enam poin di bawah ini, Anda akan lebih mudah mendorong orang yang Anda cintai agar bersedia melakukan perubahan.
Membimbing Dengan Penuh Kasih
Sangat disayangkan bahwa masyarakat saat ini memandang gangguan pendengaran dengan rasa malu dan mengaitkannya dengan penuaan. Selain dapat membuat seseorang tampak lebih tua dan menyebabkan otak mengolah “data” dunia sekitarnya dengan kurang benar, gangguan pendengaran juga mengakibatkan tubuh mendapatkan beberapa masalah.
Orang sering jatuh sakit, mengalami nyeri, mengalami kesulitan melihat atau bergerak. Semakin lama mereka hidup, semakin banyak penyakit fisik yang harus mereka taklukkan. Demikian juga dengan gangguan pendengaran.
Begitu mulai kehilangan pendengaran, otak akan mendapatkan informasi yang kurang tepat dibanding saat telinga bekerja dengan benar. Seiring waktu, hal ini dapat menyebabkan frustrasi dan isolasi.
Perlakukan orang-orang terkasih yang mengalami gangguan pendengaran dengan cara yang sama seperti ketika mereka terkena demam. Bersimpati pada mereka dan penuhi kebutuhan mereka. Tidak bereaksi dengan marah atau frustrasi.
Penyedia Layanan Pendengaran
Kecuali Anda memiliki Audiometer di rumah dan dilatih untuk melakukan pemeriksaan pendengaran, tahan agar diri Anda tidak mengatakan orang-orang terkasih tersebut dengan “tidak dapat mendengar”, “tuli”, atau memerlukan alat bantu pendengaran. Dorong mereka agar mendapatkan penanganan dari ahlinya.
Tunjukkan Hal-Hal yang Hilang
Mereka yang mengalami penurunan pendengaran tidak mengetahui apa yang hilang, tetapi Anda tahu. Misalnya, ketika Anda sedang berada di suatu acara dimana seseorang menyapa orang terkasih Anda dari jauh, tetapi dia tidak menyadari dan tidak ada merespon.
Jika Anda mendengarnya, lainnya pun akan mendengar. Ketika Anda sendirian, ungkapkan keprihatinan dan daftar hal-hal yang Anda lihat namun telah dia lewatkan pada acara itu.
Perlu diketahui bahwa mereka yang menderita gangguan pendengaran benar-benar meyakini bahwa orang-orang disekitarnya sedang bergumam. Mereka kehilangan komponen penting pelafalan (t, s, f, v, sh, misalnya), dan inilah alasan yang membuat mereka tidak mendengar: “Suara latar belakang terlalu banyak,” atau “Orang itu berlalu meninggalkan saya ketika mereka sedang berbicara.”
Jangan Ulangi, Tuliskan
Jika orang terkasih Anda menolak mengakui jika ada suatu hal yang mungkin salah, Anda harus berhenti mengulang apa yang Anda katakan. Mengulangi pembicaraan akan menjadi kebiasaan yang mungkin tidak diperhatikan oleh seseorang yang mengalami penurunan pendengaran.
Daripada mengulangi pembicaraan atau berbicara dengan lebih keras, tuliskan apa yang Anda katakan dan serahkan padanya. Pada awalnya mungkin dia akan marah dan defensif, namun jika Anda tetap mencoba (dengan rasa belas kasih), mereka akan mulai memperhatikan berapa kali mereka meminta Anda untuk mengulangi.
Jangan menerima alasan mereka dan jangan berhenti berkomunikasi dengan mereka. Melakukan hal tersebut akan mendorong ke arah penarikan diri dari kehidupan.
Ekspresikan Keinginan Anda untuk Berkomunikasi
Kebutuhan kita untuk berkomunikasi dengan orang lain merupakan kebutuhan dasar kita seperti kebutuhan akan nutrisi. Kita akan merasa dibutuhkan dan dicintai ketika kita didengarkan. Di sisi lain, jika kita merasa diabaikan dan disisihkan, akan merasa marah dan kesal.
Ketika orang terkasih tidak dapat mendengar Anda sepenuhnya, adalah wajar jika mereka merasa frustrasi dan meresponnya dengan kemarahan dan tuduhan, namun, ini hanya akan membuat mereka menyangkal masalah dan menyalahkan dunia luar, lebih jauh akan menyulitkan kemampuan berkomunikasi dan keintiman pada hubungan Anda.
Sebaliknya, temukan saat yang tepat untuk duduk bersama dan mengekspresikan kebutuhan Anda untuk didengar, jelaskan betapa Anda senang berkomunikasi dengan mereka dan bahwa mereka adalah bagian penting dari hubungan Anda. Sarankan untuk melakukan uji pendengaran bersama-sama.
Mengembangkan Tindakan Keselamatan
Jika orang Anda cintai berada di rumah sendiri atau mengemudikan mobil sendiri dan tidak bersedia mencari bantuan atas gangguan pendengaran mereka, Anda harus bersikap sangat tegas dalam menuntut tindakan positif untuk menjaga keamanan mereka saat Anda tidak ada.
Alarm keamanan dengan detektor gerak baik di dalam maupun di luar rumah dan dering telepon yang ekstra keras adalah langkah-langkah keamanan yang berguna.
Anda juga harus membahas keamanan saat berkendara. Gangguan pendengaran akan menyebabkan otak untuk bereaksi lebih lambat karena input yang diterima, dan bahwa reaksi yang melambat tersebut bisa menjadi perbedaan signifikan dalam berkendara.
Jika Anda mengabaikan gangguan pendengaran dari orang yang Anda cintai dan berpura-pura tidak ada yang salah, Anda sedang menerima ketidakmampuan seseorang yang mengubah hidupnya.
Ketidakmampuan mendengar pada seseorang bisa menjadi “candu” untuk tidak mendengar dunia di sekitar mereka. Mengubahnya akan lebih sulit, tapi harus dilakukan agar kualitas hidup mereka menjadi lebih baik, dan dengan bertambahnya usia, mereka akan mendapatkan keuntungan dari kualitas hubungan dan komunikasi, bukan terisolasi dan depresi. (Melissa Kay Rodriguez / The Epoch Times / feb)
Melissa Kay Rodriguez, BCHIS, adalah penulis “Hear Your Life: Inspiring Stories and Honest Advice for Overcoming Hearing Loss.” www.hearwithmelissa.com