(Epochtimes.co.id)Tidak ada bukti yang meyakinkan bahwa mandi kaki ionik, yang diiklankan sebagai cara mengeluarkan racun dari tubuh dengan biaya sebesar tujuh ratus ribu rupiah untuk satu sesi, benar-benar melakukan apa yang mereka klaimkan, seperti yang ditemukan studi baru-baru ini.
Pada kenyataannya, detoks semacam ini bukan tanpa bahaya, kata seorang ahli air.
Para peneliti dari Canadian College of Naturopathic Medicine (CCNM) dan the University of Toronto’s Faculty of Pharmacy melakukan serangkaian tes yang meneliti baskom baik pada saat kaki direndam maupun tidak dan menganalisis kandungan air untuk melihat perbedaan tingkat elemen yang berpotensi toksik (PTEs).
Pertama, mereka mengukur air setelah menjalankan mesin tanpa adanya kaki dan air keran.
Kemudian mereka melakukan pengukuran mingguan dengan bantuan enam peserta yang sehat dengan menggunakan mesin dan air keran sekali seminggu selama empat minggu.
“Baik ada kaki yang direndam maupun tidak, komposisi air kurang lebih sama,” kata rekan penulis studi naturopati, dokter Dugald Seely, direktur penelitian dan epidemiologi klinis di CCNM dan direktur eksekutif dari Pusat Kanker Integratif Ottawa dari CCNM.
“Tidak ada perbedaan yang signifikan dalam hal elemen-elemen beracun yang tercuci oleh air,” lanjutnya, mendata logam berat seperti timah, kadmium, dan arsen sebagai elemen utama yang berpotensi toksik diantara semua elemen yang diuji.
Seely mengatakan, terdapat peningkatan yang signifikan dalam beberapa elemen yang sama yang terkandung dalam susunan logam dalam baskom untuk menghasilkan arus listrik di dalam air.
“Apa yang kami temukan, seiring berjalannya waktu, susunan logam menjadi terkorosi,” katanya.
Dia mencatat bahwa elemen-elemen dari korosi tersebut yang menyebabkan air menjadi kotor, keruh, dan berubah warna, dan “tidak ada bukti bahwa elemen ini keluar dari kaki secara langsung.”
Penelitian ini juga menguji urin dan sampel rambut dari para peserta pada titik waktu yang berbeda untuk melihat apakah tubuh menghilangkan racun lebih cepat dari biasanya karena penggunaan baskom.
“Sekali lagi, tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa mesin dapat meningkatkan kemampuan tubuh untuk mengekskresikan logam berat,” kata Seely, mencatat bahwa mandi kaki merupakan salah satu mesin yang lebih umum di pasar.
Studi ini dipublikasikan dalam Journal of Environmental and Public Health.
Sementara itu, dalam sebuah email kepada The Epoch Times, Kevin Wong, direktur eksekutif Canadian Water Quality Association, memperingatkan konsumen akan risiko kesehatan dan keamanan potensial.
“Konsumen mungkin secara sukarela membiarkan diri mereka terpapar bahan kimia berbahaya yang dilepaskan dalam air,” katanya. “Kami hanya tidak tahu apa unit-unit ini digunakan untuk elektroda.”
Wong menambahkan, “Teknologi yang digunakan mungkin tidak bersertifikat CSA di bidang listrik, yang pada akhirnya, menempatkan konsumen dalam risiko yang lebih jauh lagi.”
Selain itu, “konsep mengenai pencucian elemen yang keluar dari tubuh harus dilakukan dengan ekstra hati-hati karena jenis kimia ini tidak membedakan antara molekul baik dan buruk,” kata Wong.
“Ada beberapa alat yang berguna—peralatan alami—yang digunakan dokter naturopati untuk detoksifikasi, tetapi ini bukan satu-satunya yang saya gunakan dalam perlengkapan saya,” kata Seely dari ionic footbath.
Ia mengatakan, lebih memilih pendekatan seperti merangsang produksi empedu dan hati yang dapat mendukung fungsi ginjal dan pencernaan. (The Epoch Times / feb)