Home Berita Nasional Berita Internasional Berita dan Budaya China Bisnis dan Ekonomi Kehidupan Kesehatan Iptek Entertainment Wisata dan Keluarga Serba Serbi Video Youmaker

Percetakan dan Souvenir
Page : << 1 2 3 4 5 ... 81 >>

Share:   Lintas Berita     Facebook     Tweet     Google     Digg     del.icio.us

 Cetak    Email    Komentar

Selasa, 10 Juli 2012
TEMUAN STUDI MEMBANTAH KLAIM DETOKS MANDI KAKI


Tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa mandi kaki ionik membantu menghilangkan unsur-unsur beracun dari tubuh melalui kaki, urin, atau rambut, menurut sebuah studi terbaru. (PHOTOS.COM)
Tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa mandi kaki ionik membantu menghilangkan unsur-unsur beracun dari tubuh melalui kaki, urin, atau rambut, menurut sebuah studi terbaru. (PHOTOS.COM)
(Epochtimes.co.id)

Tidak ada bukti yang meyakinkan bahwa mandi kaki ionik, yang diiklankan sebagai cara mengeluarkan racun dari tubuh dengan biaya sebesar tujuh ratus ribu rupiah untuk satu sesi, benar-benar melakukan apa yang mereka klaimkan, seperti yang ditemukan studi baru-baru ini.

Pada kenyataannya, detoks semacam ini bukan tanpa bahaya, kata seorang ahli air.

Para peneliti dari Canadian College of Naturopathic Medicine (CCNM) dan the University of Toronto’s Faculty of Pharmacy melakukan serangkaian tes yang meneliti baskom baik pada saat kaki direndam maupun tidak dan menganalisis kandungan air untuk melihat perbedaan tingkat elemen yang berpotensi toksik (PTEs).

Pertama, mereka mengukur air setelah menjalankan mesin tanpa adanya kaki dan air keran.

Kemudian mereka melakukan pengukuran mingguan dengan bantuan enam peserta yang sehat dengan menggunakan mesin dan air keran sekali seminggu selama empat minggu.

“Baik ada kaki yang direndam maupun tidak, komposisi air kurang lebih sama,” kata rekan penulis studi naturopati, dokter Dugald Seely, direktur penelitian dan epidemiologi klinis di CCNM dan direktur eksekutif dari Pusat Kanker Integratif Ottawa dari CCNM.

“Tidak ada perbedaan yang signifikan dalam hal elemen-elemen beracun yang tercuci oleh air,” lanjutnya, mendata logam berat seperti timah, kadmium, dan arsen sebagai elemen utama yang berpotensi toksik diantara semua elemen yang diuji.

Seely mengatakan, terdapat peningkatan yang signifikan dalam beberapa elemen yang sama yang terkandung dalam susunan logam dalam baskom untuk menghasilkan arus listrik di dalam air.

“Apa yang kami temukan, seiring berjalannya waktu, susunan logam menjadi terkorosi,” katanya.

Dia mencatat bahwa elemen-elemen dari korosi tersebut yang menyebabkan air menjadi kotor, keruh, dan berubah warna, dan “tidak ada bukti bahwa elemen ini keluar dari kaki secara langsung.”

Penelitian ini juga menguji urin dan sampel rambut dari para peserta pada titik waktu yang berbeda untuk melihat apakah tubuh menghilangkan racun lebih cepat dari biasanya karena penggunaan baskom.

“Sekali lagi, tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa mesin dapat meningkatkan kemampuan tubuh untuk mengekskresikan logam berat,” kata Seely, mencatat bahwa mandi kaki merupakan salah satu mesin yang lebih umum di pasar.

Studi ini dipublikasikan dalam Journal of Environmental and Public Health.

Sementara itu, dalam sebuah email kepada The Epoch Times, Kevin Wong, direktur eksekutif Canadian Water Quality Association, memperingatkan konsumen akan risiko kesehatan dan keamanan potensial.

“Konsumen mungkin secara sukarela membiarkan diri mereka terpapar bahan kimia berbahaya yang dilepaskan dalam air,” katanya. “Kami hanya tidak tahu apa unit-unit ini digunakan untuk elektroda.”

Wong menambahkan, “Teknologi yang digunakan mungkin tidak bersertifikat CSA di bidang listrik, yang pada akhirnya, menempatkan konsumen dalam risiko yang lebih jauh lagi.”

Selain itu, “konsep mengenai pencucian elemen yang keluar dari tubuh harus dilakukan dengan ekstra hati-hati karena jenis kimia ini tidak membedakan antara molekul baik dan buruk,” kata Wong.

“Ada beberapa alat yang berguna—peralatan alami—yang digunakan dokter naturopati untuk detoksifikasi, tetapi ini bukan satu-satunya yang saya gunakan dalam perlengkapan saya,” kata Seely dari ionic footbath.

Ia mengatakan, lebih memilih pendekatan seperti merangsang produksi empedu dan hati yang dapat mendukung fungsi ginjal dan pencernaan. (The Epoch Times / feb)



 
 


   Berita / Artikel Terkait :
  20-5-2013 00:43:31 Kebun Anggur Tiongkok Ancam Habitat Panda
  18-5-2013 08:55:02 Fakta Mengerikan Berlebihnya Gender Pria Tiongkok
  16-5-2013 22:32:28 Serial Pandangan Medis Tradisional Tiongkok: Tips Pemilihan Pakaian Bayi agar Anak Tidak Mudah Sakit
  16-5-2013 20:58:33 Garden Palace Hotel Sambut Ultah Surabaya dengan 31 Jenis Kuliner Tradisional
  15-5-2013 21:03:09 Penghindaran Investigasi Independen Internasional Menandakan Sembunyikan Sesuatu

   Kembali ke atas
 
 
Klik di sini untuk melihat Foto2 Produk Kami di Facebook
 
Epochtimes Indonesia e-paper
 
NTDTV Live Streaming
 
 
 
 
 
   


  About Us | Redaksi | Pasang Iklan | Contact Us | e-Paper | Mobile | Radio | TV | Sitemap | RSS Feeds  
 
Bahasa :
 
 
Copyright 2008 The Epoch Times Indonesia
Ketentuan Penggunaan | Disclaimer