Home Berita Nasional Berita Internasional Berita dan Budaya China Bisnis dan Ekonomi Kehidupan Kesehatan Iptek Entertainment Wisata dan Keluarga Serba Serbi Video Youmaker

Percetakan dan Souvenir
Page : << 1 2 3 4 5 ... 81 >>

Share:   Lintas Berita     Facebook     Tweet     Google     Digg     del.icio.us

 Cetak    Email    Komentar

Selasa, 26 Juni 2012
STUDI KESEHATAN “ANAK 90-AN” TELAH DEWASA


Studi ‘Anak-anak 90-an’ melakukan jejak pendapat tentang kesehatan dan gaya hidup pada 14.000 ibu hamil dan mempelajari anak-anak mereka selama 21 tahun terakhir untuk menentukan kesehatan kaum muda. (GRAEME ROBERTSON/GETTY IMAGES)
Studi ‘Anak-anak 90-an’ melakukan jejak pendapat tentang kesehatan dan gaya hidup pada 14.000 ibu hamil dan mempelajari anak-anak mereka selama 21 tahun terakhir untuk menentukan kesehatan kaum muda. (GRAEME ROBERTSON/GETTY IMAGES)
(Epochtimes.co.id)

Suatu studi jangka panjang inovatif yang dimulai pada 1990 dan dihelat untuk mendapatkan sumber daya yang berguna untuk penelitian kesehatan dan kesejahteraan orang muda, telah merayakan ulang tahunnya ke-21, akhir April lalu.

Empat belas ribu ibu hamil dari daerah Bristol mengambil bagian dalam apa yang dikenal sebagai Studi “Anak-anak 90-an” yang dilakukan untuk meningkatkan kesehatan anak muda dengan mengamati berbagai faktor yang memengaruhi mereka dan anak-anak mereka.

Para ibu mendapatkan kuesioner tentang pola makan, gaya hidup, perilaku, kesejahteraan, dan kesehatan baik diri mereka sendiri maupun anak-anak mereka. Ketika anak-anak mencapai usia tujuh tahun mereka kembali diberikan kuesioner, diamati, dipindai, diukur, dan ditimbang, mereka juga memberikan sampel darah, rambut, urin, potongan kuku, dan gigi bayi setiap tahun atau setiap dua tahun hingga saat ini. Faktor kesehatan orang tua juga telah dimonitor.

Profesor Jean Golding, yang merintis studi Avon Longitudinal Study of Parents and Children (ALSPAC) di University of Bristol pada 1991 dan telah dianugerahi gelar OBE (Officer of the Most Excellent Order of the British Empire) atas jerih payahnya pada proyek, memberikan rasa hormat yang sebesar-besarnya pada para orang tua dan anak-anak yang telah berpartisipasi dalam penelitian. “Mereka, bersama dengan staf penelitian kami, telah mencapai begitu banyak hal yang telah mengubah kehidupan anak-anak di seluruh dunia,” kata Golding dalam sebuah pernyataan.

“Aspek yang khusus dalam ALSPAC adalah rentang yang sangat luas atas data yang telah dikumpulkan,” kata direktur ilmiah ALSPAC saat ini, profesor George Davey-Smith, dalam sebuah video di situs ALSPAC.

Salah satu ciri khas dari penelitian ini adalah semua data dikumpulkan meskipun belum diketahui apa kegunaannya. “Misalnya, plasenta yang kami kumpulkan 21 tahun lalu disimpan ketika perekrut penelitian melahirkan dan tidak ada yang benar-benar melakukan riset pada mereka, tetapi baru-baru ini beberapa kelompok telah memanfaatkan plasenta tersebut untuk melakukan penelitian,” kata Davey-Smith. “Visi menakjubkan Jean Golding saat melakukan studi adalah memasukkan semua yang Anda bisa.”

Data ALSPAC telah digunakan sebagai dasar penelitian di berbagai negara di dunia selain Inggris, seperti AS, Kanada, Australia, Selandia Baru, dan di Eropa.

Davey-Smith mengatakan tujuan dari penelitian ini adalah untuk menghasilkan temuan yang dapat meningkatkan kesehatan publik atau memengaruhi kebijakan pemerintah.

Beberapa hasil penelitian ini termasuk:

• Ibu hamil yang mengonsumsi ikan kaya omega-3 memiliki anak dengan IQ rata-rata lebih tinggi, kemampuan berbahasa dan penglihatan yang lebih baik.

• Stres pada masa kehamilan dapat menyebabkan asma dan alergi, disleksia dan autisme pada anak-anak mereka.

• Asma dan alergi pada anak lebih umum terjadi pada ibu hamil yang sering mengonsumsi parasetamol dalam tahap akhir kehamilan, penggunaan krim eksim yang mengandung minyak kacang juga diketahui meningkatkan alergi.

• Pengharum udara dan aerosol serta produk pembersih rumah tangga yang sering digunakan dikaitkan dengan diare, sakit telinga, dan alergi pada bayi.

• Anak-anak yang melakukan latihan 15 menit sehari menunjukkan risiko obesitas lebih rendah.

• Anak-anak muda yang menonton televisi lebih dari delapan jam seminggu memiliki risiko obesitas lebih besar saat dewasa.

Golding mengatakan kepada surat kabar Bristol, The Post, bahwa studi ilmiah yang dilakukan saat ini menetapkan apa yang sudah diketahui neneknya: “Dia selalu mengatakan posisikan bayi untuk tidur telentang, bayi harus dijemur saat pagi, dan ikan bagus untuk mata dan otak, dan tidak perlu khawatir jika anak-anak sedikit kotor karena itu baik bagi mereka. Apa yang kami lakukan justru menunjukkan bahwa semua yang dikatakannya benar.”

Memiliki dana jaminan sebesar 84 miliar untuk melanjutkan penelitian, saat ini studi fokus pada generasi berikutnya: bayi dari anak-anak dan juga mengembangkan penelitian pada ibu dan ayah dari bayi pertama secara lebih terinci. Davey-Smith berharap bahwa “dengan mengintegrasikan teknologi baru” studi ALSPAC akan menjadi “lebih dari sumber daya terkemuka dunia.”

Untuk menandai ulang tahun ke-21 ”Anak-anak 90-an”, sebuah konferensi di Bristol diadakan akhir April lalu. Pembicara termasuk sebagian dari 650 akademisi internasional yang bekerja dengan data ALSPAC. Topik yang dibahas termasuk penyakit jantung remaja, pertumbuhan tulang, kesehatan reproduksi, faktor risiko bagi peminum berat, dan penyebab asma dan alergi pada anak.  (Rosemary Byfield / The Epoch Times / feb)



 
 


   Berita / Artikel Terkait :
  24-5-2013 16:46:37 Serial Pandangan Medis Tradisional Tiongkok: 10 Cara Memelihara Anak Menurut Sinshe Ternama Dinasti Song
  22-5-2013 21:20:24 5 Anak Berbakat Indonesia Bertemu Lionel Messi di Doha
  17-5-2013 21:12:57 Keluarga Jenius Asal AS - 6 Anak Mulai Kuliah pada Usia 12 Tahun
  16-5-2013 22:32:28 Serial Pandangan Medis Tradisional Tiongkok: Tips Pemilihan Pakaian Bayi agar Anak Tidak Mudah Sakit
  10-5-2013 09:22:52 Serial Pandangan Medis Tradisional Tiongkok: Cara Perawatan yang Tepat agar Anak Tidak Mudah Sakit

   Kembali ke atas
 
 
Klik di sini untuk melihat Foto2 Produk Kami di Facebook
 
Epochtimes Indonesia e-paper
 
NTDTV Live Streaming
 
 
 
 
 
   


  About Us | Redaksi | Pasang Iklan | Contact Us | e-Paper | Mobile | Radio | TV | Sitemap | RSS Feeds  
 
Bahasa :
 
 
Copyright 2008 The Epoch Times Indonesia
Ketentuan Penggunaan | Disclaimer