Senin, 08 Desember 2008
TAHU CAMPUR LAMONGAN JALAN KALASAN YANG DICARI-CARI
 |
| Tahu Campur Lamongan |
|
(Epochtimes.co.id)Kalau kita sedang berada di Surabaya pasti akan puas untuk berwisata kuliner, karena kota satu ini memang merupakan salah satu kota dengan sajian kuliner yang beraneka ragam dan bercita rasa tinggi. Sebut saja beberapa panganan, Tahu Campur Lamongan, Rujak Cingur, Lontong Balap, Semanggi Suroboyo dan lain-lain.
Kekhasan kuliner dari kota-kota di Jawa Timur ini adalah suatu adonan yang berbahan dasar udang, yaitu petis dan terasi. Adonan inilah yang membuat panganan-panganan tersebut berubah menjadi lezat dan gurih. Dalam makanan-makanan yang telah disebut tadi petis menjadi bahan utama.
Kita sebut saja salah satunya yaitu Tahu campur yang berasal dari kota Lamongan. Kota yang berada sekitar 100 kilometeran dari kota Surabaya. Namun panganan ini telah menjadi bagian dari kuliner khas Surabaya.
Tahu Campur terdiri dari sayur selada, tahu goreng, tauge, perkedel singkong, mie kuning, petis, daging urat, kuah kaldu daging, dan pelengkapnya krupuk udang. Bagi penggemar kuliner campuran ini sangat mengundang selera.
Yang Terkenal di Jalan Kalasan
Salah satu penjual Tahu Campur Lamongan yang paling terkenal di Surabaya adalah Tahu Campur Kalasan. Kaki lima ini memang terletak di jalan kalasan 22. Pemiliknya adalah Pak Mahfud. Beliau memulai usahanya tahun 1979 dengan berjualan keliling memakai pikulan yang khas untuk berjualan tahu campur.

Tahu Campur Jl. Kalasan
Cara itu dilakoninya selama 2 tahun, lalu menggunakan gerobak dorong selama 15 tahun, kemudian ia memutuskan untuk mangkal di pinggir jalan daerah kalasan setelah 11 tahun mulai berpikir bahwa pelanggannya mulai tidak tertampung maka ia menggunakan teras rumah.
Saat ditemui pak Mahfud mengatakan bagaimana tahu campurnya menjadi sangat digemari dan memiliki pelanggan yang setia. Ayah dari 5 orang anak ini mengakui jika tahu campur buatannya ini memakai bahan-bahan yang berkualitas baik dan mengurangi penggunaan bumbu penyedap masakan.
"Karena ada beberapa pelanggan saya adalah dokter mereka menyarankan agar tidak menggunakan bumbu penyedap masakan secara berlebihan. Maka saya menggunakan bumbu-bumbu yang baik kualitasnya. Agar tidak mengurangi rasa, misalnya bawang merah dan bawang purih yang baik jangan sampai ada yang busuk, udang sebagai penyedap masakan yang masih segar, sayur dan daging urat yang segar, petis yang kualitasnya baik dan menjaga kebersihan. Itu saja tidak ada resep khusus" katanya.
Tahu Campur kalasan ini banyak memiliki pelanggan yang setia, mulai saat Pak Mahfud berjualan keliling hingga saat ini mangkal di jalan kalasan, jika mereka ingin menikmati tahu campur akan segera meluncur ke jalan kalasan.
Bahkan saat itu salah satu pelanggan, Ibu Like yang mempunyai rumah cukup jauh dari jalan kalasan selalu akan datang secara teratur setiap minggu untuk menikmati tahu campur kalasan. Baik sendirian maupun bersama-sama teman-teman dan keluarga.
"Saya hampir seminggu sekali datang ke sini untuk makan tahu campur. Sudah pernah coba tempat lain tapi saya balik lagi ke sini. Sudah lama sekali saya jadi langganan. Karena tempat bersih dan rasanya memang beda dengan tempat lain. Jadi meski jauh dari rumah saya tetap ke sini" Kata ibu Like.
Bahkan ada beberapa pelanggan Pak Mahfud sudah tinggal di luar negeri, setiap pulang ke Surabaya selalu menyempatkan diri mampir ke tempatnya.
Pak Mahfud saat ini memiliki 15 pegawai dan dua counter lain yang dikelola oleh putra-putranya.
"Saat ini kami telah membuka cabang di Citos dan Royal Plaza tapi kata beberapa pelanggan, mereka lebih menikmati yang di kalasan. Karena kalau di mall ber-AC tahu campur yang berkuah kaldu daging lebih cepat dingin jadi kurang nikmat." Jelas pak Mahfud.
Tanpa mau menyebutkan sejumlah angka, dengan rendah hati Pak Mahfud mengatakan hasil yang ia dapatkan sekarang sudah lebih dari cukup meski saat ini telah banyak muncul pesaing. Buktinya banyak pelanggan yang kembali ke tahu campur olahannya meski telah menyoba tempat lain.
Jika sedang melancong ke Surabaya tidak ada salahnya menu ini masuk dalam daftar jalan-jalan Anda. Tanpa merogoh kantong dalam-dalam, telah dapat menikmati petualangan rasa yang menakjubkan. Kunjungi jalan kalasan 22 pada sore hari jam 17.00 hingga malam. Coba buktikan sendiri. (Oscar/Amel/NTD_Sby)
Resep Tahu Campur Lamongan :
Bahan saji :
Secukupnya daun selada iris sesuai selera
Secukupnya tahu goreng setengah matang (atau sesuai selera) potong-potong
250 gr mie kuning, seduh air panas, tiriskan
250 gr daging urat rebus hingga empuk, potong dadu
200 gr taoge/kecambah panjang rebus jangan terlalu lunak, tiriskan
Perkedel singkong *) dipotong-potong tipis
Krupuk Udang
Kuah :
2 liter air
2 batang serai dimemarkan
2 cm jahe dimemarkan
Bumbu yang dihaluskan :
10 buah bawang merah
10 siung bawang putih
10 merica butiran digoreng sangrai
10 butir kemiri digoreng sangrai
2 sdt ketumbar digoreng sangria
1 sdt jintan digoreng sangrai
1 cm kunyit bakar
Pelengkap perkedel singkong*) :
200 gr singkong parut halus, peras
¼ sdt jintan digoreng sangrai
2 lembar daun jeruk purut, buang tuang daun iris halus
Garam secukupnya
Campur semua bahan ini aduk rata, dan bentuk sesuai selera lalu goreng matang dan iris tipis
Sambal petis:
10 sdm petis (bias membeli petis yang khusus untuk tahu campur)
5 siung bawang putih
1 sdm gula pasir
Sedikit garam
Cabe rawit sesuai selera (dapat juga dibuat tersendiri sebagai sambel dengan merebusnya terlebih dahulu lalu haluskan tambahkan sedikit garam)
Haluskan semua bahan hingga campur merata lalu digoreng beri sedikit air sebentar hingga air kering.
Cara memasak :
1. Kaldu : didihkan air masukkan daging rebus hingga daging empuk.
2. Masukkan serai dan jahe, angkat dagingnya, iris dadu. Masukkan ke dalam kuahnya kembali, kecilkan api.
3. Tumis bumbu halus hingga harum, lalu masukkan ke dalam kuah kaldu. Aduk rata
4. cara penyajian : sambal petis diratakan di piring atau mangkuk, susun bahan saji kecuali krupuk udang, lalu tuangkan kaldu panas ke atasnya. Lengkapi dengan krupuk udang.
Selamat Menikmati