(Epochtimes.co.id)Bertambahnya usia menjadi tantangan tersendiri dalam mencari pekerjaan saat ini. Studi menunjukkan bahwa lebih sulit bagi mereka yang berusia di atas 45 tahun untuk mencari pekerjaan daripada para pencari kerja berusia muda.
Pekerja yang lebih tua terkadang mungkin merasa tidak diinginkan, namun pada kenyataannya, justru mereka sangat dibutuhkan dalam sebuah perusahaan.
Sebagian besar masyarakat di AS dan Kanada tidak pernah menyadari bahwa ternyata mereka memiliki jumlah pekerja tua dengan jumlah begitu tinggi, yang kebanyakan dari mereka telah mendekati usia pensiun. Sekalipun mereka lebih berpengalaman, terlatih, dan terampil, mereka cenderung kurang dihargai dalam lingkungan kerja.
Namun pada kenyataannya, bagaimanapun para pengusaha masih sangat membutuhkan para pekerja senior tersebut untuk memenuhi kebutuhan pasar tenaga kerja di masa depan.
Penelitian menunjukkan bahwa selama 15-20 tahun ke depan, tenaga kerja di AS dan Kanada akan mengalami kekurangan di sektor pekerja yang lebih muda, pekerja perempuan, pekerja cacat, dan para imigran tidak akan bisa mengisi kekurangan tersebut.
Kunci untuk memenuhi persyaratan berkembangnya pasar tenaga kerja terletak dalam mempekerjakan pekerja yang lebih tua dan menjaga mereka agar betah lebih lama.
Selain itu, dalam lingkungan ekonomi krisis seperti saat ini, pekerja yang lebih tua kebanyakan ditemukan masih tetap bekerja dalam jangka lebih lama untuk meningkatkan atau menambah posisi keuangan mereka saat pensiun nanti.
Sedangkan sebagian di antara mereka merasa ingin terus bekerja agar tetap bugar, sehat, dan bersemangat, serta terus memberikan kontribusi dalam lingkungan tempat kerja.
Jika perusahaan membiarkan pekerja yang lebih tua pensiun tanpa menggali berbagai alternatif pada diri mereka, maka perusahaan tersebut pasti berisiko kehilangan aset intelektual berharga yang dapat merugikan bisnis dan perekonomian mereka.
7 Tips untuk pencari kerja berumur:
1) Buat resume Anda menjadi lebih segar. Buatlah resume yang lebih relevan dengan pekerjaan yang Anda lamar dengan mengurangi kronologis pengalaman kerja Anda. Sebagai gantinya, Anda mungkin harus menghasilkan resume yang berbasis pada keterampilan. Batasi apa pun yang mungkin mengarah pada stigma bahwa Anda merupakan seorang pekerja yang telah berumur. Anda tidak perlu menyertakan semua daftar posisi yang pernah Anda jabat, maupun segala pendidikan yang pernah Anda dapatkan. Cukup masukkan saja hal-hal yang relevan dan sesuai dengan posisi yang Anda inginkan.
2) Tunjukkan keterampilan dan kemampuan Anda. Sekali lagi, hindari sesuatu yang bisa mengakibatkan stigma Anda sebagai pekerja yang telah berumur.
3) Ciptakan kesan pertama yang baik. Kesan pertama sangat penting. Jadi pastikan Anda berada dalam penampilan terbaik pada saat wawancara. Ini berarti Anda harus membuat penampilan dalam berbusana kantor yang bergaya, potongan rambut yang trendi, atau beberapa rambut yang diwarnai untuk mengurangi atau menyamarkan uban. Pengusaha ingin mengetahui bahwa Anda memiliki energi, stamina, dan kemampuan untuk melakukan pekerjaan itu, dan bagaimana Anda menampilkan diri pada saat wawancara menjadi lebih penting daripada apa yang ada di resume Anda.
4) Ciptakan kesan hangat. Kita sering mendengar kalimat “Yang terpenting bukanlah benda yang dihasilkan, tapi siapa yang menghasilkan,” sehingga membuat kesan hangat baik kepada teman maupun teman dari teman Anda, sangat penting ketika Anda akan mencari karir berikutnya.
5) Pertahankan skill Anda. Menghadiri kursus tambahan, seminar, dan lokakarya adalah kunci untuk menjaga skill / keterampilan, dan pelatihan yang relevan dan menyenangkan dapat menjadi pilihan Anda. Hal ini juga akan menunjukkan kepada calon perusahaan bahwa Anda berkomitmen untuk terus belajar dan memperbaiki diri, yang akan membuat mereka berpikir bahwa Anda merupakan aset berharga bagi tim mereka.
6) Menjaga sikap positif. Energi yang dibawa seseorang untuk wawancara dapat membuat perbedaan besar. Bahkan jika Anda mungkin pernah mengalami banyak penolakan, selalu berjalanlah ke sebuah wawancara dengan energi yang dinamis dan sikap positif. Ini akan banyak berpengaruh bagi diri Anda.
7) Berpikirlah di luar kebiasaan umum. Sekarang adalah waktu untuk Anda dapat benar-benar menemukan kembali diri Anda. Banyak keterampilan dapat diperhitungkan. Jika Anda sebagai akuntan, ada banyak jenis pekerjaan yang dapat Anda lakukan yang menggunakan keterampilan yang sama. Temukanlah di dalam diri sendiri dan lihat apa keinginan yang belum ditemukan atau diserap oleh diri Anda. (Caroline Dafoe / The Epoch Times / ist)
Caroline Dafoe adalah pendiri dan CEO personalia The Epoch Times dan banyak perusahaan lainnya. Ia juga termasuk dalam staf lembaga yang berfokus pada tenaga kerja di atas usia 45 tahun dalam lingkungan kerja. Websitenya agensinya adalah www.epochhrandmore.com.