Home Berita Nasional Berita Internasional Berita dan Budaya China Bisnis dan Ekonomi Kehidupan Kesehatan Iptek Entertainment Wisata dan Keluarga Serba Serbi Video Youmaker

Percetakan dan Souvenir
Page : << 1 2 3 4 5 ... 68 >>

Share:   Lintas Berita     Facebook     Tweet     Google     Digg     del.icio.us

 Cetak    Email    Komentar

Jumat, 20 Juli 2012
TUHAN SELAMANYA TIDAK AKAN SALAH


(FOTOLIA)
(FOTOLIA)
(Epochtimes.co.id)

Ada seorang raja yang tidak begitu baik karena tidak percaya keberadaan Tuhan, tapi ia memiliki seorang budak yang baik. Budak tersebut tak peduli menjumpai keadaan yang bagaimanapun, pasti akan berkata, “Paduka, jangan putus asa, setiap hal yang yang Tuhan lakukan pasti sempurna, tidak akan bisa salah.”

Suatu hari mereka (raja dan budak) pergi berburu, dalam perjalanan menjumpai seekor binatang buas yang menyerang raja itu. Budak itu menghabiskan banyak usaha baru bisa membunuh binatang buas itu, tetapi sang raja tidak bisa terhindar dari kehilangan satu jari tangan.

Raja tersebut sama sekali tidak merasa bersyukur atas dirinya yang tertolong, sebaliknya dengan sangat marah dia berkata, “Benarkah Tuhan itu baik? Jika Tuhan benar-benar baik, saya tidak akan kehilangan sebuah jari tangan karena diserang binatang buas itu.”

Budak hanya menjawab, “Paduka, walaupun peristiwa tersebut sudah terjadi, saya hanya bisa memberitahu bahwa Tuhan itu sempurna, dan Tuhan pasti tahu mengapa terjadi peristiwa tersebut. Setiap hal yang yang Tuhan lakukan pasti sempurna, tidak akan bisa salah.”

Jawaban yang demikian ini membuat raja itu malah menjadi murka, karena itu ia memerintahkan agar budak tersebut dimasukkan dalam penjara.

Kemudian, raja tersebut sekali lagi pergi berburu. Tetapi kali ini dia ditangkap oleh suku primitif yang mempersembahkan manusia hidup kepada dewa pujaan mereka.

Suku primitif itu meletakkan tubuh raja tersebut di atas altar, ketika hendak bersiap-siap mengorbankan nyawa raja tersebut, pemimpin suku tersebut menemukan persembahan korbannya ini tidak memiliki satu jari tangan, karena itu dia akhirnya melepaskan korbannya. Menurut anggapan suku primitif tersebut, korban mereka itu kurang sempurna, sehingga tidak boleh dijadikan korban bagi dewa mereka.

“Setelah kembali ke istana, raja tersebut lalu memerintahkan untuk melepaskan budak itu dari penjara, dengan ramah raja itu berkata kepada budaknya, “Sobatku yang baik, Tuhan benar-benar memperlakukan saya dengan baik. Saya hampir terbunuh oleh suku primitif, beruntunglah karena saya kehilangan satu jari tangan, maka saya dilepaskan oleh mereka! Tetapi saya masih ada satu pertanyaan, jikalau Tuhan benar-benar baik, mengapa Tuhan membiarkan saya menghukummu masuk ke penjara?”

“Paduka Raja, seandainya kali ini saya pergi berburu bersama Paduka, maka diri saya yang akan menggantikan paduka untuk menjadi korbannya, karena saya tidak kekurangan jari tangan. Maka ingatlah selalu, setiap hal yang yang Tuhan lakukan pasti sempurna, tidak akan bisa salah,” jawab budak itu.

Seringkali kita selalu mengeluhkan segala hal-hal negatif yang kita jumpai dalam kehidupan ini, dan melupakan bahwa tidak ada satu hal di dunia yang terjadi secara kebetulan, setiap hal pasti mengandung arti tertentu. Setiap pagi, kita seharusnya menyerahkan satu hari kita ini kepada Tuhan untuk mengatur. Memohon kepada Tuhan membangkitkan inspirasi dalam pikiran kita, memberikan petunjuk yang tepat terhadap tindakan kita, menenangkan perasaan kita. Anda tidak perlu takut, Tuhan selamanya tidak akan salah.

Tahukah Anda mengapa informasi tersebut bisa jatuh ke tangan Anda? Saya tidak tahu, tetapi Tuhan pasti tahu, karena Tuhan selamanya tidak akan salah. Jalan dan apa yang dikatakan oleh Tuhan itu adalah sempurna dan tidak ada cacat. Itu adalah jalan yang harus ditempuh oleh setiap manusia yang percaya kepada Tuhan. Persis seperti apa yang telah dikatakan oleh Tuhan dalam Alkitab ayat 2 Samuel 22: 31. Tanpa sedikit keraguan pun datangnya informasi tepat pada waktunya.

Semoga Tuhan akan memberikan Anda sebuah niatan untuk meneruskan informasi tersebut kepada orang lain. Jangan menjadi sungkan untuk mengirimkan informasi tersebut kepada orang yang sesuai. Tuhan itu maha tahu, Tuhan juga tahu mengapa harus berbuat demikian. Tuhan mutlak tidak akan salah!  (Chen Hong / The Epoch Times / lin)



 
 


   Berita / Artikel Terkait :
  21-5-2013 23:25:07 Bagaimana Temukan Kebahagiaan Menurut Dunia Ilmiah? Tidak Dapat Dicapai Melalui Material Melainkan Spiritual
  16-5-2013 22:14:57 Pandangan Sejati Tentang Peradaban dan Kehidupan Manusia (28): Mengenal Dunia Secara Tepat
  11-5-2013 20:41:40 Pandangan Sejati Tentang Peradaban dan Kehidupan Manusia (27): Bersikeras Menunjuk Jari Sebagai Bulan
  09-5-2013 17:55:13 Jika Tidak Ada Dalam Nasib Jangan Dipaksakan
  03-5-2013 00:20:46 Pandangan Sejati Tentang Peradaban dan Kehidupan Manusia (26): Ingin Mengenal Sistem, Harus Melompat Keluar dari Sistem

   Kembali ke atas
 
 
Klik di sini untuk melihat Foto2 Produk Kami di Facebook
 
Epochtimes Indonesia e-paper
 
NTDTV Live Streaming
 
 
 
 
 
   


  About Us | Redaksi | Pasang Iklan | Contact Us | e-Paper | Mobile | Radio | TV | Sitemap | RSS Feeds  
 
Bahasa :
 
 
Copyright 2008 The Epoch Times Indonesia
Ketentuan Penggunaan | Disclaimer