Home Berita Nasional Berita Internasional Berita dan Budaya China Bisnis dan Ekonomi Kehidupan Kesehatan Iptek Entertainment Wisata dan Keluarga Serba Serbi Video Youmaker

Percetakan dan Souvenir
Page : << 1 2 3 4 5 ... 68 >>

Share:   Lintas Berita     Facebook     Tweet     Google     Digg     del.icio.us

 Cetak    Email    Komentar

Minggu, 15 Juli 2012
PIKIRAN DALAM BAYANGAN LAMPU DAN SUARA HUJAN


Kehidupan, sebenarnya adalah sebuah perjalanan kembali ke asal batin manusia. Biarkanlah batin ini kembali ke kampung halaman spiritual yang indah itu. (AWAKENINGBUSINESS.COM)
Kehidupan, sebenarnya adalah sebuah perjalanan kembali ke asal batin manusia. Biarkanlah batin ini kembali ke kampung halaman spiritual yang indah itu. (AWAKENINGBUSINESS.COM)
(Epochtimes.co.id)

Malam telah larut, rintik-rintik hujan turun terlihat diluar jendela. Mendengar suara hujan, bagaikan bagan rima yang tidak terlalu keras dan tidak terlalu lemah, mengetuk perlahan kanopi pintu dan jendela kecil, menjaga jarak tertentu dari saya.

Mendadak saya merasakan, ternyata keindahan dengan jarak tersebut menjadi sedemikian pas. Tidak ada kesengsaraan untuk menjadi basah, tetapi bisa menikmati hujan di malam hari bagaikan sebuah sajak, bisa mendengarkan suara rintik hujan yang menggugah perasaan.

Melihat melalui jendela, lampu jalanan dalam hujan bagaikan diselubungi kain kasa, sinar lampu yang temaram, menguraikan suara keramaian kota. Cahaya lampu membias di jalanan yang telah dibasahi oleh air hujan. Diliputi kelembutan dan ketenangan bagai cahaya bintang-bintang. Suasana dan pemandangan seperti ini, selalu bisa membuat saya teringat akan sinar lampu saat senja yang memancar keluar dari jendela-jendela rumah tua yang berada di pedesaan. Jalan pikiran akan menelusuri jalan kecil dalam memori, terus melalui pintu depan rumah para tetangga, melewati pohon abu dan pohon willow yang berada di depan rumah, kemudian menuju ke arah sinar lampu yang hangat dan ramah, akhirnya ke ruang waktu yang meski telah berlalu namun masih tetap ada.

Karena suara hujan, seluruh ruang menampakkan ketenangan luar biasa. Bayangan lampu di depan dinding, menambahkan semacam kejelasan yang lain. Malam yang demikian ini, paling cocok dimanfaatkan untuk membaca buku, atau merenungkan sesuatu. Tidak peduli itu membaca buku atau merenungkan sesuatu, sebenarnya juga sama-sama sedang mendengarkan. Mendengarkan suara langkah kaki orang dahulu yang disisakan untuk sekarang, mendengarkan suara tunggal diri sendiri yang menanyakan lubuk hati.

Setiap kali hingga saat begini, saya selalu terpikirkan: Kehidupan manusia mungkin adalah sebuah perjalanan spiritual, adalah sebuah perjalanan yang mencari dan mengejar makna arti dari kehidupan. Masa perjalanan tersebut, berjalan sepanjang perjalanan dalam aksara kata dari orang terdahulu, lalu berjalan berliku-liku masuk kedalam lubuk hati kita semua, karena itu tidak peduli itu adalah aksara kata dari orang pendulu, atau di dalam lubuk hati kita, acapkali bisa bertanya: Dimanakah makna dari kehidupan ini?

Karena itu dalam dunia fana, kita selalu bergegas, selalu mengejar dan mencari, naik turun dan pasang surut, berangsur-angsur, sepasang mata tertutup dan tersesat dalam nama dan keuntungan, batin kita tergoda oleh nafsu materialis, akhirnya merasakan kebingungan dan kelelahan.

Saat ini, mendadak menemukan, walau sudah melewati seribu layar juga bukan itu, saya sangat mendambakan bisa melepaskan segala beban ini, untuk membiarkan batin kita kembali ke awal yang paling murni tulen nan indah! Kehidupan, sebenarnya adalah sebuah perjalanan kembali ke asal dari batin manusia.

Biarkanlah batin ini kembali ke awal kampung halaman spiritual yang indah itu. Malam seperti ini, dalam suara hujan dan bayangan lampu seperti ini, beginilah saya berpikir.  (Yi Zhu / The Epoch Times / lin)



 
 


   Berita / Artikel Terkait :
  16-5-2013 22:14:57 Pandangan Sejati Tentang Peradaban dan Kehidupan Manusia (28): Mengenal Dunia Secara Tepat
  11-5-2013 20:41:40 Pandangan Sejati Tentang Peradaban dan Kehidupan Manusia (27): Bersikeras Menunjuk Jari Sebagai Bulan
  03-5-2013 00:20:46 Pandangan Sejati Tentang Peradaban dan Kehidupan Manusia (26): Ingin Mengenal Sistem, Harus Melompat Keluar dari Sistem
  30-4-2013 21:50:05 Kemampuan Telepati Gadis Cilik Penderita Autis - Dapat Membaca Pikiran Sang Ibu
  24-4-2013 21:22:34 Pandangan Sejati Tentang Peradaban dan Kehidupan Manusia (25): Ilmu Pengetahuan Sejati Terkandung Moralitas

   Kembali ke atas
 
 
Klik di sini untuk melihat Foto2 Produk Kami di Facebook
 
Epochtimes Indonesia e-paper
 
NTDTV Live Streaming
 
 
 
 
 
   


  About Us | Redaksi | Pasang Iklan | Contact Us | e-Paper | Mobile | Radio | TV | Sitemap | RSS Feeds  
 
Bahasa :
 
 
Copyright 2008 The Epoch Times Indonesia
Ketentuan Penggunaan | Disclaimer