(Epochtimes.co.id)Kisah tentang Alien dan penampakannya yang semakin sering di seluruh penjuru dunia, belakangan ini memperoleh tanggapan ramai oleh pembaca netter global, meskipun masih terdapat pro-kontra dalam hal tersebut, mulai edisi 250 lalu The Epoch Times menurunkan salah satu cerita populer tersebut untuk menambah wawasan bagi pembaca yang pro dan dongeng fiksi yang menarik bagi pembaca yang kontra...
Jawaban sebetulnya sangat sederhana. Darimanakah datangnya bencana tersebut? Ia dikontrol para Dewa. Dewa berbeda mengendalikan bencana berbeda. Jika akurasi ramalannya tinggi maka banyak orang akan memercayai Alien dan tidak lagi memercayai sang Pencipta. Maka bukankah dengan demikian muslihat Alien telah berjalan mulus?
Yang turut merancang muslihat di atas adalah Alien jahat, yaitu Alien negatif. Tidak semua Alien terlibat dalam konspirasi itu. Ada sebagian Alien positif bertitik-tolak dari niat baik guna menolong umat manusia, namun kemampuan mereka terbatas, hanya mampu melihat fenomena ruang tingkat rendah dan tidak mengetahui fakta perubahan kolosal pemurnian alam semesta kali ini. Mereka mengetahui ruangnya sendiri bakal musnah, dikiranya asalkan meningkatkan taraf dan berevolusi ke ruang tingkat tinggi maka mereka bisa meloloskan diri dari bencana. Akan tetapi mereka tidak mengetahui bahwa perubahan pemurnian alam semesta berlangsung di semua ruang, sejak dari tingkat tinggi berurutan hingga ke tingkat bawah, tanpa kecuali. Materi dan mahluk hidup yang tidak memenuhi kriteria di setiap level bakal dimusnahkan.
Ruang alam semesta di luar Bima Sakti sudah sejak beberapa tahun lalu selesai dimurnikan. Akhir-akhir ini para astronom kita sudah mengobservasi dan menemukan pemusnahan sejumlah galaksi lama dan fenomena megah spektakuler kelahiran galaksi baru. Jumlahnya banyak belum pernah terdeteksi oleh umat manusia terdahulu dan juga sulit dinalar. Sebenarnya itu adalah proses pemurnian dari alam semesta yang diproyeksikan secara nyata di hadapan umat manusia.
Selain itu para ilmuwan sekarang juga menemukan alam semesta sedang mekar dengan kecepatan tinggi, Bima Sakti, galaksi kediaman tata surya kita, sedang dengan pesat menjauh dari galaksi lainnya, apabila terus berlangsung seperti ini ia akan menjadi roh gentayangan di dalam alam semesta, para ilmuwan dewasa ini tidak dapat menjelaskan penyebab dari fenomena ini.
Sebetulnya inilah perwujudan nyata dari proses pemurnian terakhir yang berlangsung di alam semesta. Kini tinggal tersisa Bima Sakti yang belum tuntas dimurnikan, itu sebabnya Sang Pencipta memisahkan Bima Sakti dengan alam semesta yang sudah tuntas termurnikan, jika tidak maka dapat mencemari alam semesta baru lainnya yang sudah selesai menjalani pemurnian.
Di dalam lingkup Bima Sakti juga terdapat banyak ruang, dari tingkat tinggi hingga tingkat rendah juga terdapat ruang tak terhitung banyaknya, ruang umat manusia kita terletak di ruang tingkat rendah Bima Sakti, sebagian Alien yang lolos sekarang ini bersembunyi di ruang berbeda tersebut. Ruang tingkat tinggi dari Bima Sakti saat ini juga sudah selesai dimurnikan, telah selesai diubah dan memasuki periode alam semesta baru.
Planet tempat tinggal Alien sudah dimusnahkan, lantaran terpaksa, maka Alien demi menyelamatkan nyawanya hanya dapat melarikan diri ke ruang paling rendah yakni ruang eksistensi kita umat manusia, sebagian besar darinya menyamar menjadi manusia dan bersembunyi di antara masyarakat manusia.
Dewasa ini, tren pemurnian besar alam semesta sudah mencapai ruang eksistensi Alien dan manusia di lapis rendah, sudah berada di ambang akhir pemurnian. Boleh dibilang, proses pemurnian besar alam semesta sekarang ini sudah berada pada akhir dari tahapan akhir. Hanya saja ketrampilan observasi iptek manusia dewasa ini masih terbelakang, maka dari itu tidak mampu mendeteksi fenomena penyaringan besar-besaran mendebarkan yang berlangsung di setiap lapis alam semesta tersebut.
Proses pemurnian besar alam semesta adalah proses perubahan dari alam semesta lama ke alam semesta baru, itulah proses pemurnian besar umat manusia di dalam ruang/dimensi umat manusia. Pada awalnya waktu yang diatur oleh Dewa ialah dari 1992 - 2012, total 20 tahun. Inilah yang disebutkan oleh bangsa Maya sebagai pemurnian umat manusia dan asal usul ramalan akhir zaman orang Maya. Ramalan mereka merupakan pewarisan khusus yang ditinggalkan oleh Dewa mereka guna memperingatkan orang-orang pada akhir zaman sekarang ini.
Akhir dari proses pemurnian ruang umat manusia oleh Dewa telah diatur sebuah ending seperti yang disebutkan di dalam Alkitab tentang persidangan akhir. Usai persidangan akhir para umat manusia, selesai sudah pemurnian ruang umat manusia, yang menandakan segenap alam semesta besar usai dimurnikan, jagad raya baru telah dilahirkan.
Coba renungkan, sekarang padahal kriteria Alien untuk alam semesta baru dengan tingkatan paling rendah saja tidak sesuai, maka kriteria lapis atas malah semakin tidak sesuai lagi. Jika tidak tahu-menahu kriteria tingkat atas maka apakah masuk akal mereka hendak membahas berevolusi ke ruang tingkat tinggi? Walau sebagian Alien memiliki kemampuan membuka ruang tingkat atas, mereka juga tidak mampu eksis disitu.
Ruang tingkat atas sudah balik ke sejatinya dan telah mencapai kriteria alam semesta baru, bagaimana mungkin membiarkan eksistensi materi dan mahluk hidup yang tidak memenuhi kriteria? Asalkan tidak memenuhi kriteria alam semesta baru, tak peduli hendak lari ke level mana, ruang mana, selalu menjadi target penyaringan.
Makhluk hidup seperti Alien ini setelah kiamat bakal berguguran disaring semua. Yang pernah mengikuti konspirasi semuanya dimusnahkan, bagi yang tidak terlibat intrik, di dalam jagad baru akan diluruskan dan terlahir kembali menjadi makhluk hidup di alam jagad baru. Ilmu pengetahuan modern yang diwariskan oleh Alien kepada manusia bumi lantaran tidak sesuai dengan perkembangan umat manusia, itu sebabnya juga akan dimusnahkan, umat manusia dunia baru bakal memiliki budaya baru sebagai gantinya.
Pertanyaannya mengapa tubuh manusia begitu berharga? Tubuh manusia belum pernah ada di dalam sejarah alam semesta lama, ia merupakan tubuh biologis paling indah sejak Tuhan menciptakan alam semesta. Melalui pengalaman selama tahunan yang tak terhitung, tubuh manusia sudah berubah menjadi sempurna. Dengan memiliki tubuh manusia, maka setelah melalui pertapaan (kultivasi) dan berhasil mencapai kesempurnaan, manusia dapat dengan leluasa menerobos segala ruang waktu dari alam semesta, hal seperti ini dahulu bahkan tak dapat dilakukan oleh Dewa sekalipun.
Saat ini, Dewa apapun jika hendak memperoleh tubuh manusia diharuskan memasuki Triloka dengan cara bereinkarnasi baru bisa, semua memori Dewa tersebut harus dihapus terlebih dahulu dan berada dalam kondisi tersesat di dalam kehidupan manusia. Di bawah kondisi seperti itu, maka Dewa berubah dan memperoleh tubuh manusia, kemungkinan untuk selamanya terus tersesat di dalam dunia manusia, hingga suatu saat musnah dan tak dapat menampakkan diri lagi untuk selamanya.
Dewa yang memasuki Triloka pada zaman dahulu tidak ada satupun yang berhasil balik kembali ke luar Triloka. Dahulu begitu seorang Dewa memasuki Triloka, menurut anggapan Dewa lainnya Dewa tersebut sudah dianggap mati, itu sebabnya Dewa manapun tidak berani secara gegabah memasuki Triloka.
Tempat eksistensi mereka bakal musnah, hal ini telah dapat terdeteksi oleh peramal Alien dan mereka mengetahui, dengan memperoleh tubuh manusia mereka akan dapat menembus seluruh ruang-ruang alam semesta, maka dianggapnya dengan demikian dapat meloloskan diri dari situasi kemusnahan, itulah mengapa mereka berdaya-upaya mati-matian hendak memiliki tubuh manusia. Akan tetapi mereka juga tidak ingin bereinkarnasi menjadi manusia, maka barulah terpikir oleh mereka dengan menggunakan muslihat untuk memperoleh tubuh manusia.
Sangat disayangkan, manusia zaman sekarang yang memiliki tubuh manusia namun tidak menyayanginya. Sungguh menyedihkan, sungguh sayang! (Beishang De xianzhi / The Epoch Times / whs)
Tamat