Home Berita Nasional Berita Internasional Berita dan Budaya China Bisnis dan Ekonomi Kehidupan Kesehatan Iptek Entertainment Wisata dan Keluarga Serba Serbi Video Youmaker

Percetakan dan Souvenir
Page : << 1 2 3 4 5 ... 68 >>

Share:   Lintas Berita     Facebook     Tweet     Google     Digg     del.icio.us

 Cetak    Email    Komentar

Minggu, 24 Juni 2012
DUNIA YANG LEBIH LUAS


(CLIPART)
(CLIPART)
(Epochtimes.co.id)

Kadang kala, anak seperti sebuah cermin, secara tidak sengaja, acapkali membuat diri kita tampak berat sebelah, keterbatasan diri, sehingga patut diperiksa dan direnungkan kembali...

Minggu sore, saya membersihkan loteng rumah, mendadak terdengar tangisan anak kecil dari ruang tamu di lantai bawah, serta suara hardikan orang dewasa. Saya bergegas ke bawah untuk mencari tahu, ternyata keponakan yang baru berusia lima tahun, sudah berkali-kali gagal menumpuk blok kayu dan menangis.

Bujukan dari orangtuanya sudah tidak efektif lagi, berubah menjadi kejengkelan dan terjerumus ke dalam situasi serba sulit. Saya menyadari, dalam situasi begini semua orang membutuhkan ruang yang lebih luas untuk berputar haluan, maka itu tanpa banyak bicara, saya langsung menggandeng kemenakan saya dan mengajaknya ke halaman rumah untuk bermain.

Setelah menggali tanah, mencabuti rumput, melihat bunga dan ikan, serta berjalan santai di halaman, sebentar saja hati keras dari si kecil sudah hilang bagaikan asap yang menguap, tanpa bekas, berganti suasana hati yang riang bergembira, dengan tampangnya polos murni, sungguh lucu sekali!

Saat ini, saya mengajaknya dengan suara lirih, “Bagaimana kita masuk ke rumah dan menyusun benteng blok kayu lagi! Anak itu langsung setuju, berusaha serius dan lebih bersemangat lagi, hasilnya sudah tentu semua pihak bergembira.

Abad-21 ini, perkembangan teknologi sangat pesat, langkah kaki manusia sejak dini sudah melampaui bumi dan berhasil mendarat di bulan, bahkan kini mengeksplorasi Mars! Namun, satu pikiran dan niatan kita dalam keseharian, masih tetap terbelenggu di lingkup kecil yang ada di depan mata, sulit untuk mengembangkannya, ini hanya sebagai paradoks. Jarak yang terbentuk terus-menerus melebar. Kalau begitu, dunia batin yang tidak berbentuk, juga seharusnya lebih lebar dan luas barulah betul!

Tangisan yang dicerminkan kemenakan saya itu, hanya menuntut hasil dan tidak mementingkan proses. Sedikit yang tahu, bahwa proses menentukan hasil, hasil itu merupakan produk pasti dari proses.

Orang yang pernah membaca Perjalanan menuju ke Barat (Kera Sakti), tidak sedikit yang berpikir demikian: Masalah mengambil kitab suci, jika diserahkan kepada Raja Kera maka sudah terlaksana, dengan beberapa kali salto saja akan beres semua, tidak membutuhkan perjalanan siang dan malam, membunuh setan dan menumpas iblis.

Tetapi, jika benar demikian maka cerita itu juga tidak menarik lagi. Daya pikat Perjalanan menuju ke Barat, bukan terletak pada pengalaman mereka setelah mengalami 81 kali rintangan kemudian mendapatkan Dharma Buddha, justru terletak dengan menghadapi semua rintangan itu, telah menumbuhkan keteguhan dan kebijaksanaan. Dengan kata lain, kekuatan kisah itu bukan terletak pada hasil melainkan pada proses.

Masih ada lagi, menghadapi situasi sulit, sekali jatuh tak dapat bangkit lagi, juga merupakan kesalahan yang sering kita langgar. Tidak berkemauan untuk maju, mudah menyerah, hanya bisa seperti seorang bocah kecil yang duduk didepan blok kayu yang runtuh, marah sambil menangis.

Seorang penyair Henry Wadsworth Longfellow dengan jelas menunjukkan, “Keberhasilan dan kegagalan, bukan tergantung pada suara hiruk pikuk di jalanan. Bukan pula terletak pada tepuk tangan dan sorak sorai air pasang. Melainkan terletak pada diri kita sendiri”.

Dalam perjalanan hidup seseorang, sulit bisa terhindar dari situasi sulit, Anda boleh memilih menghindar atau menghadapinya, hanya dengan melompat keluar dari bingkai, berpikir secara positif baru bisa membantu Anda menguraikan segala kesulitan.

Ruang waktu dimana kita berada, luas tak terukur, luar biasa muskil, dilihat dari sudut berbeda, akan terlihat wajah yang berbeda, jelas tidak bisa dibatasi oleh pemikiran kita yang sempit. Biarkanlah kita mencoba menggunakan pemikiran sederhana, untuk menguraikan suasana hati yang rumit, menciptakan sebuah dunia yang lebih luas. Biarkanlah batin bisa terenggangkan, jiwa mempunyai kelebihan tenaga!  (Fang Jing / The Epoch Times / lin)



 
 


   Berita / Artikel Terkait :
  22-5-2013 21:20:24 5 Anak Berbakat Indonesia Bertemu Lionel Messi di Doha
  17-5-2013 21:12:57 Keluarga Jenius Asal AS - 6 Anak Mulai Kuliah pada Usia 12 Tahun
  16-5-2013 22:32:28 Serial Pandangan Medis Tradisional Tiongkok: Tips Pemilihan Pakaian Bayi agar Anak Tidak Mudah Sakit
  16-5-2013 22:14:57 Pandangan Sejati Tentang Peradaban dan Kehidupan Manusia (28): Mengenal Dunia Secara Tepat
  11-5-2013 20:41:40 Pandangan Sejati Tentang Peradaban dan Kehidupan Manusia (27): Bersikeras Menunjuk Jari Sebagai Bulan

   Kembali ke atas
 
 
Klik di sini untuk melihat Foto2 Produk Kami di Facebook
 
Epochtimes Indonesia e-paper
 
NTDTV Live Streaming
 
 
 
 
 
   


  About Us | Redaksi | Pasang Iklan | Contact Us | e-Paper | Mobile | Radio | TV | Sitemap | RSS Feeds  
 
Bahasa :
 
 
Copyright 2008 The Epoch Times Indonesia
Ketentuan Penggunaan | Disclaimer