(Epochtimes.co.id)Menurut sebuah studi internasional terbaru, beberapa dinosaurus herbivora raksasa sudah dalam kondisi nyaris punah sebelum datangnya hantaman asteroid yang diduga mengakhiri era dinosaurus pada sekitar 65,5 juta tahun yang lalu.
Dipimpin oleh Museum Sejarah Alam Amerika, tim peneliti menyelidiki kepunahan massal di masa Kapur Akhir pada beberapa kelompok dinosaurus ditinjau dari variasi struktur tubuh atau kelainan morfologis.
"Apakah letusan gunung berapi yang terjadi secara mendadak ataukah dampak dari hantaman asteroid yang menyebabkan dinosaurus terpaksa harus mengakhiri keemasan mereka?" tanya pemimpin penulis studi Steve Brusatte dari Universitas Columbia dalam siaran pers.
"Kami menemukan bahwa (kepunahan) itu mungkin jauh lebih kompleks, dan mungkin bukan disebabkan oleh bencana mendadak seperti yang sering digambarkan sebelumnya."
Sebelumnya, penelitian serupa telah memperkirakan perubahan jumlah spesies, tetapi berdasarkan catatan dari fosil yang ditemukan, hal ini masih belum dapat dipastikan.
"Di tempat di mana terdapat lebih banyak batu karang dan fosil ditemukan, seperti di Great Plains Amerika, Anda akan menjumpai lebih banyak spesies (dinosaurus)," jelas Brusatte. "Kami ingin menelaah sejumlah spesies sederhana untuk penelitian ini."
Tim meneliti tujuh kelompok dinosaurus meliputi hampir 150 spesies. Mereka menemukan bahwa sebagia besar dinosaurus herbivora seperti ceratopsids dan Hadrosaurus mungkin telah mengalami penurunan keanekaragaman hayati dalam 12 juta tahun terakhir menjelang periode Kapur.
Sementara itu, tiga jenis dinosaurus menunjukkan sedikit perubahan dalam keanekaragaman hayati dan bahkan mengalami sedikit peningkatan, yaitu beberapa karnivora (coelurosaurs dan tyrannosaurus), beberapa herbivora kecil (ankylosaurs dan pachycephalosaurs), dan herbivora raksasa seperti Sauropoda, yang hanya memiliki kemampuan mengunyah yang terbatas.
Namun, lokasi geografi s juga menjadi faktor rumit lainnya, seperti misalnya Hadrosaurus yang mengalami penurunan populasi di Amerika Utara sedangkan di Asia justru kemungkinan diperkirakan meningkat.
"Perhitungan disparitas ini memberikan gambaran yang lebih bernuansa dari 12 juta tahun terakhir menjelang akhir sejarah dinosaurus," kata Brusatte. "Hal ini jelas bertentangan berbagai teori sebelumnya, yang menyebutkan bahwa seluruh spesies dinosaurus langsung punah akibat dampak dari hantaman asteroid."
"Beberapa dinosaurus mengalami perubahan dramatis selama jangka waktu ini, dan herbivora besar tampaknya telah mengalami penurunan populasi dalam jangka panjang, setidaknya di Amerika Utara."
Para ilmuwan percaya bahwa catatan fosil di Amerika Utara tidak mungkin mencakup seluruh pola global, karena di sana mengalami perubahan geologi yang lebih ekstrim dibandingkan dengan benua lain.
Selanjutnya, tidak diketahui apakah dinosaurus yang telah mengalami penurunan populasi akan mampu bertahan seandainya tidak terjadi tabrakan asteroid.
"Karena suatu spesies yang mengalami penurunan populasi tidak berarti bahwa spesies itu pasti akan punah," ujar Mark Norell, ketua Divisi Paleontologi dalam Museum Sejarah Alam Amerika, dalam siaran pers. (Cassie Ryan / The Epoch Times / pls)