Home Berita Nasional Berita Internasional Berita dan Budaya China Bisnis dan Ekonomi Kehidupan Kesehatan Iptek Entertainment Wisata dan Keluarga Serba Serbi Video Youmaker

Percetakan dan Souvenir
Page : << 1 2 3 4 5 ... 85 >>

Share:   Lintas Berita     Facebook     Tweet     Google     Digg     del.icio.us

 Cetak    Email    Komentar

Kamis, 19 Juli 2012
MENGHINDARKAN TABRAKAN PESAWAT TERBANG DENGAN BURUNG


Sekawanan angsa Kanada. (US FISH AND WILDLIFE SERVICE)
Sekawanan angsa Kanada. (US FISH AND WILDLIFE SERVICE)
(Epochtimes.co.id)

Membuat pesawat lebih jelas terlihat dengan tata pencahayaan yang lebih terang mungkin dapat membantu untuk mencegah tabrakan dengan burung.

Tabrakan antara pesawat terbang dengan satwa liar telah merugikan biaya industri penerbangan sipil di seluruh dunia lebih dari 1,2 miliar dollar AS (sekitar 10,2 triliun rupiah) per tahun.

Sebagian besar upaya untuk mencegah tabrakan dengan burung telah dilakukan di bandara pusat, namun strategi yang lebih matang tampaknya masih diperlukan seperti yang ditunjukkan oleh pendaratan darurat dari penerbangan Airways - AS pada 2009 di Sungai Hudson, New York, setelah menabrak sekawanan angsa Kanada.

Sebuah tim peneliti AS telah mempelajari bagaimana angsa Kanada bereaksi terhadap berbagai model radio kontrol pesawat terbang, menggabungkan sensorik visual ekologi dengan perilaku anti-predator (perilaku untuk menghindari pemangsa).

“Penglihatan burung dan manusia jauh berbeda, jadi kami tidak dapat menerjemahkan pemahaman persepsi kita terhadap masalah burung dalam menghindari pesawat terbang,” jelas rekan penulis studi, Bradley Blackwell di Departemen Pertanian AS dalam sebuah pernyataan.

Tim mengamati respon dari angsa dengan menggunakan tiga pesawat remote control – satu dengan lampu menyala, satu dengan lampu padam, dan satu dicat agar terlihat seperti burung pemangsa.

Dan mereka menemukan bahwa burung-burung tersebut bereaksi lebih cepat dengan pesawat yang lampunya menyala dan pesawat yang menyerupai pemangsa.

“Karena angsa Kanada akan merespon pendekatan pesawat terbang sebagai ancaman potensial, teori di balik bagaimana hewan menanggapi predator sangat berlaku untuk memahami respon terhadap pendekatan pesawat terbang, dan kita dapat meningkatkan respon melalui pencahayaan,” tutur Blackwell.

Ini adalah langkah pertama dalam rencana para peneliti. Mereka bertujuan untuk merancang sistem pencahayaan yang terlihat oleh berbagai burung dengan mempelajari spesies lain yang sering terlibat dalam tabrakan dengan pesawat.

“Selain penerangan, kita juga ingin memahami bagaimana untuk memanipulasi skema cat pesawat sehingga membuat burung dapat lebih mudah untuk mendeteksinya. Ini pekerjaan yang menarik,” kata Blackwell.

Studi ini dipublikasikan dalam British Ecological Society’s Journal of Applied Ecology pada 9 Juli. (Cassie Ryan / The Epoch Times / zzr)



 
 


   Berita / Artikel Terkait :
  24-4-2013 21:28:43 Kembalinya Flu Burung di Tiongkok
  14-4-2013 15:08:03 Burung Pipit Ditemukan Mati di Nanjing, RRT yang Mengklaim 2 Kasus Flu Burung
  26-3-2013 22:14:39 Menangkap Keceriaan Burung Liar - Sediakan Rumah Burung Dekoratif di Taman
  15-1-2013 06:16:49 Kicauan Burung Layaknya Musik bagi Manusia
  15-12-2012 02:04:15 Penginapan Ala Sarang Burung di Swedia

   Kembali ke atas
 
 
Klik di sini untuk melihat Foto2 Produk Kami di Facebook
 
Epochtimes Indonesia e-paper
 
NTDTV Live Streaming
 
 
 
 
 
   


  About Us | Redaksi | Pasang Iklan | Contact Us | e-Paper | Mobile | Radio | TV | Sitemap | RSS Feeds  
 
Bahasa :
 
 
Copyright 2008 The Epoch Times Indonesia
Ketentuan Penggunaan | Disclaimer