(Epochtimes.co.id)Sekitar 4-5 bulan lalu, di RRT telah terjadi sederetan peristiwa dramatis:
- Mantan kepala kepolisian Kota Chongqing, Wang Lijun, melarikan diri ke Konjen AS;
- Mantan Sekjen PKT Kota Chongqing, Bo Xilai, dicopot dari jabatannya;
- Pengacara HAM tunanetra, Chen Guangcheng, meloloskan diri dari tahanan rumah dan ditolong oleh pemerintah AS;
- Menjelang Kongres Nasional PKT ke-18 telah terjadi pertarungan sengit antar penguasa tinggi PKT.
Situasi politik RRT dewasa ini sedang mengalami guncangan yang menjadi sorotan seluruh dunia.
19 Juli lalu, The Epoch Times mengadakan seminar di gedung Parlemen AS dengan tema Menjadikan Makna Positif Keguncangan Situasi Politik Dewasa Ini di RRT, para pakar menunjukkan, pengungkapan skandal kejahatan besar yang menggemparkan dunia oleh pelaku kejahatan utama Jiang Zemin cs yang dilakukan selama 13 tahun dalam penindasan terhadap Falun Gong, kini sedang terungkap secara keseluruhan, begitu mendapatkan pengakuan internasional, maka akan mengancam eksistensi PKT dan mengakibatkan perubahan drastis masyarakat Tiongkok. Permasalahan inti masyarakat Tiongkok yakni: Falun Gong, merupakan sebuah lintasan yang tidak dapat diterobos oleh penguasa RRT.
Penulis Bloody Harvest: Organ Harvesting of Falun Gong Practitioners in China, yang juga mantan anggota Senat senior Kanada, David Kilgour mengatakan, Tiongkok yang demokratis tidak akan menjebloskan penduduknya yang berlatih Falun Gong yang tidak bersalah ke dalam kamp kerja paksa bahkan membunuh mereka, juga tidak akan melakukan kejahatan pengambilan hidup-hidup organ praktisi Falun Gong. Kilgour juga mengatakan, pada 2010 di RRT telah terjadi “insiden massal” sebanyak 180.000 kali, 2 kali lebih banyak daripada 2006. Namun, PKT masih tetap saja mengandalkan penindasan dan pengendalian secara kejam untuk mempertahankan kekuasaannya.
Juru bicara Organisasi Dokter Anti Pengambilan Paksa Organ (DAFOH) Dr. Damon Noto mengatakan, para ahli dari seluruh dunia yang terjun ke dalam pencangkokan organ menemukan, pasien mereka memberitahu, telah ke Tiongkok melakukan operasi pencangkokan, dalam tempo 2 minggu telah mendapatkan organnya. Padahal orang yang memiliki dasar pengetahuan tentang kesehatan semua tahu, dalam waktu yang begitu singkat bisa mendapatkan organ yang cocok untuk dicangkokkan adalah sebuah kesulitan yang amat besar. Dr.Noto memperkenalkan kepada hadirin sebuah buku yang baru saja terbit, karya bersama pengacara HAM internasional David Matas dengan Dr. Torsten Trey, buku yang berjudul State Organs: Transplant Abuse in China (Lembaga Negara: Penyalahgunaan Transplantasi di RRT) telah memasukkan bukti-bukti pengambilan organ secara ilegal yang dilakukan PKT, didokumentasikan oleh para pakar kalangan kedokteran, bidang hukum serta HAM dari 7 negara dan 4 benua di seluruh dunia.
Redaktur grup The Epoch Times edisi bahasa Inggris, Matthew Robertson, dalam pidatonya menyebutkan, skandal mega kejahatan Jiang Zemin cs, penjahat utama penindasan terhadap Falun Gong selama 13 tahun ini telah menggemparkan dunia, seluruh rahasia kejahatannya sedang terungkap. Begitu mendapatkan pengakuan internasional, maka akan mengancam eksistensi PKT dan dapat mengakibatkan perubahan dahsyat dalam masyarakat RRT. Keputusan Jiang Zemin untuk melakukan penindasan terhadap Falun Gong memaksanya mendirikan lembaga kekuasaan ke-2 (tandingan) dalam pemerintahan PKT dan didirikan di luar jalur hukum, ketika “halaman belakang rumah” yang anarkis tersebut mengalami kebakaran, maka akan mendorong PKT ke babak akhir cerita yang menghancurkan.
Kepala Bagian Studi Kebijakan Asosiasi Pengacara HAM yang juga seorang ahli masalah Tiongkok, Xia Yiyang mengatakan, berhubung Falun Gong tidak melanggar hukum apapun, sehingga kebijakan melenyapkan Falun Gong yang dilaksanakan oleh PKT sama sekali tidak memiliki dasar hukum. Maka Jiang menggunakan mesin partai yakni: Komite Politik dan Hukum untuk menindas Falun Gong. Ia mengatakan, sejumlah aktivis HAM, pengacara HAM juga dianiaya melalui cara dan sistem penguasa yang sama, dewasa ini Komite Politik dan Hukum serta Kantor-610 eksis demi menindas Falun Gong, ini merupakan sumber permasalahan, demi melindungi apa yang disebut ketentraman masyarakat, justru mendatangkan ketidak tentraman yang lebih banyak.
Ketika menjawab pertanyaan hadirin, Xia mengatakan, PKT dalam setiap tahap perkembangan selalu membutuhkan keberadaan “musuh”, jika tidak ada “musuh” PKT tidak akan eksis lagi. Ini ditentukan oleh sifat hakiki PKT sendiri. Masyarakat hanya perlu mengenal dengan jelas sifat hakiki PKT, baru dapat memahami sumber asal ketidak-tentraman Tiongkok adalah PKT. Selama PKT belum runtuh, HAM paling mendasar rakyat Tiongkok tidak akan mendapatkan jaminan, terlebih pula tidak mungkin membicarakan lagi masalah penegakan sistem hukum dan demokrasi serta kebebasan.
Hampir 30 anggota senat dan parlemen AS serta sejumlah wakil dari berbagai komisi hadir dalam seminar, banyak hadirin mengajukan pertanyaan, interaksi kedua arah sangat semarak. (Li Mingxi / The Epoch Times / tys)