(Epochtimes.co.id)26 Juni adalah Hari Anti Penyiksaan Internasional. Pada hari itu, Edward McMillan-Scott, wakil ketua Parlemen Eropa yang membidangi masalah HAM, dalam acara video “Fokus RRT” yang berhubungan dengan peringatan Hari Anti Penyiksaan Internasional telah menyampaikan pidato.
Sebelumnya ditayangkan pula sebuah film rekaman tentang penyingkapan penyiksaan yang dialami oleh praktisi Falun Gong dari Daratan Tiongkok. Dalam pidatonya, Scott mengatakan bahwa RRT selalu merupakan pelaku penyiksaan paling parah yang ditujukan kepada rakyatnya sendiri, dan korbannya sebagian besar tidak bersalah, mereka dihukum hanya karena kepercayaan dan keyakinan politik.
Dalam rapat itu Scott telah menayangkan sepotong video rekaman yang menceritakan seorang praktisi Falun Gong (aliran spiritual asal Tiongkok yang ditindas oleh Partai Komunis Tiongkok sejak 1999) dari Daratan Tiongkok Zhang Lianying yang mengalami penyiksaan hingga terancam jiwanya di kamp kerja paksa perempuan di Beijing. (http://www.youtube.com/watch?v=u1BFuI9EBnI&feature=youtu.be)
Zhang Lianying adalah seorang akuntan publik, mantan direktur sebuah departemen di Grup Guangda Beijing. Lantaran berlatih Falun Gong, dia ditangkap dan dianiaya. Setelah dibebaskan, dia mengirim surat dan data-data kepada Parlemen Eropa, yang secara detil mengungkap 50-80 persen cara penyiksaan dan pengaiayaan yang digunakan pada dirinya ketika berada dalam penjara dan kamp kerja paksa di RRT.
Mantan Komisaris Anti Penyiksaan PBB dan ahli hukum Austria, Dr Manfred Nowak beranggapan, kira-kira sebanyak 7-8 juta orang dalam kamp kerja paksa yang mengalami “cuci otak”, dimana 2 /3-nya adalah praktisi Falun Gong.
Zhang Lianying ketika menerima wawancara The Epoch Times mengatakan sangat berterima kasih kepada Scott dan semua orang yang baik hati, dan organisasi yang mendukung serta peduli terhadap Falun Gong.
Zhang mengatakan: ”Hingga kini, penyalahgunaan penyiksaan masih terus merajalela di RRT. Saya sangat sedih. PKT (Partai Komunis Tiongkok) tidak menghiraukan kutukan internasional dan terus melanjutkan perbuatan jahat. Dewasa ini rakyat Tiongkok tengah bangkit. Yang bersedia tampil ke depan publik secara terbuka mendukung Falun Gong seolah tak ada habisnya. Ini merupakan kehendak Tuhan.”
Zhang mengungkapkan bahwa dia bersama praktisi Falun Gong yang juga mengalami penyiksaan akan melakukan tuntutan bersama terhadap biang keladi penganiaya Falun Gong. Dewasa ini, bukti-bukti yang bersangkutan telah disampaikan kepada pengacara, satu diantaranya adalah kejahatan penyiksaan.
Mantan Presiden RRT, Jiang Zemin di satu sisi berjanji akan mengurangi kasus penyiksaan di RRT, dan meniru Hitler yang mengizinkan sebagian wartawan media arus utama di dunia untuk mengunjungi kamp kerja paksa yang “tampak beradab” untuk mengelabui dunia. Namun di sisi lain, kasus penyiksaan di RRT justru kian hari kian banyak, terutama penganiayaan terhadap masyarakat yang berlatih Falun Gong. Dan yang paling banyak menjadi korban adalah para perempuan setengah baya. Sungguh mengerikan. (Li Mingxi / The Epoch Times / tys)