(Epochtimes.co.id)Teror Besar (1936-1938)
Stalin mengetahui sebuah rahasia bahwa Marxisme tidak memiliki sifat praktek dan revolusi secara umum. Sebagai seorang sosialis dan patriot yang sejati, dia menganjurkan pemerintahan otokratis yang berpandangan maju dan penguasaan yang bersifat otoriter.
Pemimpin NKVD, pentolan spionase Ezhov adalah penanggung jawab teror besar pada masa 1936-1938. Ada cendekiawan berhasil membuktikan bahwa sedikitnya ada 6 juta orang yang ditangkap, 3 juta orang terbunuh, serta 2 juta orang mati dalam penjara dan kamp konsentrasi. Namun ahli sejarah beranggapan bahwa angka tersebut sangat berlebihan.
Dari catatan dokumen Politbiro Partai Komunis (PK) Soviet menunjukkan, penggerak teror besar dimulai dari politbiro PK Soviet, terutama dari Stalin sendiri. Politbiro PK Soviet pada 2 Juli 1937 mengirim telegram kepada segenap daerah, memerintahkan penangkapan terhadap para petani kaya dan penjahat. Melalui pengadilan Troiki (petinggi polisi rahasia, pimpinan kejaksaan dan keamanan negara), mengeksekusi terpidana yang paling berat, sedangkan yang lebih ringan diusir keluar negeri. Beberapa minggu kemudian berdasarkan laporan yang diterima, Ezhov dalam razia khusus telah menangkap 229.450 orang, dan 72. 950 orang dibunuh.
Pada 25 Agustus 1937, sebanyak 225.000 orang dihukum mati, 16.800 orang dipenjara. Pada 3 Januari 1938, 57.200 orang ditangkap, 48.000 orang dihukum mati. Sejak 1 Februari hingga 29 Agustus 1938, politbiro PK Soviet mengizinkan lagi 90.000 orang dihukum mati.
Daftar hitam dari komite hukum politbiro yang ditandatangani Stalin sebanyak 338 lembar, diantaranya 44.000 orang, yang merupakan pimpinan dari tentara, pemerintahan, serta partai, sedikitnya 39.000 orang dihukum mati, Stalin dan seluruh pemimpin politbiro ikut serta dalam kegiatan pembersihan di berbagai daerah, diantaranya termasuk Gorbachev yang bertanggung jawab atas pembersihan di Ukraina.
Stalin merupakan tokoh utama penggerak dan pelaku sebagian besar tindakan penindasan. Pada 27 Agustus 1937, pukul 5 sore, Stalin menerima telegram dari sekretaris pertama Siberia yang meminta petunjuk atas penanganan terhadap sejumlah tertuduh pelaku pengrusakan. Sepuluh menit kemudian dibalas.” Saya usul semuanya dihukum mati, dan diumumkan di koran setempat.” Fakta membuktikan bahwa Stalin menguasai setiap tindakan Ezhov. Padahal Stalin-lah yang mengusulkan dan melantik Ezhov sebagai pemimpin dinas rahasia NKVD, namun akhirnya Stalin juga yang menghentikan aksi penangkapan secara besar-besaran oleh NKVD melalui CC PK Soviet, dan sepekan kemudian Ezhov diberhentikan, diganti oleh Beria.
Sesuka hati menggunakan hukum untuk menindas
Selama kurun waktu 1937-1938, NKVD telah menangkap sebanyak 1.575.000 orang, diantaranya 1.345.000 orang dijatuhi berbagai macam hukuman (84.5%), dan sebanyak 681.691 orang dihukum mati (51%).
Pengadilan khusus (gabungan dari kejaksaan, keamanan negara dan polisi rahasia) dibentuk untuk melaksanakan keputusan dan perintah politbiro CC PK Soviet. Setiap hari menangani tumpukan kasus, sehingga mereka berpikir diselesaikan lebih cepat lebih baik. Hukuman mati dilaksanakan beberapa minggu saja terhitung sejak mulai penangkapan hingga dikeluarkan keputusannya, dan tidak dapat naik banding, hanya dalam beberapa hari saja eksekusi telah dilaksanakan.
Demi memenuhi target atasannya, penguasa daerah kadang-kadang sekaligus menjerat keluarga terdakwa maupun orang lain yang tak bersalah. Tahanan dalam kamp Gulag sebanyak 70% adalah yang orang-orang berpendidikan tinggi, ini merupakan bukti penganiayaan penguasa PK Soveit terhadap kaum intelektual.
Kejahatan Stalin yang pertama terungkap adalah menganiaya kader partai, Gorbachev sengaja menutupi kejahatan Stalin dan PK Soviet dalam penganiayaan terhadap kaum intelek.
Penangkapan terhadap 5 anggota politbiro CC PK Soviet yang setia terhadap Stalin, 98 orang dari 139 anggota CC PK Soviet,1108 anggota dari 1996 wakil dalam kongres partai ke-17(tahun1934), 72 anggota dari 93 anggota CC Liga Pemuda PK Soviet, 319 anggota dari 385 sekretaris partai tingkat provinsi dan 2210 anggota dari 2750 sekretaris partai tingkat daerah.
Petinggi polisi rahasia, Leningrad, memerintahkan penangkapan terhadap 90% kader partai. Setelah Gorbachev menjabat sebagai Sekjen partai di Ukraina, dalam 1938 lebih dari 106.000 anggota partai ditangkap dan sebagian besar dihukum mati. Anggota CC PK Soviet di Ukraina hanya tinggal 3 orang. Kondisi serupa terjadi di berbagai daerah.
Sebelum musim gugur 1937, hampir semua kader partai dan ekonom ternama dibersihkan dari partai, semua jenjang pimpinan diganti dengan generasi baru. Brezhnev, Kosygin dan Gromyko semuanya menjadi pemimpin politbiro CC PK Soviet era 1970.
Pada Februari 1940, Perjanjian Persahabatan Soviet-Jerman ditandatangani, seba-nyak 570 anggota partai komunis Jerman yang ditahan di Soviet diserahkan kepada Gestapo Jerman.
Pembersihan total anggota PK Polandia dilakukan pada 1937-1938, sebanyak 12 anggota PK Polandia yang bertugas di CC PK Soviet dan di Komunis Internasional seluruhnya dihukum mati.
Pembersihan Tentara Merah
Perancang utama modernisasi tentara merah Soviet merangkap wakil menteri pertahanan, Marsekel Tukhachevsky, dan 7 jendral lainnya, termasuk panglima komando daerah, Jenderal Jonas Yakiv, dan Panglima Uborevich. Sepuluh hari kemudian, sebanyak 980 pati ditangkap, termasuk 21 panglima korps tentara, 37 panglima daerah militer, semuanya di bawah interogasi kejam dari Ezhov, telah mengakui kesalahannya sebelum diadili.
3 dari 5 marsekal, 13 dari 15 panglima korps tentara, 8 dari 9 laksamana, 50 dari 57 komandan pasukan khusus, 154 dari 186 komandan distrik militer, seluruh dari 16 komisaris politik korps tentara, 25 dari 28 komisaris politik pasukan khusus, semuanya dihukum mati.
Sejak bulan Mei 1937 sampai Agustus 1938, sebanyak 35.020 orang perwira ditangkap atau dipecat dari tentara, beberapa yang dihukum mati hingga kini tidak diketahui.
Kaum intelektual yang telah mengalami penindasan pada tahun 1922 dan 1928 -1931, pada bulan Maret - April 1937 lagi-lagi mengalami nasib serupa. Dimulai dari guru, dosen, professor, sarjana, pakar, yang dilanjut kepada para pengarang, wartawan, dan penerbit. Sekitar 2000 orang pengarang ditangkap atau dibunuh, ribuan pastor, pendeta dan hampir seluruh uskup dijebloskan ke dalam kamp konsentrasi, dan kali ini sebagian besar dihukum mati. Sebanyak 20.000 gereja dan masjid pada tahun 1936 hingga 1941 hanya tersisa kurang dari seribu. Pengurus gereja yang awalnya berjumlah 24.000 orang pada tahun 1936, hingga 1941 tersisa 5.665 orang.
Berdasarkan data-data di atas dapat diketahui, teror besar adalah dilakukan oleh pimpinan teras PK Soviet yang langsung berada di bawah komando Stalin. Teror besar telah mendirikan penguasa generasi baru “Stalinisme”, di bawah sistem birokrasi sipil dan militer, generasi baru yang tanpa ragu melaksanakan perintah Stalin. Teror besar telah membersihkan seluruh anasir yang dianggap membahayakan di masyarakat, seluruh mantan (mantan anasir pemerintah, partai dan militer serta berbagai perusahaan dan pekerjaan) telah disapu bersih.
Buruh di kota Berlin, Jerman Timur, pada tanggal 16 Juni 1953 melakukan mogok kerja yang memprotes penurunan gaji. Dan pada tanggal 17 Juni, tentara Soviet melakukan penindasan terhadap para buruh tersebut dengan mengerahkan tank. Hasilnya, 16 orang terbunuh, ratusan orang mengalami luka-luka, dan ribuan lainnya dijatuhi hukuman berat.
Pada tahun 1956, di kota Budapest Hungaria, telah terjadi pemberontakan bersenjata anti totaliter. Tentara Soviet mengerahkan pasukan dalam jumlah besar, menggunakan tank dan senapan mesin melakukan penindasan, sebanyak 3000 orang terbunuh, 25 ribu orang dijatuhi hukuman, dan puluhan ribu orang melarikan diri ke luar negeri. (Guo Guoding / The Epoch Times / tys)
bersambung