(Epochtimes.co.id)Sutradara : Alison Klayman
Pemain : Ai Weiwei, Danqing Chen, Ying Gao
Produksi : Never Sorry LLC
Bahasa : Tionghoa dengan subtitle Inggris
Rating : (4.5 / 5)
Setelah memilih berjuang demi hak asasi manusia di Tiongkok dengan memanfaatkan hak istimewanya, Ai Weiwei saat ini bisa dibilang sebagai seniman-aktivis paling penting di dunia. Namun, meski terkenal di dunia internasional (ia bahkan memiliki sebuah asteroid yang dinamai menurut namanya), Ai tengah menghadapi sejumlah rekayasa oleh rezim komunis Tiongkok.
Alison Klayman menawarkan dokumenter profil yang tepat waktu yang menampilkan keberanian dalam melawan rezim komunis berjudul Ai Weiwei: Never Sorry, yang mulai ditayangkan premier di New York pada Jumat (27/7) lalu di IFC Center.
Mengingat banyaknya sindiran yang dilakukan Ai terhadap penguasa komunis, tidaklah mengherankan bila dia menjadi salah satu target yang harus “dilenyapkan”. Namun, pembangkangan Ai tidak hanya secara simbolis melalui karya seni belaka. Sutradara Alison Klayman mengupas dengan tajam akar semangat non-konformis Ai adalah akibat dari penderitaan yang dialami keluarganya selama masa Revolusi Kebudayaan (penghabisan budaya Tionghoa oleh Mao Zedong pada 1966-1976 di RRT).
Ketika Ai membuat beberapa sensasi ketika ia menolak Olimpiade Beijing 2008, hanya segelintir dari masyarakat Tiongkok yang bisa mendengar seruannya. Namun, penguasaan media sosial, khususnya Twitter, akan mengubah semua itu. Ai dan para “legiun” internet Tiongkok kini terus berusaha meng-update situasi di Tiongkok melalui tweet mereka.
Kebanyakan masyarakat Tionghoa internasional juga harus mengetahui bahwa meski Ai diisolir (dikenakan tahanan rumah) dalam jangka waktu panjang oleh polisi, namun berbagai proyek yang diterima oleh sang seniman tetap berdatangan seperti wahyu yang senantiasa membuat murka rezim komunis Tiongkok.
Salah satu upayanya yang paling penting adalah ketika merekam setiap nama dari ribuan anak-anak sekolah yang meninggal saat gempa Sichuan, yang diakibatkan oleh bobroknya bahan gedung sekolah yang diibaratkan Ai seperti “tahu”. Dalam setiap masyarakat transparan, informasi seperti ini tentunya akan menjadi catatan publik, tetapi di RRT semua upaya tersebut dilarang secara eksplisit.
Terdapat sejumlah pelajaran yang bisa ditemukan di film dokumenter ini termasuk pentingnya mendokumentasikan sebuah tragedi bersejarah, sehingga tidak membiarkan para korban tak bersalah tersebut dihapuskan dari sejarah oleh Partai Komunis Tiongkok (PKT). Pada saat ini, kritikan terbuka Ai terhadap rezim komunis Tiongkok sudah teramat gamblang. Ibaratnya, dia sudah mengisi perutnya dengan baja yang diperkuat menjadi beton untuk bersiap menentang sebuah rezim terkejam di dunia.
Meskipun sutaradara Klayman sebagian besar berfokus pada aksi aktivisme Ai, namun ia juga menyelipkan makna yang jelas tentang kepribadian Ai. Sesi ini sebagian ini keluar melalui beberapa wawancara yang telah diedit sedemikian rupa dengan cerdik sehingga tidak membosankan untuk ditonton. Dan yang lebih fundamental, Klayman ingin menyampaikan bahwa Ai merupakan tipe orang yang berkepribadian terbuka dan sesuai dengan apa yang dilihat oleh orang lain.
Memang, Klayman secara bijaksana lebih berfokus pada subjeknya. Sebagai dokumentarian, dia cukup terbantu dengan begitu banyaknya catatan dari Ai mengenai protes dan tindakan kerasnya terhadap pemerintah RRT melalui jaringan sosial.
Film dokumenter yang Ai buat sendiri, Disturbing the Peace dan So Sorry yang mengejutkan banyak masyarakat Tiongkok sendiri, hingga kini masih cukup mudah ditemukan di Internet, dan masih sangat sering dipromosikan.
Sebenarnya kata “kontroversial” tidak benarbenar tepat jika digunakan di sini. Karena apa yang Ai benar-benar merupakan kenyataan yang telah terjadi, termasuk sejumlah serangan “terkenal” yang dilakukan polisi PKT terhadap rakyat, semua itu benar-benar terjadi secara nyata. Dia masih memiliki bekas luka akibat penganiayaan dan video untuk membuktikannya. Selain beberapa konteks yang telah disediakan oleh Ai dan beberapa cuplikan video yang dianggap “tidak berbahaya”, film dokumenter ini pada dasarnya merupakan panggung pertunjukan bagi Ai.
.jpg) |
| Ai Weiwei di rumahnya, dalam film dokumenter Ai weiwei: Never Sorry. (TED ALCORN/SUNDANCE SELECTS) |
|
Kami sendiri menyebut film seperti ini sangat menginspirasi. Ini adalah istilah yang tak dapat disangkal lagi, terutama karena Ai. Sayangnya, meskipun ia mungkin akan dapat keluar dari penganiayaan fisik secara langsung, namun kebebasan Ai dalam seni Tiongkok tetap saja secara kasar, relatif dibatasi, sehingga pemirsa akan dapat merasakan beberapa konflik emosi ketika film ini berakhir. Yang Anda rasakan pasti adalah kemarahan kepada sebuah rezim yang tidak membiarkan rakyatnya untuk bebas berpendapat.
Dokumenter ini penting, karena dapat lebih menarik sorotan internasional terhadap permasalahan HAM di RRT, terutama terhadap situasi Ai saat ini.
Mengingat kebiasaan buruk Partai Komunis Tiongkok dalam menindak tegas para pengkritik mereka, Klayman mendapatkan cukup banyak kredit di sini, karena keberaniannya untuk membuat film ini secara langsung di Tiongkok. Mudah-mudahan, Klayman akan dapat melanjutkan penelusurannya terhadap permasalahan HAM di RRT ini di kemudian hari, namun tentunya dia harus bekerja lebih ekstra lagi untuk itu.
Bagaimanapun upaya yang diinvestasikan untuk menghasilkan film ini telah cukup besar. Ai Weiwei: Never Sorry menjadi satu dari dua film dokumenter yang paling menonjol tahun ini bersama dengan The Dream Team. (Joe Bendel / The Epoch Times / osc)
Joe Bendel adalah penulis tentang film independen dan berdomisili di New York. Untuk membaca artikel-artikelnya yang terbaru, silakan kunjungi http://jbspins.blogspot.com.