(Epochtimes.co.id)
Sutradara : Chen Kaige
Pemain : Ge You, Hai Qing, Fan Bingbing
Produksi : Samuel Goldwyn
Rating : (4 / 5)
Film ini secara umum mengadaptasi kisah dramawan Dinasti Yuan Tiongkok yang terkenal, Ji Junxiang, melalui karyanya The Orphan of Zhao yang menjadi drama Tionghoa pertama yang diterjemahkan di Eropa. Ia bahkan diadaptasi (secara bebas) oleh penulis dan filsuf Prancis, Voltaire. Meskipun banyak mengetengahkan unsur tragis dan kekerasan, namun ia memiliki unsur abadi yang terus menarik bagi para pemirsa.
Kisah Sacrifice dimulai dari Jenderal Tu Angu yang tidak terima karena mengambil penghinaan dari klan Zhao. Karena Jenderal Zhao Shuo dikurung dengan tuduhan membunuh pemimpin yang berkuasa, Jenderal Tu pun menggunakan kemarahannya sebagai alasan untuk memusnahkan klan Zhao.
Pembantaian pun berlangsung dengan cepat dan sadis (bagi Anda yang tidak tahan dengan adegan berdarah-darah dianjurkan tidak menonton bagian ini). Namun, Jenderal Tu kehilangan dua dari keluarga Zhao, yakni istri dari sang jenderal muda, Putri Zhuang, dan bayinya yang baru lahir. Dengan mengorbankan dirinya demi sang anak, Zhuang memercayakan bayinya kepada seorang dokter yang dihormatinya, Cheng Ying.
Dan kebetulan, istri Cheng juga baru saja melahirkan. Memiliki bayi yang baru lahir merupakan sebuah hal yang berbahaya di masa itu, dan Cheng kini memiliki dua! Dan Jenderal Tu pun menginstruksikan untuk mengumpulkan semua bayi di kota untuk diperiksa di istananya. Melalui drama penuh emosi ala Shakespeare, bayi-bayi Zhao dan Cheng pun bertukar tempat.
Tumbuh dewasa sebagai Cheng Wu, putra angkat Dr. Cheng, anak yatim dari keluarga Zhao tidak mengetahui apa-apa mengenai asal usulnya. Namun, tanpa diketahui anak itu, sang dokter terus menasehatinya untuk membalas dendam pada waktu yang tepat.
Dan untuk melakukan hal ini, sang dokter melakukan memainkan permainan berbahaya dengan masuk ke rombongan Jenderal Tu dan memanipulasi sang jenderal agar mau menjadi ayah angkat dari Cheng Wu. Dan selanjutnya tak perlu dikatakan, tentunya akan muncul berbagai konflik dari budi dan dendam antara 2 ayah dan seorang anak, serta keluarganya yang habis dibantai.
Beberapa orang sering mengatakan bahwa film karya sutradara Chen Kaige senantiasa terlihat indah namun kurang berdarah-darah, namun hal itu benar-benar tidak terjadi pada Sacrifice. Karena dalam detail film ini sangat dipenuhi dengan adegan penuh darah.
Tak dapat dipungkiri, adegan di awal-awal film terlihat cukup kacau, dimana menjadi permainan kejar-kejaran ala kucing dan tikus tegang antara pembantai dan orang-orang yang akan dibantai. Namun, pada akhirnya mengendap menjadi sebuah drama balas dendam yang dingin.
Film ini menampilkan sejumlah aktor dan aktris Tionghoa berbakat. Wang Xueqi yang berperan sebagai Tu angu, merupakan elemen dasar dalam film ini. Kejam namun karismatik. Ia adalah semacam cerminan tokoh penjahat yang dapat membuat pemirsa mengenali sisi kejahatan di diri mereka masing-masing.
Sementara Ge You mungkin lebih dikenal penonton dengan filmnya Let the Bullets Fly, dia juga tampil penuh totalitas sebagai Dr. Cheng. Dan meskipun karakternya hanya tampil sebentar, namun kehadiran Fan Bingbing sebagai Putri Zhuang cukup menjadi penyejuk di film yang bernuansa laki-laki ini. Bintang televisi Hai Qing juga tampil penuh ledakan emosional sebagai istri Cheng yang sama-sama bernasib buruk.
Pengagum film-film drama sejarah Chen Kaige di antaranya Farewell My Concubine dan Forever Enthralled masih dapat menikmati keanggunan klasikal Tiongkok dalam film ini. Karena bagaimanapun, film ini diadaptasi dari drama tradisonal Tionghoa.
Demikian pula bagi penggemar action Asia seharusnya tidak pernah bosan dengan aksi permainan pedang yang licin dan kuat tanpa henti. Memang, Chen mampu mengintegrasikan dengan baik antara kisah drama dan aksi.
Film ini sangat direkomendasikan bagi para penggemar drama sejarah dan genre wuxia (seni bela diri Tiongkok). (Joe Bendel / The Epoch Times / osc)