Home Berita Nasional Berita Internasional Berita dan Budaya China Bisnis dan Ekonomi Kehidupan Kesehatan Iptek Entertainment Wisata dan Keluarga Serba Serbi Video Youmaker

Percetakan dan Souvenir
Page : << 1 2 3 4 5 ... 61 >>

Share:   Lintas Berita     Facebook     Tweet     Google     Digg     del.icio.us

 Cetak    Email    Komentar

Minggu, 15 Juli 2012
RESENSI FILM: THE AMAZING SPIDERMAN, SPIDERMAN 3D TERBARU – BUKAN VERSI DEFINITIF


Andrew Garfield dalam film aksi-petualangan The Amazing Spider-Man, sebuah film tentang seorang pria yang mencari kebenaran penyebab mengapa orang tuanya menghilang ketika ia masih muda, yang membuatnya harus berhadapan dengan The Lizard. (JAIMIE TRUEBLOOD/COLUMBIA PICTURES INDUSTRIES, INC)
Andrew Garfield dalam film aksi-petualangan The Amazing Spider-Man, sebuah film tentang seorang pria yang mencari kebenaran penyebab mengapa orang tuanya menghilang ketika ia masih muda, yang membuatnya harus berhadapan dengan The Lizard. (JAIMIE TRUEBLOOD/COLUMBIA PICTURES INDUSTRIES, INC)
(Epochtimes.co.id)

Sutradara : Marc Webb
Pemain : Andrew Garfield, Emma Stone, Rhys Ifans, Denis Leary, Campbell Scott, Irrfan Khan, Martin Sheen, Sally Field
Rating : (3 / 5)

Sepertinya baru kemarin Tobey Maguire dan Kirsten Dunst memainkan Spider-Man dan kekasihnya Mary Jane dalam film. Namun tanpa terasa ternyata sudah 10 tahun berlalu! Dan memang sudah waktunya peralihan generasi baru bagi Sang Manusia Laba-laba.

Lantas apa kelebihan Spiderman terbaru ini dibandingkan pendahulunya? Tentu saja yang tak bisa dihindari adalah penggunaan teknologi 3-D dan computer graphic yang kian canggih. Namun, The Amazing Spider-Man harus dapat merebut tempat atas di blockbuster musim panas ini atau akan terkurung dalam anyaman jaring laba-labanya sendiri. Karena, semua kemajuan teknologi tidak akan pernah bisa mengalahkan narasi cerita yang baik.

Peter Parker (diperankan oleh Andrew Garfield, sebelumnya tampil di The Social Network) adalah sekolah siswa SMU jenius namun pemalu, dengan rambutnya yang selalu tampak acak-acakan ala bintang film. Orang tuanya menghilang secara misterius sejak ia kecil. Bibi May (diperankan oleh Sally Field) dan Paman Ben (Martin Sheen) mendidiknya menjadi seorang pemuda yang cukup terhormat.

Masa-masa SMU merupakan masa remaja yang keras, dengan berbagai penghinaan, siksaan, dan sakit hati di tangan gadis-gadis cantik. Hati Peter justru tertambat kepada seorang siswi bernama Gwen Stacy, yang diperankan oleh kekasih Andrew Garfield dalam kehidupan nyata, Emma Stone.

Peter akhirnya mengungkapkan bukti percobaan ilmiah ayahnya di bidang "genetika lintas-spesies," yang membawanya melacak rekan ayahnya, Dr. Curt Connors (Rhys Ifans).

Apakah sebenarnya genetika lintas-spesies? Misalnya kadal yang dapat menumbuhkan kembali ekornya yang terputus. Connors berkeinginan untuk menggabungkan antara gen kadal dan manusia, sehingga menghasilkan sistem evolusi yang dapat menumbuhkan kembali anggota tubuh manusia yang terpotong. Itu jelas sebuah eksperimen yang serius!


Andrew Garfield, pemeran Spider-Man dalam film The Amazing Spider-man.  (JAIMIE TRUEBLOOD/COLUMBIA PICTURES INDUSTRIES, INC)

Kebanyakan penggemar film dan pembaca komik akan mengetahui kisah awal transformasi Spiderman – yang dimulai dengan Peter Parker yang terinfeksi oleh gigitan laba-laba radioaktif, yang menghasilkan kemampuan supernormal laba-laba, dan seterusnya. Jika Anda mengetahui pertempuran klasik antara Batman vs Joker, dan Superman vs Lex Luthor, maka Anda mungkin juga mengetahui Spider-Man vs Lizard.

Spiderman versi Tobey Maguire memang memberikan sejumlah hal baru yang mengejutkan, namun Spidey ala Garfield ini tampak lebih ramping dan jahat dengan sedikit sentuhan dari bela diri ala Bruce Lee. Akhirnya, setelan kostum laba-laba pun selesai – dengan mata yang tajam, anyaman jaring sebagai senjata, dan Garfield banyak lebih terlihat seperti ilustrasi komik asli dari Peter Parker.

Tantangan terbesar dari setiap remake film superhero adalah penampilan kostum, yang biasanya jika tampil mengecewakan, akan kenyang dengan kritikan dari berbagai pihak. Namun Sider-man kali ini dirasa tidak terlalu mengecewakan.

Dimulai dengan terinfeksinya kekuatan super laba-laba di sebuah gudang yang tampaknya terang-terangan menggunakan setting film Footloose, dan berakhir dengan permainan lingkaran  menyolok yang menempatkan Peter Parker pada sebuah peta yang rumit.


(JAIMIE TRUEBLOOD/COLUMBIA PICTURES INDUSTRIES, INC)
Perbedaan besar antara Spider-Man versi Maguire yaitu pada banyaknya adegan yang menggali potensi kemampuan laba-labanya, sedangkan pada versi Garfield tampak hanya mengambil proses ini sedikit saja.

Hal-hal tentang kekuatan supernormal adalah bahwa dengan memiliki mereka Anda tidak akan bisa berperilaku seperti orang normal. Aspek moral dari film ini disediakan oleh adegan ketika  Paman Ben menasehati Peter bahwa kekuatan yang besar juga akan mendatangkan tanggung jawab yang besar.

The Amazing Spider-Man memang adalah sebuah film yang menyuguhkan sensasi visual yang mendebarkan, namun ia tampaknya gagal membuat film ini jadi lebih sedikit bermakna, dan tampaknya hanya akan menjadi film hiburan yang akan dilupakan. Jadi, masihkah kita mengharapkan film bagus yang diadaptasi dari buku komik?

Spider-Man adalah salah satu karakter komik paling populer sepanjang masa. Kenyataan itu saja seharusnya sudah mampu mengamankan tempat atas blockbuster musim panas ini.  Namun, mungkin saja juga tidak. Tetapi, dengan sutradara Marc Webb, seharusnya film ini layak berada di papan atas.  (Mark Jackson / The Epoch Times / osc)



 
 


   Berita / Artikel Terkait :
  25-5-2013 17:00:47 Senyuman Akan Datangkan Hoki
  24-5-2013 16:58:18 Biografi Cheng Ho (3)
  24-5-2013 16:55:30 Pesawat Itu Sebesar Jembatan Brooklyn - Kesaksian Mantan Intelijen US Air Force tentang UFO
  24-5-2013 16:51:56 Kini Menulis Lagu dengan Lebih Bahagia - Kembalinya Rod Stewart Setelah Vakum 20 Tahun
  24-5-2013 16:49:47 Pemandangan Makmur Kota Legendaris Dasar Laut Mesir Kuno

   Kembali ke atas
 
 
Klik di sini untuk melihat Foto2 Produk Kami di Facebook
 
Epochtimes Indonesia e-paper
 
NTDTV Live Streaming
 
 
 
 
 
   


  About Us | Redaksi | Pasang Iklan | Contact Us | e-Paper | Mobile | Radio | TV | Sitemap | RSS Feeds  
 
Bahasa :
 
 
Copyright 2008 The Epoch Times Indonesia
Ketentuan Penggunaan | Disclaimer