Home Berita Nasional Berita Internasional Berita dan Budaya China Bisnis dan Ekonomi Kehidupan Kesehatan Iptek Entertainment Wisata dan Keluarga Serba Serbi Video Youmaker

Percetakan dan Souvenir
Page : << 1 2 3 4 5 ... 60 >>

Share:   Lintas Berita     Facebook     Tweet     Google     Digg     del.icio.us

 Cetak    Email    Komentar

Senin, 09 Juli 2012
RESENSI FILM: SEEKING A FRIEND FOR THE END OF THE WORLD


Keira Knightley dan Steve Carell dalam film drama komedi romantis Seeking a Friend for the End of the World, sebuah film tentang kisah perjalanan seorang pria yang ingin kembali bersatu dengan kekasih semasa SMA-nya sebelum dunia berakhir. (DARREN MICHAELS/FOCUS FEATURES)
Keira Knightley dan Steve Carell dalam film drama komedi romantis Seeking a Friend for the End of the World, sebuah film tentang kisah perjalanan seorang pria yang ingin kembali bersatu dengan kekasih semasa SMA-nya sebelum dunia berakhir. (DARREN MICHAELS/FOCUS FEATURES)
(Epochtimes.co.id)

Sutradara : Lorene Scafaria
Pemain : Steve Carell, Keira Knightley, Connie Britton
Produksi : Focus Features
Rating : (3.5 / 5)

Sekarang tahun 2012. Kita mungkin pernah mendengar tentang ramalan akhir dunia dari Kalender Suku Maya yang akan terjadi pada 2012 ini. Sehingga tidak ada waktu yang lebih tepat untuk rilisnya film “Seeking a Friend for the End of the World” selain di tahun 2012 ini.

Dua keuntungan yang diperoleh dari menonton film ini, pertama, jika ini adalah tahun terakhir Anda hidup, maka Anda akan dapat mempelajari bahwa waktu sangat berharga, sehingga Anda dapat memanfaatkan waktu hanya untuk hal-hal yang berguna. Kedua, Anda mungkin akan menghabiskan waktu yang berharga ini untuk menjadi orang yang lebih baik. Ini adalah hal yang sangat bagus.

Sebuah asteroid raksasa berdiameter 112 km bernama “Matilda” sedang menuju bumi. Segala upaya yang dilakukan untuk mengalihkan jalurnya menuju Bumi telah gagal. Lalu apa yang harus dilakukan?

Yah, bagi istri dari karakter utama Steve Carell, setelah mendengar mengenai berita ini, ia langsung keluar dari mobil, berjalan kaki dengan sepatu hak tingginya. Kerusuhan dan penjarahan terjadi di mana-mana, ada yang beramai-ramai meninggalkan pekerjaan mereka. Kantor penjualan asuransi pun mengumumkan, “Kami punya banyak lowongan pekerjaan, seperti, contohnya, ada yang ingin jadi Direktur Keuangan!?”

Dodge (diperankan oleh Steve Carrel), memiliki karakter yang tenang dan serius. Ketika para tetangganya sedang beramai-ramai melakukan sejumlah kebejatan, seperti pesta dan menggunakan obat terlarang, ia tetap dengan tenang tinggal di rumahnya.

Dodge merasakan perilaku tersebut benar-benar hambar dan tidak berguna. Dia lalu bertemu dengan Penny (Keira Knightley), seorang pecinta musik, pemakai sepatu kets Converse, dan gadis muda yang tinggal di bangunan apartemennya, karakter mereka berdua sangat berlawanan.

Waktu terus berjalan. Pada suatu saat, mereka terlibat dalam aksi perampokan yang gagal. Mereka pun melarikan diri dengan mobil milik Penny, meninggalkan kekasihnya yang egois. Tiba-tiba alur cerita menjadi semacam kisah tentang pasangan yang aneh.

Mereka menjalani sejumlah petualangan kecil. Mereka mengunjungi ayah Dodge (Martin Sheen), seorang pilot, yang mencoba untuk menerbangkan Penny kembali ke Inggris untuk menemui orang tuanya yang terakhir kali. Dan saat dalam perjalanan, gadis cantik berusia 28 tahun ini menemukan hal yang terpenting dalam hidupnya, yaitu Dogde, si penjual asuransi. Benarkah?

Film ini awalnya mengarah ke komedi secara umum, seolah menceritakan “Ini adalah tentang Steve Carrel,” tapi tampaknya alur ceritanya menjadi kabur dan berakhir dengan drama.

Mungkin ini memang berfokus pada karakter Steven Carrel, pada awal film, diceritakan ia adalah seorang kutu buku, dan pada pertengahan, ia terlihat lebih mirip seorang pria terkenal. Film ini hampir sepenuhnya menampilkan kebimbangan Carell dalam menyelesaikan konflik batinnya sehingga membuat penonton ingin mengguncang badannya dan berteriak, “Katakan saja!”

Secara keseluruhan, film ini terkesan membingungkan dan tidak tegang, karena itu malah menjadi sedikit membosankan. Naskahnya penuh dengan renungan yang biasa saja; kemudian banyak menampilkan tentang hal sepele dan tidak penting, semuanya diiringi musik pop latar yang murahan yang tidak begitu terkenal pada awal 1960, seperti musik yang kita dengar di dalam elevator.

Saat kematian kian mendekat, membuat keputusan sulit menjadi mudah. Sebuah asteroid raksasa mengancam manusia sambil berkata, “Sekarang adalah saatnya untuk memilih!”

Namun apa yang dipilih? Ini adalah sebuah kisah tentang ketulusan, tentang dua orang yang tidak membiarkan diri mereka terseret arus kebobrokan moral dari orang-orang di sekitarnya. Meski akan menyenangkan untuk menonton film ini bersama teman di biokop, namun Anda mungkin akan dapat lebih menghayati film ini jika menontonnya di rumah. Dan, setelah menontonnya, mungkin Anda akan berpendapat bahwa ramalan bangsa Maya mungkin benar, dan pilihan untuk menjadi pribadi yang baik adalah sebuah keharusan!  (Mark Jackson / The Epoch Times / ham)



 
 


   Berita / Artikel Terkait :
  19-5-2013 09:37:50 Mencari Sebuah Tempat Parkir
  19-5-2013 09:35:38 Peregangan Lengkung Punggung
  19-5-2013 09:33:19 Hotmail Resmi Ditutup - Penggunanya Dipindahkan ke Outlook
  18-5-2013 09:03:21 Jumlah Pemogok Kerja di Jerman Meningkat
  18-5-2013 08:59:44 Keamanan Terancam Serius, AS Mulai Balas Serangan

   Kembali ke atas
 
 
Klik di sini untuk melihat Foto2 Produk Kami di Facebook
 
Epochtimes Indonesia e-paper
 
NTDTV Live Streaming
 
 
 
 
 
   


  About Us | Redaksi | Pasang Iklan | Contact Us | e-Paper | Mobile | Radio | TV | Sitemap | RSS Feeds  
 
Bahasa :
 
 
Copyright 2008 The Epoch Times Indonesia
Ketentuan Penggunaan | Disclaimer