(Epochtimes.co.id)Sebuah festival film dokumenter di Sheffield, Inggris telah menolak untuk membatalkan penayangan film tentang Ai Weiwei dari jadwal, meskipun mereka mendapat tekanan dari Kedutaan Besar RRT, menurut penuturan penyelenggara festival.
Film dokumenter berjudul Ai Weiwei: Never Sorry itu akhirnya ditayangkan di layar pada 15 dan 16 Juni di Sheffield Documentary Festival. Sebuah delegasi yang terdiri dari 10 editor asal Tiongkok, yang turut bergabung di festival, batal menghadiri festival tersebut.
Penyelenggara festival dihubungi langsung oleh Kedutaan Besar RRT di London setelah mereka mengetahui bahwa pemutaran film dokumenter Ai Weiwei, dan film High Tech, Low Life, film tentang pengguna internet di RRT yang menerobos sensor negara, akan ditayangkan di festival tersebut.
“Secara resmi kami telah diberitahu bahwa alasan pembatalan delegasi asal Tiongkok karena berkaitan dengan pembatasan pada jumlah perjalanan mereka ke Eropa,” kata Heather Croall, direktur Sheffield Documentary Festival dalam sebuah pernyataan. “Meskipun secara tidak resmi, terdapat sejumlah isu mengenai alasannya yang dikarenakan screening film kami yang menayangkan isu-isu kebebasan berbicara di Tiongkok. Walaupun kami berada di bawah tekanan untuk tidak menampilkan film-film tersebut, namun kami menolaknya, dan film tetap diputar sesuai jadwal,” tambah Ms. Croall.
Delegasi asal Tiongkok itu terdiri dari para eksekutif stasiun televisi CCTV, CETV, Phoenix TV, dan Channel Dokumenter Golden Eagle, dan mereka mengambil bagian dalam sesi konferensi yang bertujuan untuk mempelajari tentang pekerja di RRT.
“Kami memang kecewa karena delegasi Tiongkok tidak jadi menghadiri festival ini, namun kami tetap sangat berharap bahwa mereka dapat hadir di festival berikutnya. Pembuat film Tiongkok, distributor, maupun komisaris, akan selalu diterima di Documentary Festival,” tutur Ms. Croall.
Ai Weiwei: Never Sorry berkisah tentang seniman provokatif Ai Weiwei saat ia bekerja untuk menciptakan seni yang telah membuat marah rezim komunis Tiongkok. Sedangkan film High Tech, Low Life menunjukkan bagaimana para jurnalis rumahan memanfaatkan kekuatan internet untuk memberikan informasi tangan pertama mengenai kehidupan mereka di RRT, meskipun harus menerobos sejumlah sensor internet yang sangat ketat.
Tuntutan dari para pejabat RRT untuk mengintervensi sebuah acara budaya ini bukanlah hal yang baru.
Menurut BBC, minggu ini terungkap bahwa Dewan Kota Leeds, Inggris juga telah menolak untuk membatalkan penampilan Dalai Lama dalam sebuah konferensi bisnis, setelah para pejabat RRT mengancam bahwa mereka akan memindahkan tempat pelatihan bagi atlet Olimpiade asal RRT dari Kota Leeds.
Pada 2009, Festival Film Melbourne, Australia, juga ditekan oleh Konsulat RRT untuk menarik film dokumenter tentang pemimpin Uighur (suku muslim di Tiongkok), Rebiya Kadeer. Namun ketika itu penyelenggara festival juga menolak untuk tunduk pada intervensi tersebut. (John Smithies / The Epoch Times / zzr)