Home Berita Nasional Berita Internasional Berita dan Budaya China Bisnis dan Ekonomi Kehidupan Kesehatan Iptek Entertainment Wisata dan Keluarga Serba Serbi Video Youmaker

Percetakan dan Souvenir
Page : << 1 2 3 4 5 ... 61 >>

Share:   Lintas Berita     Facebook     Tweet     Google     Digg     del.icio.us

 Cetak    Email    Komentar

Kamis, 05 Juli 2012
KEDUTAAN RRT TEKAN FILM FESTIVAL DI INGGRIS UNTUK BATALKAN PEMUTARAN FILM DOKUMENTER AI WEIWEI


Seniman Ai Weiwei dalam film dokumenter Never Sorry. (TED ALCORN)
Seniman Ai Weiwei dalam film dokumenter Never Sorry. (TED ALCORN)
(Epochtimes.co.id)

Sebuah festival film dokumenter di Sheffield, Inggris telah menolak untuk membatalkan penayangan film tentang Ai Weiwei dari jadwal, meskipun mereka mendapat tekanan dari Kedutaan Besar RRT, menurut penuturan penyelenggara festival.

Film dokumenter berjudul Ai Weiwei: Never Sorry itu akhirnya ditayangkan di layar pada 15 dan 16 Juni di Sheffield Documentary Festival. Sebuah delegasi yang terdiri dari 10 editor asal Tiongkok, yang turut bergabung di festival, batal menghadiri festival tersebut.

Penyelenggara festival dihubungi langsung oleh Kedutaan Besar RRT di London setelah mereka mengetahui bahwa pemutaran film dokumenter Ai Weiwei, dan film High Tech, Low Life, film tentang pengguna internet di RRT yang menerobos sensor negara, akan ditayangkan di festival tersebut.

“Secara resmi kami telah diberitahu bahwa alasan pembatalan delegasi asal Tiongkok karena berkaitan dengan pembatasan pada jumlah perjalanan mereka ke Eropa,” kata Heather Croall, direktur Sheffield Documentary Festival dalam sebuah pernyataan. “Meskipun secara tidak resmi, terdapat sejumlah isu mengenai alasannya yang dikarenakan screening film kami yang menayangkan isu-isu kebebasan berbicara di Tiongkok. Walaupun kami berada di bawah tekanan untuk tidak menampilkan film-film tersebut, namun kami menolaknya, dan film tetap diputar sesuai jadwal,” tambah Ms. Croall.

Delegasi asal Tiongkok itu terdiri dari para eksekutif stasiun televisi CCTV, CETV, Phoenix TV, dan Channel Dokumenter Golden Eagle, dan mereka mengambil bagian dalam sesi konferensi yang bertujuan untuk mempelajari tentang pekerja di RRT.

“Kami memang kecewa karena delegasi Tiongkok tidak jadi menghadiri festival ini, namun kami tetap sangat berharap bahwa mereka dapat hadir di festival berikutnya. Pembuat film Tiongkok, distributor, maupun komisaris, akan selalu diterima di Documentary Festival,” tutur Ms. Croall.

Ai Weiwei: Never Sorry berkisah tentang seniman provokatif Ai Weiwei saat ia bekerja untuk menciptakan seni yang telah membuat marah rezim komunis Tiongkok. Sedangkan film High Tech, Low Life menunjukkan bagaimana para jurnalis rumahan memanfaatkan kekuatan internet untuk memberikan informasi tangan pertama mengenai kehidupan mereka di RRT, meskipun harus menerobos sejumlah sensor internet yang sangat ketat.

Tuntutan dari para pejabat RRT untuk mengintervensi sebuah acara budaya ini bukanlah hal yang baru.

Menurut BBC, minggu ini terungkap bahwa Dewan Kota Leeds, Inggris juga telah menolak untuk membatalkan penampilan Dalai Lama dalam sebuah konferensi bisnis, setelah para pejabat RRT mengancam bahwa mereka akan memindahkan tempat pelatihan bagi atlet Olimpiade asal RRT dari Kota Leeds.

Pada 2009, Festival Film Melbourne, Australia, juga ditekan oleh Konsulat RRT untuk menarik film dokumenter tentang pemimpin Uighur (suku muslim di Tiongkok), Rebiya Kadeer. Namun ketika itu penyelenggara festival juga menolak untuk tunduk pada intervensi tersebut.  (John Smithies / The Epoch Times / zzr)



 
 


   Berita / Artikel Terkait :
  24-5-2013 08:01:02 Pandangan Sejati Tentang Peradaban dan Kehidupan Manusia (30): Mengenal Dunia Secara Tepat
  24-5-2013 07:57:01 Kekuatan Kata-Kata
  22-5-2013 21:28:09 Menghilangkan Bopeng Bekas Jerawat
  22-5-2013 21:20:24 5 Anak Berbakat Indonesia Bertemu Lionel Messi di Doha
  21-5-2013 23:25:07 Bagaimana Temukan Kebahagiaan Menurut Dunia Ilmiah? Tidak Dapat Dicapai Melalui Material Melainkan Spiritual

   Kembali ke atas
 
 
Klik di sini untuk melihat Foto2 Produk Kami di Facebook
 
Epochtimes Indonesia e-paper
 
NTDTV Live Streaming
 
 
 
 
 
   


  About Us | Redaksi | Pasang Iklan | Contact Us | e-Paper | Mobile | Radio | TV | Sitemap | RSS Feeds  
 
Bahasa :
 
 
Copyright 2008 The Epoch Times Indonesia
Ketentuan Penggunaan | Disclaimer