Home Berita Nasional Berita Internasional Berita dan Budaya China Bisnis dan Ekonomi Kehidupan Kesehatan Iptek Entertainment Wisata dan Keluarga Serba Serbi Video Youmaker

Percetakan dan Souvenir
Page : << 1 2 3 4 5 ... 60 >>

Share:   Lintas Berita     Facebook     Tweet     Google     Digg     del.icio.us

 Cetak    Email    Komentar

Selasa, 03 Juli 2012
ANNE AVANTIE TAMPILKAN 18 KARYANYA DALAM GELAR KARYA DI SURABAYA


Adi busana. Kebaya Anna Avantie yang sudah tekenal dan mendunia. (dok)
Adi busana. Kebaya Anna Avantie yang sudah tekenal dan mendunia. (dok)
(Epochtimes.co.id)

Surabaya _ Anne Avantie, desainer kondang asal Semarang, menggelar rancangannya di acara bertema Karya Mata & Hati yang diadakan Tiara Kusuma DPD Jatim di Surabaya pada Rabu (27/6) malam.

Ia menampilkan 18 busana berupa kebaya modern yang menjadi ciri khas rancangannya. Menurut Anne, hasil karyanya adalah masterpieces-nya. Karena itu, ia selalu berupaya memberikan yang terbaik.

Anne mengatakan, kehadirannya di Surabaya merupakan “tombo ati” setelah terakhir pada 10 tahun lalu. Ia senang bisa hadir kembali di Surabaya dan bertemu banyak pelaku industri kreatif.

Menurut Emmy Tjandra, Ketua II DPD Tiara Kusuma Jatim sekaligus ketua pelaksana acara, kehadiran Anne ini untuk mengungkapkan perjalanan hidupnya dalam berwirausaha.

Selain menggelar karya, Anne juga berbagi ilmu dan pengalaman dalam seminar dan workshop yang dihadiri ratusan perias, pemilik salon dan sejenisnya. Ia menuturkan bagaimana jatuh bangun selama 25 tahun berkarir di dunia fashion.

“Karya saya dicontek mulai dari Sabang sampai Merauke, mulai kelas penjahit sampai desainer, dari kelas pasar sampai butik. Tapi saya ikhlas. Ini justru menjadi tantangan bagi saya untuk terus berkreasi menghasilkan karya – karya baru,” ujar nenek dua cucu ini.

Adi busana. Kebaya Anna Avantie yang sudah tekenal dan mendunia. (dok)

Anne mengatakan, inspirasinya tak pernah kering, terus mengalir. Kesuksesannya berwira usaha bukan semata karena kemampuannya, namun karena komitmen dan kerja kerasnya membangun bisnis dan imej dari level terendah.

Ia berharap Indonesia memiliki desainer- desainer berkarakter, bukan hanya pintar. Berkarakter maksudnya karya mereka bisa menjadi mata rantai, bukan hanya menjadi milik sendiri.

“Hasil karya tak perlu ‘diteriakkan’ karena bisa ‘berteriak’ sendiri,” tandas peraih penghargaan Ernst & Young Entrepreneurial Winning Women 2012 ini.

Anne mengaku hanya lulusan SMP, tidak bisa cutting maupun membuat pola. Namun ia punya semangat kuat untuk menjadi perempuan yang kreatif, maju dan bisa mendukung keluarga. Ia memikiki dedikasi yang tinggi pada dunia yang digelutinya.

Emmy berharap, Anne bisa menjadi teladan bagi pelaku industri kreatif lainnya. Diharapkan kehadiran dan kesuksesan Anne bisa memberikan inspirasi dan dorongan semangat kepada semua yang hadir.(Amelia/Epochtimes)



 
 


   Berita / Artikel Terkait :
  19-5-2013 09:37:50 Mencari Sebuah Tempat Parkir
  19-5-2013 09:35:38 Peregangan Lengkung Punggung
  19-5-2013 09:33:19 Hotmail Resmi Ditutup - Penggunanya Dipindahkan ke Outlook
  18-5-2013 09:03:21 Jumlah Pemogok Kerja di Jerman Meningkat
  18-5-2013 08:59:44 Keamanan Terancam Serius, AS Mulai Balas Serangan

   Kembali ke atas
 
 
Klik di sini untuk melihat Foto2 Produk Kami di Facebook
 
Epochtimes Indonesia e-paper
 
NTDTV Live Streaming
 
 
 
 
 
   


  About Us | Redaksi | Pasang Iklan | Contact Us | e-Paper | Mobile | Radio | TV | Sitemap | RSS Feeds  
 
Bahasa :
 
 
Copyright 2008 The Epoch Times Indonesia
Ketentuan Penggunaan | Disclaimer