Home Berita Nasional Berita Internasional Berita dan Budaya China Bisnis dan Ekonomi Kehidupan Kesehatan Iptek Entertainment Wisata dan Keluarga Serba Serbi Video Youmaker

Percetakan dan Souvenir
Page : << 1 2 3 4 5 ... 60 >>

Share:   Lintas Berita     Facebook     Tweet     Google     Digg     del.icio.us

 Cetak    Email    Komentar

Rabu, 24 Maret 2010
RESENSI FILM: OUR FAMILY WEDDING - KOMEDI JENAKA YANG MENINGGALKAN KESAN DALAM PIKIRAN


America Ferrera dan Lance Gross dalam Our Family Wedding. (SCOTT GARFIELD / FOX SEARCHLIGHT)
America Ferrera dan Lance Gross dalam Our Family Wedding. (SCOTT GARFIELD / FOX SEARCHLIGHT)
(Epochtimes.co.id)

Pemain: Lucia Ramirez, Marcus Boyd, Carlos Mencía, Forest Whitaker, Lupe Ontiveros
Sutradara: Rick Famuyiwa
Durasi: 103 menit
Rating: (3.5/5)

Beberapa hari setelah Anda menyaksikan Our Family Wedding, mungkin film ini masih akan meninggalkan sesuatu dalam benak Anda. Film bertema pernikahan dan keluarga ini, seperti judulnya, termasuk film Hollywood yang sehat dan menarik.

Fakta bahwa film ini hampir tidak cocok dimasukkan dalam kategori PG, sebenarnya inilah yang menjadi keunggulan film. Di tengah melimpahnya beberapa tontonan yang dahsyat dan vulgar untuk dipilih, “Our Family Wedding” merupakan sebuah film bernada ringan yang layak disimak.

Dengan gabungan para aktor dari ras berbeda dan beberapa pemain figuran baik dari komunitas ras hitam dan Latin, pada dasarnya tidak terdapat cacat di setiap alur cerita. Namun, beberapa pasangan aktor agak kurang mendalami peran. Adegan-adegan yang menampilkan ayah dari pengantin wanita (Carlos Mencía) dan ayah pengantin pria (Forest Whitaker) agak kurang greget.

Beberapa adegan komedi yang dimainkan Mencia tampak kurang menggigit, sedangkan Whitaker kurang memperlihatkan pribadi khasnya yang kuat dan menampilkan kecakapannya sebagai aktor serius. Kedinamisan sedikit terlihat menjelang akhir fi lm, tetapi keduanya tidak pernah benar-benar menemukan ritme mereka satu sama lain.

America Ferrara (Lucia Ramirez) dan Lance Gross (Marcus Boyd) bermain sangat baik sebagai pasangan muda yang ingin segera menikah dan memulai hidup baru. Namun mereka tidak terlihat meresapi karakter masing-masing seiring alur cerita berjalan, bahkan dalam adegan di saat mereka berakting sendirian.

Dinamit sebenarnya dalam Our Family Wedding adalah begitu banyaknya hubungan di antara karakter-karakter yang tidak menikah.

Dinamika ayah-anak antara Boyd dan Whitaker boleh dikatakan memesona, sebagai sutradara dan penulis skenario Rick Famuyiwa mempertunjukkan penonton akan harapan seorang ayah yang belum terealisasi dan impian anak laki-lakinya.

Demikian pula, hubungan ayah-anak antara Ferrara dan Mencía begitu nyata dan mengharukan sehingga membuat Anda lupa bahwa Anda sedang menyaksikan dua aktor yang tidak berkaitan. Mencía yang berperan sebagai ayah Ferrara, benar-benar menunjukkan pendalaman aktingnya di saat keduanya berbagi kenangan seumur hidup.

Inilah salah satu pencapaian besar dalam film ini di mana Famuyiwa sangat cekatan menunjukkan dunia melalui sebuah kisah mengenai orangtua yang sangat khawatir bahwa anaknya bisa membuat kesalahan seumur hidup, dengan menikah terlalu muda dan tidak memahami pasangannya.

Our Family Wedding juga penuh adegan komedi, membuat segala sesuatunya tidak tampak menegangkan. Banyak sekali komedi konyol yang mengalir dalam cerita.

Peran pendukung multi-etnis layak mendapat kredit khusus yang patut diunggulkan. Aktor kawakan Lupe Ontiveros benar-benar lucu sebagai seorang nenek Meksiko yang menentang dan lebih suka melihat cucunya menikah dengan pria Meksiko yang baik.

Beberapa kerabat dan teman-teman mempelai pria cenderung stereotip dalam mengungkapkan sesuatu. Itu semua berasal dari pendek hanya menjadi klise — cukup menyenangkan mengingat betapa sulit melakukan hal ini sesungguhnya.

Film secara keseluruhan menyenangkan dan tidak terlalu berat, selain itu juga memberikan beberapa masukan yang baik — terutama apabila Anda atau seseorang yang Anda kenal akan segera menikah! (Genevieve Long/The Epoch Times/val)



 
 


   Berita / Artikel Terkait :
  19-5-2013 09:37:50 Mencari Sebuah Tempat Parkir
  19-5-2013 09:35:38 Peregangan Lengkung Punggung
  19-5-2013 09:33:19 Hotmail Resmi Ditutup - Penggunanya Dipindahkan ke Outlook
  18-5-2013 09:03:21 Jumlah Pemogok Kerja di Jerman Meningkat
  18-5-2013 08:59:44 Keamanan Terancam Serius, AS Mulai Balas Serangan

   Kembali ke atas
 
 
Klik di sini untuk melihat Foto2 Produk Kami di Facebook
 
Epochtimes Indonesia e-paper
 
NTDTV Live Streaming
 
 
 
 
 
   


  About Us | Redaksi | Pasang Iklan | Contact Us | e-Paper | Mobile | Radio | TV | Sitemap | RSS Feeds  
 
Bahasa :
 
 
Copyright 2008 The Epoch Times Indonesia
Ketentuan Penggunaan | Disclaimer