Home Berita Nasional Berita Internasional Berita dan Budaya China Bisnis dan Ekonomi Kehidupan Kesehatan Iptek Entertainment Wisata dan Keluarga Serba Serbi Video Youmaker

Percetakan dan Souvenir
Page : << 1 2 3 4 5 ... 57 >>

Share:   Lintas Berita     Facebook     Tweet     Google     Digg     del.icio.us

 Cetak    Email    Komentar

Minggu, 12 Agustus 2012
PERUSAHAAN TIONGKOK BERMAKSUD DAPATKAN NEXEN - BANGKITKAN PERDEBATAN TENTANG KEPEMILIKAN LADANG MINYAK


Pekerja pelabuhan Tiongkok mempersiapkan keberangkatan independen pertama rig pengeboran minyak di laut-dalam milik CNOOC dari Pelabuhan Qingdao, Tiongkok, pada  21 Mei 2012. CNOOC yang dikuasai negara Tiongkok telah menawarkan untuk membeli Nexen Inc. yang berbasis di Kanada, sebesar $15,1 miliar. Kesepakatan ini menunggu tinjauan ulang oleh pemerintah Kanada. (AFP/GETTY IMAGES)
Pekerja pelabuhan Tiongkok mempersiapkan keberangkatan independen pertama rig pengeboran minyak di laut-dalam milik CNOOC dari Pelabuhan Qingdao, Tiongkok, pada 21 Mei 2012. CNOOC yang dikuasai negara Tiongkok telah menawarkan untuk membeli Nexen Inc. yang berbasis di Kanada, sebesar $15,1 miliar. Kesepakatan ini menunggu tinjauan ulang oleh pemerintah Kanada. (AFP/GETTY IMAGES)
(Epochtimes.co.id)

China National Offshore Oil Company Ltd. (CNOOC) mengumumkan (23/7) mengakuisisi Nexen, salah satu perusahaan minyak terbesar di Kanada, seharga $AS 15,1 miliar secara tunai. Menunggu persetujuan dari pemegang saham dan pemerintah Kanada, kesepakatan itu telah memicu perdebatan tentang kepemilikan asing atas ladang minyak di Alberta.

CNOOC menawarkan $AS 27,50 per saham, 61 persen lebih tinggi dari harga saham Nexen di New York Stock Exchange (NYSE) pada penutupan 20 Juli. Ini juga merupakan 66 persen lebih tinggi dari harga saham rata-rata bobot volume 20-hari-perdagangan Nexen.

Saham Nexen naik lebih dari 50 persen pada 23 Juli, menyusul pengumuman dan sejak itu melayang hanya satu atau dua dolar di bawah harga penawaran CNOOC.

CNOOC adalah perusahaan milik negara dan mengklaim sebagai produsen minyak lepas pantai terbesar di Tiongkok. Nexen memiliki kepemilikan di ladang minyak Alberta, Laut Utara, Afrika Barat, dan Teluk Meksiko.

Para analis menafsirkan kesepakatan ini sebagai kombinasi dari rencana CNOOC untuk mendapatkan aset dan keinginan Nexen untuk memperoleh uang tunai, setelah masalah melanda operasi ladang minyak Long Lake.

Keputusan pemerintah bisa tetapkan tolok-ukur monumental

Perindustrian Kanada telah mengonfirmasi bahwa ia akan meninjau ulang akuisisi CNOOC.

Menteri Perindustrian Christian Paradis mengatakan dalam sebuah pernyataan (23/7) bahwa kesepakatan itu akan ditinjau-ulang di bawah Undang-Undang Investasi Kanada dan ia akan memberikan persetujuan jika “kemungkinan memberikan keuntungan bersih ke Kanada”.

Sejauh ini, pemerintah Konservatif belum membuat indikasi persetujuan atau ketidak-setujuan pada kesepakatan CNOOC-Nexen.

Ini ditentukan oleh faktor-faktor seperti efek pada kegiatan ekonomi Kanada, tingkat dan sifat partisipasi Kanada dalam bisnis, dan efek pada industri Kanada.

Perdana Menteri Stephen Harper mengatakan kepada wartawan di Oshawa (25/7) bahwa ia tidak akan membuat komentar yang akan “merugikan keputusan pemerintah”, kecuali mengatakan bahwa investasi akan “benar-benar diteliti”.

Sejauh ini, pemerintah Konservatif belum membuat indikasi persetujuan atau ketidak-setujuan pada kesepakatan CNOOC-Nexen.

Tanggapan pemerintah terhadap akuisisi menentukan tidak hanya keterbukaan Kanada untuk perdagangan tetapi juga sikapnya terhadap perusahaan yang dikontrol-negara, terutama yang di bawah rezim otoriter.

Kembali pada 2010, pemerintah federal memblokir pengambil-alihan perusahaan pupuk raksasa Saskatchewan Potash Corp. oleh perusahaan tambang asal Australia BHP Billiton Ltd., yang menawarkan sebesar 39 miliar dollar Kanada.

Namun, pemulihan AS yang tertinggal dan zona euro yang bermasalah memaksa Kanada untuk mencari mitra dagang di Pasifik. Ini termasuk negosiasi perjanjian perdagangan dengan India dan Jepang, dan mendorong investasi dari Tiongkok.

Mungkin belajar dari kegagalan BHP dan penawarannya sendiri yang tidak berhasil untuk produsen minyak Unocal Corp. yang berbasis di California pada 2005, CNOOC merencanakan pengambil-alihan dengan baik. Premi yang besar hampir memastikan dukungan para pemegang saham, dan perusahaan telah mendapatkan persetujuan dari dewan direksi Nexen dan pemerintah Alberta.

CNOOC berjanji untuk mendirikan kantor perusahaannya untuk Amerika Tengah dan Utara di Calgary, untuk mencatatkan seluruh sahamnya pada Bursa Efek Toronto, dan tetap menjaga tim manajemen dan tenaga kerja Nexen saat ini.

MarketWatch berkomentar bahwa situasi “canggung karena Kanada lebih memilih untuk melihat Tiongkok sebagai pasar yang luas untuk surplus minyaknya sementara Tiongkok jelas ingin menjadi lebih dari sekedar pembeli minyak. Tiongkok juga ingin memiliki ladang minyak tersebut.”

Richard Dixon, direktur eksekutif Pusat Penelitian Bisnis Terapan Energi dan Lingkungan di University of Alberta, mengatakan dampak transaksi terbesar akan menjadi diskusi yang memicu tentang kepemilikan ladang minyak.

Ia mengatakan percaya bahwa ini hanya awal akuisisi Tiongkok, Kanada adalah “salah satu tempat paling aman untuk berinvestasi minyak.”

Dixon mengutip statistik Badan Energi Internasional bahwa 75 persen dari minyak dunia adalah di tangan perusahaan milik negara, dengan setengah dari sisa 25 persen di Alberta.

Persetujuan dari pemerintah federal “akan muncul, tapi mungkin akan memiliki kondisi,” kata Dixon.

Partai oposisi serukan berhati-hati

Baik Partai Demokrat Baru (NDP) dan Partai Hijau yang dipimpin Elizabeth May menyerukan tinjauan menyeluruh dari transaksi, termasuk peninjauan dan klarifikasi dari Undang-Undang Investasi Kanada.

“Kami ingin memiliki proses peninjauan yang lebih transparan sehingga kita tahu lebih banyak tentang masa depan lapangan pekerjaan Kanada dan perusahaan Kanada,” kata kritikus industri NDP, Hélène LeBlanc.

Dia mengatakan perusahaan milik negara asing seperti CNOOC “membeli sumber daya alam atau jenis industri lainnya” untuk mengejar kepentingan mereka sendiri, sedangkan pemerintah Konservatif membiarkannya.

NDP tidak hanya menginginkan pembangunan berkelanjutan atas sumber daya alam, tetapi juga pekerjaan berkelanjutan yang membangun masyarakat, katanya.

LeBlanc mengharapkan proses peninjauan akan “meletakkan kondisi yang akan dihormati dari waktu ke waktu” berkaitan dengan ketenaga-kerjaan Kanada. Dia mencatat tidak ada cara untuk mengetahui apakah CNOOC berkomitmen untuk menjaga karyawan Nexen saat ini untuk jangka panjang, atau jika itu hanya strategi jangka-pendek.

Kritikus sumber daya alam dan energi Partai Demokrat Baru (NDP), Peter Julian mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa “terlalu sering kita lihat jaminan pekerjaan sebelumnya dari perusahaan asing runtuh—tanpa konsekuensi dari pihak Konservatif.”

Pemimpin Partai Hijau, Elizabeth May juga menyuarakan keprihatinannya. “Kita tidak bisa membiarkan sumber energi strategis menghilang dari kontrol Kanada pada kecepatan dan tingkat dimana tanpa pengawasan yang nyata,” katanya dalam sebuah pernyataan.

“Investasi Tiongkok di ladang minyak Kanada tidak begitu banyak membuka pasar baru di Tiongkok untuk produk-produk Kanada, seperti hal ini mengenai nasionalisasi sumber daya berharga kami oleh Beijing.”

May mencatat survei Harris-Decima yang menunjukkan hanya 1 dari 10 orang Kanada merasa positif tentang perusahaan Tiongkok mengambil “saham mayoritas pengendali” dalam perusahaan-perusahaan Kanada. Menurut survei, 71 persen orang Kanada menemukan bahwa kontrol Tiongkok adalah “hal yang buruk”, sementara 13 persen tidak peduli.

NDP dan Partai Hijau juga khawatir tentang lingkungan. NDP menunjukkan kurangnya janji konkret terhadap lingkungan dari CNOOC, sedangkan May mengatakan bahwa keinginan perdana menteri untuk mendorong investasi Tiongkok telah menyebabkan “pemusnahan undang-undang lingkungan di Bill C-38.”  (Yue Fang / The Epoch Times / hty)

⇒ Dengan file dari Joan Delaney



 
 


   Berita / Artikel Terkait :
  21-5-2013 23:07:08 Bangkitnya Ekonomi AS - Temukan Teknologi Baru Pengeboran Minyak Bumi yang Akan Pangkas Impor Minyak
  15-5-2013 21:12:43 Dosen Harvard: RRT dan Rusia Tak Paham Arti Soft Power
  11-5-2013 20:29:11 Tahun 1999 Kedubes RRT di Yugoslavia Dibom, Intrik Apa yang Dimainkan Jiang?
  11-5-2013 20:18:35 Mengapa Buffet Tidak Tertarik Investasi Emas?
  10-5-2013 09:25:36 Ekonom: Pencetakan Uang Massal Bahayakan Ekonomi RRT

   Kembali ke atas
 
 
Klik di sini untuk melihat Foto2 Produk Kami di Facebook
 
Epochtimes Indonesia e-paper
 
NTDTV Live Streaming
 
 
 
 
 
   


  About Us | Redaksi | Pasang Iklan | Contact Us | e-Paper | Mobile | Radio | TV | Sitemap | RSS Feeds  
 
Bahasa :
 
 
Copyright 2008 The Epoch Times Indonesia
Ketentuan Penggunaan | Disclaimer