Home Berita Nasional Berita Internasional Berita dan Budaya China Bisnis dan Ekonomi Kehidupan Kesehatan Iptek Entertainment Wisata dan Keluarga Serba Serbi Video Youmaker

Percetakan dan Souvenir
Page : << 1 2 3 4 5 ... 57 >>

Share:   Lintas Berita     Facebook     Tweet     Google     Digg     del.icio.us

 Cetak    Email    Komentar

Minggu, 29 Juli 2012
PEJABAT TIONGKOK ELAK TANGGUNG JAWAB ATAS DEFISIT JAMINAN SOSIAL


Seorang perawat memijat orang tua di sebuah pusat perawatan lansia pada 16 Oktober, 2007 di Chongqing, Tiongkok. (GETTY IMAGES)
Seorang perawat memijat orang tua di sebuah pusat perawatan lansia pada 16 Oktober, 2007 di Chongqing, Tiongkok. (GETTY IMAGES)
(Epochtimes.co.id)

 

Rezim Tiongkok menaikkan usia pensiun di Tiongkok sebulan lalu untuk melindungi kepentingan pemerintah, meskipun terdapat perlawanan yang kuat dari masyarakat.

Situs media-pemerintah People’s Daily melakukan survei di mana 93,7 persen rakyat menentang kebijakan baru tersebut. Media-pemerintah yang lainnya juga melaporkan bahwa oposisi yang paling signifikan berasal dari orang-orang dari semua kelas sosial.

Namun, negara telah menyatakan bahwa usia pensiun yang baru merupakan tren yang tidak dapat dihindari. Departemen Sumber Daya Manusia dan Jaminan Sosial mengatakan usia pensiun yang baru akan membantu mengurangi defisit tahunan negara atas jaminan sosial dari 1,7 triliun yuan ($AS 267,6 miliar) menjadi sekitar 20 miliar yuan ($AS 3,1 miliar).

Dalam sebuah wawancara dengan The Epoch Times, penulis dan ekonom terkenal, Ny. He Qinglian, mengatakan bahwa sistem asuransi jaminan sosial Tiongkok eksis untuk memenuhi dan menjamin kepentingan para pejabat Tiongkok, dan peningkatan batas usia pensiun merupakan pengalihan tanggung jawab pemerintah kepada rakyatnya.

“Besarnya ketidak-mampuan dana asuransi pensiun Tiongkok untuk membayar, telah menghampiri pada kondisi kebangkrutan, dan terpaksa untuk memperpanjang usia pensiun demi untuk meringankan bebannya. Bagi Partai Komunis Tiongkok, sekarang saatnya untuk mengingkari tanggung jawabnya,” kata Ny. He.

Menurut Ny. He, Departemen Keuangan yang menangani semua keuangan, tidak menghendaki pegawai negeri dan anggota perusahaan negara Tiongkok untuk membayar iuran jaminan sosial. Sebaliknya, perusahaan sipil dan anggota mereka yang membayar. Dengan kata lain, anggota perusahaan sipil memikul tagihan untuk Partai, pemerintah, dan anggota perusahaan negara.

Tingkat kontribusi dari perusahaan sipil dan anggotanya telah mencapai 28 persen, dan lebih dari 8 persen digunakan untuk menyokong pegawai negeri dan karyawan perusahaan negara, kata Ny. He. Pada 2010, rezim Tiongkok mengalokasikan $218 miliar yuan ($AS 4,3 miliar) kepada Departemen Keuangan untuk biaya pensiunan pegawai negeri, yang berjumlah 5,4 persen dari PDB, menurut situs Netease Financial Edition.

Ny. He percaya bahwa sementara para pejabat Tiongkok memiliki berbagai penafsiran atas kebangkrutan dana pensiun, tidak dapat dipungkiri bahwa terdapat cacat yang besar.

“Sepuluh tahun lalu, defisitnya sebesar 10 triliun yuan ($AS 1,5 triliun) dan diduga bisa mencapai 30 triliun yuan ($AS 4,7 triliun). Sekarang, beberapa orang mengatakan sebesar 1,3 triliun yuan ($203 miliar). Semua angka-angka ini diungkap oleh pejabat pemerintah dan tokoh-tokoh terkait yang tidak diketahui oleh orang luar,” katanya. “Dari informasi yang ada, penyakit dari dana pensiun ini telah lama membusuk karena pembelanjaan yang terus-menerus, penyalahgunaan oleh pemerintah, dan penggelapan oleh pejabat rakus yang korup.”  (Gao Zitan / The Epoch Times / tet)



 
 


   Berita / Artikel Terkait :
  21-5-2013 23:07:08 Bangkitnya Ekonomi AS - Temukan Teknologi Baru Pengeboran Minyak Bumi yang Akan Pangkas Impor Minyak
  15-5-2013 21:12:43 Dosen Harvard: RRT dan Rusia Tak Paham Arti Soft Power
  11-5-2013 20:29:11 Tahun 1999 Kedubes RRT di Yugoslavia Dibom, Intrik Apa yang Dimainkan Jiang?
  10-5-2013 09:25:36 Ekonom: Pencetakan Uang Massal Bahayakan Ekonomi RRT
  09-5-2013 18:06:32 Bencana Alam Adalah Vonis Sang Pencipta Terhadap Penguasa - Makna di Balik Gempa Lushan, RRT

   Kembali ke atas
 
 
Klik di sini untuk melihat Foto2 Produk Kami di Facebook
 
Epochtimes Indonesia e-paper
 
NTDTV Live Streaming
 
 
 
 
 
   


  About Us | Redaksi | Pasang Iklan | Contact Us | e-Paper | Mobile | Radio | TV | Sitemap | RSS Feeds  
 
Bahasa :
 
 
Copyright 2008 The Epoch Times Indonesia
Ketentuan Penggunaan | Disclaimer