Home Berita Nasional Berita Internasional Berita dan Budaya China Bisnis dan Ekonomi Kehidupan Kesehatan Iptek Entertainment Wisata dan Keluarga Serba Serbi Video Youmaker

Percetakan dan Souvenir
Page : << 1 2 3 4 5 ... 57 >>

Share:   Lintas Berita     Facebook     Tweet     Google     Digg     del.icio.us

 Cetak    Email    Komentar

Jumat, 20 Juli 2012
HSBC BAYAR DENDA $1 MILIAR KASUS CUCI UANG


(INTERNET)
(INTERNET)
(Epochtimes.co.id)

Perseroan Terbatas HSBC, bank terbesar di Inggris, dilaporkan didenda sebesar $ 1 miliar oleh hukum AS, atas tuduhan praktik pencucian uang.

HSBC yang menjadi raksasa perbankan terbaru, terpuruk akibat publisitas buruk, bergabung dengan saingannya bank Inggris, Barclays Plc, yang terperosok dalam pemulihan skandal Libor, membuat perusahaan membayar kompensasi penyelesaian sebesar $ 450 juta dengan hukum Inggris dan regulator AS, sebagaimana juga CEO dan ketuanya.

Berita ini terbuka ketika sebuah memo internal yang bocor ke pers pada Rabu (11/7), merinci rencana perusahaan untuk bergerak maju.

“Antara 2004 dan 2010, pengawas anti-pencucian uang kami seharusnya lebih kuat dan lebih efektif, kami gagal menemukan dan mengatasi perilaku yang tidak dapat diterima ini,” kata Stuart Gulliver, CEO HSBC, dalam sebuah memo yang diperoleh Wall Street Journal. Menurut memo itu, Gulliver akan muncul dalam hearing Senat AS mendatang untuk meminta maaf dan menjawab pertanyaan.

Hal ini berkaitan dengan transaksi yang terjadi antara 2004 dan 2010, yang diyakini regulator didanai oleh teroris atau organisasi gelap lainnya, dan tidak tertangkap oleh kontrol internal bank yang mengatur sanksi.

Memo HSBC menyatakan, ada beberapa rincian, “di masa lalu kita jatuh jauh di bawah standar yang diharapkan regulator, pelanggan, dan investor.”

Selain itu, HSBC saat ini sedang diselidiki oleh Departemen Kehakiman, Kantor Kejaksaan Manhattan, dan Pengawasan Aset Luar Negeri dari Departemen Keuangan AS, diantara regulator lainnya.

Bank yang berbasis di London ini, memiliki aset yang terbesar di Inggris dan Eropa. (Antonio Perez / The Epoch Times / tet)



 
 


   Berita / Artikel Terkait :
  17-5-2013 21:17:11 Replika Seni Dunhuang Dipamerkan di New York
  10-5-2013 09:25:36 Ekonom: Pencetakan Uang Massal Bahayakan Ekonomi RRT
  07-5-2013 22:26:23 Ruang Untuk Membaca, Ruang Untuk Perubahan
  03-5-2013 00:08:56 Momok Ribuan Bangkai Babi di Sungai Huangpu-Shanghai
  24-4-2013 21:31:17 Mengenang Thatcher: Gandeng Reagan Dorong Ekonomi Bebas, Dobrak Kubu Komunis

   Kembali ke atas
 
 
Klik di sini untuk melihat Foto2 Produk Kami di Facebook
 
Epochtimes Indonesia e-paper
 
NTDTV Live Streaming
 
 
 
 
 
   


  About Us | Redaksi | Pasang Iklan | Contact Us | e-Paper | Mobile | Radio | TV | Sitemap | RSS Feeds  
 
Bahasa :
 
 
Copyright 2008 The Epoch Times Indonesia
Ketentuan Penggunaan | Disclaimer