(Epochtimes.co.id)Perseroan Terbatas HSBC, bank terbesar di Inggris, dilaporkan didenda sebesar $ 1 miliar oleh hukum AS, atas tuduhan praktik pencucian uang.
HSBC yang menjadi raksasa perbankan terbaru, terpuruk akibat publisitas buruk, bergabung dengan saingannya bank Inggris, Barclays Plc, yang terperosok dalam pemulihan skandal Libor, membuat perusahaan membayar kompensasi penyelesaian sebesar $ 450 juta dengan hukum Inggris dan regulator AS, sebagaimana juga CEO dan ketuanya.
Berita ini terbuka ketika sebuah memo internal yang bocor ke pers pada Rabu (11/7), merinci rencana perusahaan untuk bergerak maju.
“Antara 2004 dan 2010, pengawas anti-pencucian uang kami seharusnya lebih kuat dan lebih efektif, kami gagal menemukan dan mengatasi perilaku yang tidak dapat diterima ini,” kata Stuart Gulliver, CEO HSBC, dalam sebuah memo yang diperoleh Wall Street Journal. Menurut memo itu, Gulliver akan muncul dalam hearing Senat AS mendatang untuk meminta maaf dan menjawab pertanyaan.
Hal ini berkaitan dengan transaksi yang terjadi antara 2004 dan 2010, yang diyakini regulator didanai oleh teroris atau organisasi gelap lainnya, dan tidak tertangkap oleh kontrol internal bank yang mengatur sanksi.
Memo HSBC menyatakan, ada beberapa rincian, “di masa lalu kita jatuh jauh di bawah standar yang diharapkan regulator, pelanggan, dan investor.”
Selain itu, HSBC saat ini sedang diselidiki oleh Departemen Kehakiman, Kantor Kejaksaan Manhattan, dan Pengawasan Aset Luar Negeri dari Departemen Keuangan AS, diantara regulator lainnya.
Bank yang berbasis di London ini, memiliki aset yang terbesar di Inggris dan Eropa. (Antonio Perez / The Epoch Times / tet)