(Epochtimes.co.id)Surabaya – Sebuah Hotel dengan nuansa seni kotemporer telah hadir di Surabaya. PT Graha Samara memperkenalkan Artotel Surabaya pada Senin (9/7) lalu yang merupakan properti pertama dari Artotel Indonesia.
Hotel ini mulai beroperasi pada 7 Juli. Kehadiran Artotel Surabaya menambah ketatnya persaingan bisnis perhotelan di Surabaya, khususnya di antara hotel – hotel bintang 3.
General Manager Artotel Surabaya, Eduard Rudolf Pangkerego, menjelaskan Artotel berasal dari kata Art dan Hotel. Kata Art terinspirasi dari seni rupa kontemporer yang tercermin dari desain lobi, publik area dan kamar hotel yang terkesan artistik. Karya ini hasil kreativitas 4 seniman lokal, namun ada yang namanya sudah mendunia.
“Kami ingin mengangkat dan mempromosikan seni rupa kontemporer Indonesia, sekaligus menjadikannya sebagai ciri khas Artotel,” ujarnya.
Menurut Eduard, art di sini bukan sekedar aksen dekoratif, namun menjadi unsur keseluruhan yang memberikan kesan tersendiri bagi para tamu.
Kesan artistik tersebut tampak kuat pada mural yang menghiasi tangga melingkar di dalam hotel, gravity di pilar – pilar, kursi – kursi lobi yang warna – warni dan berbentuk lucu, lukisan – lukisan di dinding lobi, hiasan unik di dining front office dan patung – patung warna putih di lobi.
Kesan tersebut juga mewarnai pintu dan dinding kamar – kamar. Pintu kamar – kamar tampak eye catching dalam warna – warna berbeda seperti orange, hijau dan biru. Dinding di bagian kepala ranjang juga bergambar macam – macam diantaranya kupu – kupu.
“Lobi di Artotel bukan sekedar lobi, namun juga berfungsi sebagai rotation gallery yang menyajikan nuansa dan pengalaman berbeda setiap bulan pada para tamu,” ujar Eduard.
Ciri khas tersebut, layanan yang bagus dan letak strategis di tengah kota membuat Eduard optimistis Artotel akan mampu bersaing dengan hotel – hotel sekelas lainnya di Surabaya.
Ia mengatakan, Artotel memiliki 106 kamar yang membidik segmen utama pebisnis dan smart travellers yang membutuhkan akomodasi berkualitas dengan harga terjangkau.
Eduard menyebutkan investasi untuk pembangunan Artotel sekitar Rp 35 miliar yang diharapkan mencapai break event point selama 4 tahun. Ia menargetkan okupansi tahun ini 75% dan optimistis akan tercapai berdasarkan beberapa alasan.
“Pertumbuhan ekonomi dan perkembangan bisnis di Surabaya cukup bagus. Kota ini juga menjadi transit sebelum ke Bali atau dari Bali. Di sini juga sering diadakan event MICE (meeting, incentive, convention & exhibiton) yang membuat permintaan akan kamar cukup tinggi,” ujarnya.(Amelia/Epochtimes)