(Epochtimes.co.id)Perusahaan RIM, pembuat ponsel pintar BlackBerry yang berbasis di Waterloo, Kanada, pada 28 Juni lalu mengeluarkan laporan triwulanan pertamanya yang berakhir pada 2 Juni lalu.
Dan beritanya tidaklah menggembirakan. RIM menyatakan kerugian bersih sebesar $AS 18 juta, atau 99 sen per saham; kerugian bersih biasa sebesar $ 192 juta, atau 37 sen per saham. Ini jauh lebih buruk dari prediksi pesimis sebagian besar analis.
Pendapatan sebesar $AS 2,8 miliar, turun 33 persen dibanding dengan kuartal sebelumnya yang sebesar $AS 4,2 miliar. Diperkirakan 7,8 juta ponsel pintar BlackBerry dan 260.000 komputer tablet PlayBook diluncurkan selama kuartal tersebut.
“Hasil triwulan pertama menggambarkan tantangan pasar yang telah saya uraikan sejak perjanjian saya sebagai CEO pada akhir Januari lalu,” kata Thorsten Heins, Presiden dan CEO.
Heins melaporkan bahwa dia “tidak puas” dengan hasil ini, dan akan “bekerja secara lebih agresif” untuk mengatasi tantangan-tantangan ini, termasuk mengatur kembali sumber daya dan fokus-fokus pada area yang menawarkan kesempatan lebih besar pada perusahaan.
Sebagai bagian dari usaha untuk memangkas biaya setidaknya $ 1 miliar pada akhir tahun fiskal ini, RIM akan mengurangi 5.000 tenaga kerja dari 16.500 karyawannya.
Untuk meredam suasana hati lebih lanjut, RIM mengumumkan, akan menunda peluncuran BlackBerry-10 ponsel pintar yang menjadi andalan masa depan perusahaan-hingga kuartal pertama tahun 2013, karena bertentangan dengan pernyataan sebelumnya akan meluncurkan BlackBerry-10 pada akhir 2012.
RIM mengatakan, meskipun tim perangkat lunaknya telah membuat kemajuan besar pada fitur kunci dari platform, mengintegrasikan fitur ini bersama dengan volume besar kode mereka adalah mengambil lebih banyak waktu dari yang diharapkan.
“Tim pengembangan RIM selalu fokus pada jaminan kualitas dan kehandalan platform, dan saya tidak akan menyetujui pengiriman produk sebelum siap,” kata Heins. “Saya yakin BlackBerry-10 pertama akan memberikan sensasi baru bagi pengguna generasi ponsel pintar berikutnya.”
Perusahaan membubuhkan beberapa kabar baik dalam laporannya, menyebutkan pertumbuhan berkelanjutan app bank dan basis pelanggan secara keseluruhan. Heins bersumpah memengaruhi 78 juta pelanggan untuk memanfaatkan RIM sehubungan dengan peluncuran mendatang BlackBerry-10.
Namun tampaknya investor tidak terkesan, karena harga saham RIM di NASDAQ turun menjadi $ 7,86 selama usai jam perdagangan, Kamis (28/6), jauh di bawah penutupan pada hari Rabu, yaitu $ 9,18. (Yue Pang / The Epoch Times)