(Epochtimes.co.id)Maskapai penerbangan murah asal Malaysia, AirAsia, menunjuk CEO barunya, Aireen Omar, yang akan memimpin maskapai ini efektif per tanggal 1 Juli 2012.
Sementara itu sang pendiri maskapai AirAsia group, Tony Fernandes, akan mulai menjalankan operasional bisnis AirAsia ASEAN yang baru saja diluncurkan di Jakarta beberapa waktu lalu.
Menurut Tony, dibukanya kantor AirAsia ASEAN di Jakarta dimaksudkan untuk berinteraksi lebih dekat dengan Sekretariat ASEAN yang berlokasi di ibukota Indonesia ini. Selain itu, Tony juga berharap hal ini dapat meningkatkan profil dan branding dari AirAsia Indonesia, yang direncanakan akan terdaftar di Bursa Efek Jakarta pada akhir tahun ini.
“90 persen dari pendapatan kami berasal dari AirAsia Malaysia. Namun begitu, AirAsia Malaysia hanya memiliki pasar sebanyak 25 juta orang dibandingkan dengan pasar ASEAN sebanyak 600 juta orang. Jadi kalau kita bisa mendapatkan hak ini, artinya kita sedang membicarakan kenaikan laba sebesar 400-500 persen, dan ini tidak dapat dilakukan dalam semalam, butuh waktu,” kata Tony Fernandes, CEO AirAsia Group.
AirAsia Malaysia saat ini memiliki 58 pesawat A-320 yang melayani 30 juta penduduk dan mendapatkan keuntungan lebih dari 1 miliar ringgit Malaysia. AirAsia Thailand memiliki 24 pesawat, sedangkan Air Asia Indonesia memiliki 18 pesawat.
“Bagi para pemegang saham, jika kita bisa membuat AirAsia di negara-negara ASEAN mendapatkan keuntungan seperti AirAsia Malaysia, itu akan membuat kita menjadi salah satu perusahaan paling menguntungkan di dunia. Jadi saya pikir itulah tujuan kantor AirAsia ASEAN kami,” lanjut Tony Fernandes.
Tahun ini AirAsia menargetkan sebanyak 6,2 juta penumpang di Indonesia. (Sunardi / New Tang Dynasty TV)