(Epochtimes.co.id)Manusia menemukan penanggalan untuk mencatat perjalanan waktu. Mungkin, penanggalan China kuno adalah penanggalan paling rumit diantara sistem penanggalan yang ada. Ia tetap sebuah misteri bahkan bagi orang China sekali pun.
Ada tiga macam sistem penanggalan: matahari, bulan, dan matahari-bulan. Penanggalan matahari menggunakan lamanya perputaran bumi mengitari matahari sebagai satu tahun (revolusi). Penangalan matahari yang digunakan sekarang adalah penanggalan Gregoria, dibuat pada 1582, ketika Paus Gregory XIII memperbaiki penanggalan Julius Caesar. Penanggalan bulan menggunakan lamanya perputaran Bulan mengelilingi Bumi sebagai satu bulan. Satu tahun penanggalan bulan kira-kira 11 hari lebih pendek dari satu tahun penanggalan matahari.
Penanggalan China kuno adalah sebuah penanggalan matahari-bulan. Bulan-bulannya diatur berdasarkan perputaran Bulan, dan tahun-tahunnya diatur berdasarkan tahun matahari. Agar jatuhnya bulan tetap sesuai dengan musim, lalu diciptakan bulan kabisat. Orang-orang China biasanya menganggap penanggalan China kuno sebagai ’penanggalan matahari’, juga disebut sebagai ’penanggalan pertanian’.
Perputaran kelipatan 6
Sebuah aspek penting dalam penanggalan China adalah putaran berkelipatan enam. Ini adalah gabungan dari 10 ’pantangan’ terhadap, tian gan, dan 12 di zhi.
Untuk menjelaskan bagaimana perputaran itu bekerja, marilah kita menunjuk pada tian gan dan di zhi menurut jumlahnya. Kita menunjukkan 1 dengan (1,1), 2 dengan (2,2) dan seterusnya hingga (10,10). Tetapi kita telah menanggalkan tian gan-nya, maka kita menunjuk 11 dengan (1, 11) dan 12 dengan (2, 12). Sekarang kita telah menanggalkan di zhi juga, maka 13 menjadi (3, 1). Kita lanjutkan cara ini hingga 6 putaran dari batang-batangnya dan 5 putaran dari cabang-cabangnya hingga 60, yaitu (10, 12). Angka berikutnya adalah (1,1), yang memulai perputaran kelipatan 6 yang baru.
Sejarah singkat
Sistem penanggalan selama zaman Negara Berperang (475 - 221 SM) dinamakan "quarter calendar". Satu tahun mempunyai 365 1/4 hari. Satu bulan mempunyai 29 hari dan 499/940 hari. Ini diperoleh dari penelitian astronomi. Penanggalan lengkap pertama di China di tetapkan pada masa tahun ke-7 pemerintahan Kaisar Han Wu, yaitu 104 SM. Dalam satu tahun ada 365 dan 385/1539 hari, sedang satu bulan ada 29 dan 43/81 hari.
Sebelum penanggalan Barat tersebar di China penanggalan Da Tong (artinya penyatuan besar) adalah penanggalan umum terakhir. Dalam penanggalan China tidak ada kesinambungan penghitungan dari tahun-tahunnya. Ketika kekuasaan kekaisaran baru tiba, perhitungan tahun dimulai dari awal lagi dan dimulai dari nol. Penanggalan Da Tong menggunakan Kekaisaran Dinasti Ming, pemerintahan Hong Wu pada tahun ke-17 (1384) sebagai awal penanggalan.
Penanggalan China yang berlaku sekarang adalah penanggalan yang diubah semasa Dinasti Qing tahun ke-7 masa pemerintahan Qian Long. Ini menggunakan 1723 sebagai awal penanggalan.
Penanggalan China kuno terus menerus dimodifikasi berdasarkan pengamatan astronomis. Karena itu, dalam China kuno penanggalannya saling berkaitan dengan astronomi. Pada kenyataannya, sejarah astronomi China kuno adalah juga merupakan sejarah penelitian dan kemajuan dari penanggalan. Ini merupakan karakteristik astronomi China kuno yang sangat berbeda dengan Barat. (The Epoch Times/bdn)