Home Berita Nasional Berita Internasional Berita dan Budaya China Bisnis dan Ekonomi Kehidupan Kesehatan Iptek Entertainment Wisata dan Keluarga Serba Serbi Video Youmaker

Percetakan dan Souvenir
Page : << 1 2 3 4 5 ... 87 >>

Share:   Lintas Berita     Facebook     Tweet     Google     Digg     del.icio.us

 Cetak    Email    Komentar

Sabtu, 18 Agustus 2012
WIKILEAKS UNGKAP 3 KARAKTERISTIK XI JINPING


Hu Jintao dan Xi Jinping. (INTERNET)
Hu Jintao dan Xi Jinping. (INTERNET)
(Epochtimes.co.id)

Xi Jinping dipastikan akan menggantikan Ketua Partai Komunis Tiongkok (PKT) Hu Jintao. Xi selalu berpenampilan low profile dan memberi kesan misterius, WikiLeaks pada 30 Agustus 2011 lalu telah membocorkan sebuah telegram rahasia, menguraikan sifat dan pengalaman Xi secara agak terperinci.

Pada 21 Juli lalu, Beijing diguyur hujan badai yang membuat ibukota terendam, kerugian yang diderita sangat besar, ketidak-puasan penduduk pun meluap. Pada saat itu 9 anggota Komite Tetap Politbiro CC PKT sedang berkumpul di Beidaihe (tempat wisata dan peristirahatan tahunan elite PKT, juga tempat pertemuan rutin elite PKT dalam mengambil keputusan penting partai) mempersiapkan pembagian kursi menjelang Kongres ke-18 partai, Xi Jinping akan menggantikan Hu Jintao.

Menurut budaya tradisional Tionghoa, menjelang suatu pengalihan kekuasaan, jika kerap terjadi bencana alam dan petaka manusia, pertanda bencana besar akan menimpa. Peringatan melalui fenomena langit tersebut apakah berdampak psikologis kekuasaan bagi Xi, merupakan sebuah topik yang menarik. Berdasarkan kalangan eksternal yang tidak begitu banyak mengungkap sikap dan kebiasaan Xi terhadap orang lain, bisa dikatakan bagi Xi yang mempercayai kekuatan supranatural tersebut niscaya akan menimbulkan suatu perasaan yang lain dalam hatinya.

Xi yang sekarang menjabat anggota Komite Tetap Politbiro CC PKT merangkap Wakil Ketua RRT, akan menggantikan Hu Jintao pada Kongres ke-18 PKT musim gugur tahun ini sebagai Sekjen PKT. Selanjutnya Maret tahun depan pergantian pada Kongres Rakyat Nasional akan menjabat Kepala Negara RRT. Xi (59) adalah seorang keturunan mantan pejabat tinggi partai dan mempunyai seorang istri bintang penyanyi, bagi kalangan asing masih misteri.

Pada 30 Agustus 2011, WikiLeaks mengumumkan sebuah telegram rahasia Kedubes AS di Beijing yang dikirimkan ke Washington DC pada 16 November 2009. Kode telegram 09BEIJING3128, tingkat kerahasiaan bersifat rahasia, judul telegram: Potret Wakil Ketua Xi Jinping: Korban Selamat dari Revolusi Kebudayaan yang Ambisius. Telegram tersebut telah menjelaskan karakter dan pengalaman Xi.

Dalam telegram disebutkan, yang memberi bahan tangan pertama itu merupakan seorang teman lama Xi yang mempunyai hubungan jangka panjang dengan Kedubes AS. Ia telah membeberkan latar belakang keluarga Xi, perkembangan dan masa remaja Xi, serta karir politiknya, juga tentang kesan dan penilaiannya terhadap watak Xi.

Kesan teman akrab lama terhadap Xi

Pejabat AS pada 2007 - 2009 melalui beberapa kali berdialog dengannya baru dapat mengumpulkan data yang tertera dalam telegram tersebut. WikiLeaks ketika mengumumkan isi telegram telah merahasiakan nama profesor tersebut. Kesannya terhadap watak dan kesukaan Xi, pada dasarnya memiliki tiga karakteristik :

1. Memercayai kekuatan supranatural aliran Buddha

Dalam telegram dikatakan, menurut penuturan professor tersebut, suatu ketika pada masa awal karir profesional Xi Jinping, ia sangat mempercayai kekuatan supranatural aliran Buddha. Cerita yang disampaikan Xi kepada profesor tersebut, termasuk ketika Xi bertugas di Kota Xiamen (Amoy), ia menemui Xi di Xiamen, dalam pembicaraan Xi memperlihatkan minat yang sangat kuat terhadapi Wushu aliran Buddha, latihan tenaga dalam dan kekuatan gaib yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh serta tempat suci agama Buddha di Gunung Wutai.

Profesor itu mengatakan, ia tidak jelas apakah Xi benar-benar memiliki kepercayaan agama, atau hanya mencari sebuah metode yang bermanfaat bagi kesehatan jiwa dan raga. Namun bagaimana pun tingkat pemahamannya terhadap topik tersebut sungguh membuatnya sangat terkejut, nampaknya Xi mempercayai kekuatan supranatural.

2.Tidak Tertarik Harta dan Wanita

Xi dilukiskan sang profesor sebagai seorang yang konservatif, acuh dan “sulit ditebak”. “Tekadnya sangat kuat” dan memahami perihal kekuasaan, namun “sejak hari I ia tidak pernah menyalahgunakan kekuasaan”.

Profesor mengatakan, Xi tidak seperti tokoh-tokoh dalam lingkungan pergaulan sosial yang dijumpainya, ia tidak tertarik tentang perempuan, film, juga tidak bicara soal minuman keras atau penggunaan narkoba. Profesor menganggap kecerdasan Xi biasa-biasa saja, tidak secerdas orang-orang di lingkungan profesinya.

Profesor juga mengatakan, Xi sama sekali tidak peduli terhadap harta, ia tidak korup, karena ia dilahirkan dalam keluarga cukup mampu, tidak perlu melakukan korupsi lagi, namun ia bisa saja telah “terkontaminasi oleh kekuasaan”.

3. Sangat Mengenal Dunia Barat

Menurut pengalaman pribadi profesor, Xi sangat mengenal dunia Barat, kakak perempuannya berada di Kanada, istri pertamanya di Inggris, seorang saudara laki-laki berada di Hongkong, banyak teman-temannya berada di luar negeri, Xi merupakan satu-satunya dalam keluarga besar Xi yang tinggal di Tiongkok. Profesor mengatakan, karena Xi dari awal sudah tahu, jika ia ke luar negeri, ia akan “tidak memiliki keistimewaan apapun”, hanya seorang biasa-biasa saja.  (Zhang Haishan / The Epoch Times / sud)



 
 


   Berita / Artikel Terkait :
  16-5-2013 22:10:39 Biografi Cheng Ho (2)
  15-5-2013 21:12:43 Dosen Harvard: RRT dan Rusia Tak Paham Arti Soft Power
  12-5-2013 19:39:49 Biografi Cheng Ho (1)
  11-5-2013 20:29:11 Tahun 1999 Kedubes RRT di Yugoslavia Dibom, Intrik Apa yang Dimainkan Jiang?
  10-5-2013 09:25:36 Ekonom: Pencetakan Uang Massal Bahayakan Ekonomi RRT

   Kembali ke atas
 
 
Klik di sini untuk melihat Foto2 Produk Kami di Facebook
 
Epochtimes Indonesia e-paper
 
NTDTV Live Streaming
 
 
 
 
 
   


  About Us | Redaksi | Pasang Iklan | Contact Us | e-Paper | Mobile | Radio | TV | Sitemap | RSS Feeds  
 
Bahasa :
 
 
Copyright 2008 The Epoch Times Indonesia
Ketentuan Penggunaan | Disclaimer